{"id":4569,"date":"2025-09-25T14:47:42","date_gmt":"2025-09-25T05:47:42","guid":{"rendered":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/?p=4569"},"modified":"2025-09-25T14:47:44","modified_gmt":"2025-09-25T05:47:44","slug":"kepala-suku-besar-yerisiam-gua-pertanyakan-penghentian-proyek-11-titik-pln-papua-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/kepala-suku-besar-yerisiam-gua-pertanyakan-penghentian-proyek-11-titik-pln-papua-tengah\/","title":{"rendered":"Kepala Suku Besar Yerisiam Gua Pertanyakan Penghentian Proyek 11 Titik PLN Papua Tengah"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ayub Kowoy &#8220;Kami Butuh Jawaban, Bila Tidak Masyarakat Siap Beraksi&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"713\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000060996-713x1024.jpg?v=1758779220\" alt=\"\" class=\"wp-image-4570\" srcset=\"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000060996-713x1024.jpg?v=1758779220 713w, https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000060996-209x300.jpg?v=1758779220 209w, https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000060996-768x1103.jpg?v=1758779220 768w, https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000060996-100x144.jpg?v=1758779220 100w, https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000060996-1069x1536.jpg?v=1758779220 1069w, https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000060996-1426x2048.jpg?v=1758779220 1426w, https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000060996-200x287.jpg?v=1758779220 200w, https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/1000060996-scaled.jpg?v=1758779220 1782w\" sizes=\"auto, (max-width: 713px) 100vw, 713px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>NABIRE &#8211; centralmedia &#8211; Kepala Suku Besar Yerisiam Gua Ayub Kowoy, mempertanyakan terkait program terang listrik PLN di 11 titik ditiga kabupaten y<br>di Provinsi Papua Tengah yakni Kabupaten Nabire, Digiyai, dan Kabupaten Deiyai yang dihentikan bahkan menurut informasi yang diterimanya di-NOL-kan.<br>Ayub Kowoy menegaskan sikapnya terkait program listrik yang dinilai belum berjalan alias mandek sebagaimana mestinya di wilayahnya.<br>Ia meminta kejelasan dari Kementerian ESDM melalui PLN agar masyarakat tidak terus-menerus hidup dalam kegelapan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya sebagai Kepala Suku Besar Yerisiam Gua turun langsung ke lapangan bertemu masyarakat. Jadi kalau kementerian ESDM atau PLN tidak bisa jalankan ini barang, wajib saya pertanyakan. Apakah daerah kami ini mau ditinggalkan untuk jadi gelap terus? Kan tidak boleh,\u201d ujar Kowoy.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang seharusnya berjalan.<br>Ayub menegaskan bahwa dirinya sejak awal mendukung penuh program terang listrik PLN ini, bahkan turun langsung ke jalan dan kampung-kampung untuk memberi penjelasan kepada warga.<\/p>\n\n\n\n<p>Ayub Kowoy menyayangkan apabila program itu tiba-tiba dihentikan tanpa alasan yang jelas.<br>\u201cKalau tiba-tiba disetop dan di-NOL-kan, apa dibalik itu? Mohon Kementrian ASDM bisa,menjelaskan dengan sejelas-jelasnya melalui PLN,&#8221; pintanya.<br>&#8220;Kalau sampai terus-menerus tidak bisa, berarti kami akan turun secara besar-besaran, dengan cara sopan santun. Kami akan ke PLN untuk pertanyaan masalah ini\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih dari itu, Ayub menyatakan pihaknya siap menempuh jalur resmi bila PLN tidak memberi jawaban memuaskan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJelas kami akan menyurati Polres Nabire dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk minta izin keramaian, duduki PLN sampai ada penjelasan yang jelas,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait dengan klaim adanya zona merah yang menjadi hambatan, Kowoy membantah wilayahnya masuk kategori tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau itu kacamata Jakarta, tapi kalau wilayah kami aman-aman saja dari dulu. Kalau memang disebut merah, ya kasih terang supaya merah itu hilang jadi putih,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ayub Kowoy berharap agar pemerintah melalui PLN segera memberi kejelasan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau sudah ada penjelasan yang jelas dan program ini jalan, kami sudah puas. Karena itu yang masyarakat butuhkan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PLN dan instansi terkait. (ing elsa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ayub Kowoy &#8220;Kami Butuh Jawaban, Bila Tidak Masyarakat Siap Beraksi&#8221; NABIRE &#8211; centralmedia &#8211; Kepala Suku Besar Yerisiam Gua Ayub Kowoy, mempertanyakan terkait program terang listrik PLN di 11 titik ditiga kabupaten ydi Provinsi Papua Tengah yakni Kabupaten Nabire, Digiyai, dan Kabupaten Deiyai yang dihentikan bahkan menurut informasi yang diterimanya di-NOL-kan.Ayub Kowoy menegaskan sikapnya terkait [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4570,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,1,182,505,185,183,173,181,494,338,5,184,7],"tags":[],"class_list":["post-4569","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business","category-daerah","category-ekonomi","category-headlines","category-hukum","category-investigasi","category-lifestyle","category-nasional","category-papua-tengah","category-pendidikan","category-politics","category-sosial","category-tech"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4569","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4569"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4569\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4571,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4569\/revisions\/4571"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4569"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4569"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4569"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}