<p><!-- BEGIN THEIA POST SLIDER -->

<p>Nabire, PT | Papuatengah.info — Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-68 Tahun 2026 digelar di lapangan Mepa Boarding School SP 2 Kalisemen, Nabire Barat. 



<p>Kegiatan ini dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa bersama istri Ibu Nurhaidah yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Papua Tengah, para guru se-Kabupaten Nabire, serta peserta lomba Hardiknas tingkat SMP–SMA se-Papua Tengah.



<p>Usai upacara, Gubernur meresmikan gedung SLB Negeri Pembina di lingkungan Mepa Boarding School. 



<p>Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di aula sekolah dan penyerahan piala penghargaan kepada siswa-siswi peserta lomba Hardiknas 2026 tingkat Provinsi Papua Tengah. ada 27 Peserta Siswa-siswi dari Kabupaten Nabire. Sabtu (2/5/2026).<div class="mvp-post-ad-wrap"><span class="mvp-ad-label">Advertisement</span><div class="mvp-post-ad"><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3745733846031431"
 crossorigin="anonymous"></script>
<!-- Article Inline Ads -->
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:block"
 data-ad-client="ca-pub-3745733846031431"
 data-ad-slot="7872616854"
 data-ad-format="auto"
 data-full-width-responsive="true"></ins>
<script>
 (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></div></div>



<p>Seluruh Petugas Upacara dari Siswa SLBUpacara tahun ini menghadirkan suasana berbeda. 



<p>Seluruh petugas upacara merupakan siswa-siswi sekolah luar biasa (SLB) di Nabire, yakni SLB KSK Bukit Meriam, SLB Petra, dan SLB Matahari, serta siswa-siswi dari Mepa Boarding School Perhatian peserta upacara tertuju pada pemimpin upacara dari Siswa Mepa Boarding School yang bernama Deki Degei (16) kelas X seorang siswa yang hanya memiliki satu kaki kanan. 



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img data-id="5626" src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0029-1024x806.jpg?v=1777701587" alt="" class="wp-image-5626" /></figure>
</figure>



<p>Ia memimpin jalannya upacara dengan tegap dan penuh percaya diri hingga selesai, menjadi simbol kuat makna pendidikan inklusif.



<p>Dalam Amanatnya Gubernur Meki menyampaikan Inklusi adalah Kewajiban serta menegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan komitmen terhadap tema tahun ini: Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.



<p>“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau dinas pendidikan. Ini adalah kerja bersama seluruh elemen agar tidak ada satu pun anak Papua Tengah yang tertinggal. Pendidikan bermutu untuk semua juga berarti pendidikan bermutu bagi anak-anak disabilitas. Inklusi bukan pilihan, tetapi kewajiban,” tegasnya.



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img data-id="5624" src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0034-1024x732.jpg?v=1777701520" alt="" class="wp-image-5624" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-id="5627" src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0033.jpg" alt="" class="wp-image-5627" /></figure>
</figure>



<p>Gubernur Meki menyampaikan tiga langkah prioritas, yakni penguatan infrastruktur SLB dan sekolah inklusif, peningkatan kompetensi guru pendidikan khusus, serta kolaborasi dengan yayasan yang menjangkau anak-anak di pelosok.



<p>Kepada para siswa SLB, ia berpesan, “Kalian adalah mutiara Papua Tengah.<div class="mvp-post-ad-wrap"><span class="mvp-ad-label">Advertisement</span><div class="mvp-post-ad"><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3745733846031431"
 crossorigin="anonymous"></script>
<!-- Article Inline Ads -->
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:block"
 data-ad-client="ca-pub-3745733846031431"
 data-ad-slot="7872616854"
 data-ad-format="auto"
 data-full-width-responsive="true"></ins>
<script>
 (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></div></div>



<p>Keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi pemimpin besar.



<p>”Kisah Inspiratif dalam Ramah Tamah Pada sesi ramah tamah di aula sekolah, Gubernur membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan demi pendidikan. 



<p>Ia menceritakan masa kecil yang harus meninggalkan kampung halaman, bekerja serabutan untuk biaya sekolah, hingga akhirnya meniti karier dan dipercaya memimpin Papua Tengah.



<p>“Tidak ada jalan menuju kesuksesan tanpa pendidikan. Karena itu, tidak boleh ada anak Papua Tengah yang tertinggal, termasuk anak-anak SLB,” ujarnya.



<p>Peringatan Hardiknas ke-68 di Nabire ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap pendidikan yang inklusif, setara, dan bermutu bagi seluruh anak bangsa. (*)<div class="mvp-post-ad-wrap"><span class="mvp-ad-label">Advertisement</span><div class="mvp-post-ad"><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3745733846031431"
 crossorigin="anonymous"></script>
<!-- Article Inline Ads -->
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:block"
 data-ad-client="ca-pub-3745733846031431"
 data-ad-slot="7872616854"
 data-ad-format="auto"
 data-full-width-responsive="true"></ins>
<script>
 (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></div></div>

<p><!-- END THEIA POST SLIDER -->
Advertisements
Advertisements