{"id":5407,"date":"2026-03-11T16:15:04","date_gmt":"2026-03-11T07:15:04","guid":{"rendered":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/?p=5407"},"modified":"2026-03-11T16:17:19","modified_gmt":"2026-03-11T07:17:19","slug":"5407-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/5407-2\/","title":{"rendered":"Hadiah Lebaran untuk Papua Tengah, Batik Air Segera Terbang ke Nabire"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info \u2014 Kabar baik datang bagi masyarakat Papua Tengah. Maskapai Batik Air dijadwalkan mulai melayani penerbangan di Bandara Douw Aturure Nabire pada 30 Maret 2026, atau setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kehadiran maskapai ini membuka rute baru Nabire \u2013 Ambon \u2013 Jakarta dan sebaliknya, yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi udara bagi masyarakat Papua Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah Ewanggen Kokoya, S.Th., M.Ap menyebutkan bahwa masuknya Batik Air menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat karena memberikan pilihan penerbangan baru dari Nabire menuju kota-kota besar di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, walaupun penerbangan dijadwalkan mulai beroperasi setelah Lebaran, masyarakat tetap menyambutnya sebagai hadiah Lebaran yang menghadirkan harapan baru bagi kemudahan akses transportasi di wilayah Papua Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRute Nabire\u2013Ambon\u2013Jakarta ini akan sangat membantu mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan dinas, bisnis, maupun keperluan keluarga,\u201d ujar Ewanggen.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menjelaskan bahwa rencana penerbangan Batik Air tersebut telah memperoleh persetujuan slot waktu penerbangan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.<\/p>\n\n\n\n<p>Persetujuan tersebut tertuang dalam surat dari Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Douw Aturure Nabire kepada PIC Batik Air tertanggal 24 Februari 2026 dengan nomor AU.010\/027.2\/II\/BU.NBR-2026.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam surat itu disebutkan bahwa pihak bandara menyetujui dua penerbangan baru menggunakan pesawat Airbus A320.<\/p>\n\n\n\n<p>Penerbangan pertama dengan kode ID 6174 melayani rute Ambon (AMQ) \u2013 Nabire (NBX) dengan jadwal keberangkatan 22.10 UTC dan estimasi tiba 23.55 UTC. Rute ini dijadwalkan beroperasi mulai 29 Maret hingga 23 Oktober 2026 pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, penerbangan kedua dengan kode ID 6175 melayani rute Nabire (NBX) \u2013 Ambon (AMQ) dengan jadwal keberangkatan 00.35 UTC dan estimasi tiba 02.10 UTC. Penerbangan ini akan beroperasi mulai 30 Maret hingga 24 Oktober 2026 pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya rute tersebut, masyarakat Nabire nantinya dapat melanjutkan perjalanan dari Ambon menuju Jakarta maupun kota-kota lain di Indonesia, sehingga konektivitas Papua Tengah dengan wilayah lain menjadi semakin terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain mempermudah mobilitas masyarakat, pembukaan rute ini juga diyakini dapat mendorong aktivitas ekonomi, perdagangan, serta sektor pariwisata di Papua Tengah.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi masyarakat Nabire, hadirnya Batik Air bukan sekadar tambahan maskapai di Bandara Douw Aturure. Lebih dari itu, rute baru ini menjadi simbol semakin terbukanya akses Papua Tengah dengan berbagai daerah di Indonesia, sekaligus harapan baru bagi percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info \u2014 Kabar baik datang bagi masyarakat Papua Tengah. Maskapai Batik Air dijadwalkan mulai melayani penerbangan di Bandara Douw Aturure Nabire pada 30 Maret 2026, atau setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kehadiran maskapai ini membuka rute baru Nabire \u2013 Ambon \u2013 Jakarta dan sebaliknya, yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":5414,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[494],"tags":[],"class_list":["post-5407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-papua-tengah"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5407"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5417,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5407\/revisions\/5417"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/papuatengah.info\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}