Hukum

Aksi Mimbar Bebas Mahasiswa Tuntut 2 Point

Published

on

<p><&excl;-- BEGIN THEIA POST SLIDER -->&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;papuatengah&period;info&sol;news&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2025&sol;09&sol;1000008706&period;png&quest;v&equals;1757647264" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-4365" &sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>NABIRE <&sol;strong>– centralmedia &&num;8211&semi; Solidaritas Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang Nabire&comma; Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah&comma; Kamis &lpar;11&sol;9&sol;2025&rpar;&period;<br>Mereka menyuarakan dan menuntut dua poin dalam aksi tersebut&period;<br>Kurang lebih 150 peserta aksi dari mahasiswa dan pelajar Papua Aksi dipimpin dan dikoordinatori Marius Petege ini&period;<br><br>Dalam aksi tersebut&comma; mahasiswa menyuarakan dua tuntutan utama&comma; yakni pertama &comma; pembebasan empat Tahanan Politik &lpar;Tapol&rpar; di Sorong yang saat ini bersidang di Makassar&period;<br>Kedua&comma; menolak terhadap masuknya berbagai investasi yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat Papua&comma; khususnya di Provinsi Papua Tengah&period;<br>Menurut orator aksi&comma; Papua Tengah darurat investasi&period; Perusahaan-perusahaan yang direncanakan hadir bukan untuk mensejahterakan masyarakat&comma; tetapi hanya menguntungkan segelintir orang dan elit tertentu&period;&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;papuatengah&period;info&sol;news&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2025&sol;09&sol;1000008705&period;png&quest;v&equals;1757647283" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-4366" &sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><br>Massa&comma;menilai kehadiran perusahaan justru mengancam masa depan masyarakat Papua&period;<br>Oleh karena itu mereka menolak tegas investasi yang dianggap hanya membawa kerugian sosial maupun lingkungan di tanah Papua&period;<br>Selain itu&comma; aksi solidaritas ini juga ditujukan untuk mendesak pembebasan empat Tapol yang saat ini sedang menjalani persidangan&period;<br>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami bersuara untuk 4 Tapol&period; Mereka harus dibebaskan&period; Sidang mereka sudah berjalan&comma; dan kami akan terus mengawal hingga ada keputusan yang adil&comma;”ungkap Marius&period;<br>Para mahasiswa dan pelajar juga menegaskan akan terus melakukan aksi serupa hingga tuntutan mereka mendapat tanggapan serius dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat&period; <br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Mahasiswa adalah agen perubahan&period; Selama suara kami diabaikan&comma; kami akan terus turun ke jalan&comma;”seru massa aksi&period;&lpar;ing&rpar;<br><br>&NewLine;&NewLine;<p><&excl;-- END THEIA POST SLIDER -->

Advertisements
Advertisements

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending

Exit mobile version