{"id":3414,"date":"2025-08-02T08:17:20","date_gmt":"2025-08-01T23:17:20","guid":{"rendered":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/?p=3414"},"modified":"2025-08-02T08:17:21","modified_gmt":"2025-08-01T23:17:21","slug":"kolaborasi-kerjasama-antar-opd-tingkatkan-pad-menuju-nabire-hebat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/kolaborasi-kerjasama-antar-opd-tingkatkan-pad-menuju-nabire-hebat\/","title":{"rendered":"Kolaborasi, Kerjasama Antar OPD, Tingkatkan PAD Menuju Nabire Hebat"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1000004619-1024x768.jpg?v=1754090025\" alt=\"\" class=\"wp-image-3415\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>NABIRE- papuatengahnews-Sumber kekayaan Nabire Papua Tengah begitu melimpah diberbagai sisi.<br>Kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) nenjadi indikator untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nabire.<br>Sumber-sumber kekayaan itulah yang sedang digali oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nabire.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Disbudporapar Kabupaten Nabire Martina Deba, SE, diruang kerjanya menyatakan bahwa potensi yang dimiliki Kabupaten Nabire baik manusia dan alam begitu besar dan melimpah sehingga perlu pengelolaan yang baik dari hulu sampai hilir, mulai perencanaan, pendataan, terjun langsung lapangan, perizinan, dan hasil yang didapat, baik output maupun input harus dihitung secara jeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Bekerja dengan baik, berkarier dengan baik, perputaran ekonomi di Kabupaten Nabire berjalan lancar dan baik.<br>&#8220;Hidup ini butuh uang, orang perlu makan.Semua orang bisa mencari kebutuhan buat makan dimna saja dan kapan saja.<br>kita tidak membatasi orang, tetapi dalam berusaha ada aturan dan koridor yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Ditegaskan Martina Deba, guna menuju peningkatan PAD, maka mutlak dibutuhkan kolaborasi.Kerja sama antar OPD terkait, misal dalam penanganan masalah HIV-AIDS tidak mungkin hanya KPAI, perlu OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, BKKBN, RSUD dan lain-lain.<br>&#8220;ini menunjukan bahwa kita tidak bisa kerja sendiri dan mutlak kerja sama dengan yang lain,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Harus ada kerja kolaborasi.Papua Tengah hadir di Nabire, sehingga Nabire menjadi titik central sarana dan prasarana baik kegiatan Pemerintahan Kabupaten maupun Provinsi,&#8221; ujarnya.<br>&#8220;Kegiatan-kegiatan itu mustahil dapat diselesaikan dengan satu OPD tertentu, semua kegiatan hampir terkait dengan sejumlah OPD lainnya.Disinilah pentingnya kerja kolaborasi, kerja sama antar OPD terkait agar kegiatan yang berjalan dapat diselesaikan dengan tuntas dan menghasilkan sesuai harapan,&#8221; tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menyoroti kegiatan Rapat Evaluasi Perizinan dan Non Perizinan di Aula Setda Kabupaten Nabire kemarin, Martina Deba yang juga hadir menyambut positif karena kegiatan tersebut telah memberikan nilai positif seperti banyak permasalahan yang dialami di setiap OPD mendapat saran masukan serta ide dan gagasan sebagai solusi pemecahan.<br>&#8220;Itu adalah langkah yang sangat baik menuju Nabire Hebat, Provinsi Papua Tengah yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera seperti visi dan misi Bupati Nabire dan Gubernur Papua Tengah,&#8221; tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG_20250730_140238.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3332\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Menurut Deba, kehadiran Provinsi Papua Tengah di Nabire harus disambut positif bahkan kebanggaan bersama.<br>&#8220;Tinggal bagaimana kita bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing dan bekerja sama, kerja kolaborasi agar semua program baik kabupaten maupun provinsi berjalan baik, melibatkan masyarakat sehingga semua merasa memiliki, Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah sebagai rumah bersama, rumah tempat melindungi, mengayomi, melayani masyarakat menuju kesejahteraan bersama,&#8221; papar Kepala Dispudporapar Kabupaten Nabire yang fasih berbahasa Sunda itu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kita harus saling dukung, saling support apa yang menjadi baik dalam hidup dan kehidupan,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menyikapi ada disinyalir saling curiga antar OPD, Martina Deba kembali menyatakan diperlukan data, kerja kelompok dan koordinasi antar OPD terkait.<br>Deba mencontohkan, satpol PP bertugas mengawal dan mengawasi PERDA, namun Satpol PP tidak bisa turun sendiri, perlu bekerja sama dengan dinas-dinas terkait lainnya.<br>&#8220;Saya misalnya sebagai Kepala Dinas Pariwisata, turun sendiri mengecek dilapangan, itu tidak boleh karena akan menimbulkan kecurigaan dari yang lain.Sebaliknya kalau turun sama-sama pasti hasilnya sangat memuaskan dan menghilangkan unsur curiga karena,sama-sama tahu apa yang ada dilapangan,&#8221; ungkap Deba.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Siapa, bikin apa, dengan siapa, semua tahu,&#8221; ujarnya sambil tersenyum.<br>&#8220;Kita harus kerja sama, tidak bisa bilang &#8220;,ini saya punya, sana bilang saya yang punya yang hak, izin saya yang keluarkan.Kita harus satu, dengan kerja sama maka kesan saling curiga akan hilang dan masyarakat akan menilai bahwa semua instansi di Pemerintahan Kabupaten Nabire itu bersatu, saling dukung, saling bantu, saling melengkapi, mereka melakukan kolaborasi dengan baik,&#8221; pungkasnya. (ing elsa)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NABIRE- papuatengahnews-Sumber kekayaan Nabire Papua Tengah begitu melimpah diberbagai sisi.Kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) nenjadi indikator untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nabire.Sumber-sumber kekayaan itulah yang sedang digali oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nabire. Kepala Disbudporapar Kabupaten Nabire Martina Deba, SE, diruang kerjanya menyatakan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3384,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,182,494],"tags":[],"class_list":["post-3414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-daerah","category-ekonomi","category-papua-tengah"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3414"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3416,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3414\/revisions\/3416"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}