<p><!-- BEGIN THEIA POST SLIDER -->

<p>NABIRE papuatengah.info. -Tahun 2023, kasus HIV-AIDS tertinggi tercatat di Kabupaten Nabire tercatat 9.412 kasus, menyusul Kota Jayapura 7.953 kasus, Mimika 7.130 kasus, Jayawijaya tercatat 6.883 kasus, Kabupaten Jayapura 4.533 kasus, Biak 2.904 kasus, Merauke 2.729 kasus, Paniai 2.111 kasus, Kepulauan Yapen 1.661 kasus dan Tolikara 1.177 kasus.



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250702-WA0023-576x1024.jpg" alt="" class="wp-image-1494" /></figure>



<p>Lalu, di Kabupaten Lanny Jaya 839 kasus, Pegunungan Bintang tercatat 825 kasus, Puncak Jaya 668 kasus, Dogiyai 484 kasus, Keerom 425 kasus, Asmat 327 kasus, Mappi 249 kasus, Boven Digul 214 kasus, Waropen 200 kasus, Supiori 192 kasus, Deiyai 114 kasus, Sarmi 99 kasus, Mamberamo Tengah 84 kasus, Yalimo 76 kasus, Puncak 66 kasus, Yahukimo 22 kasus, Mamberamo Raya 16 kasus, Intan Jaya 14 kasus dan Kabupaten Nduga satu kasus.<br>Data tahun 2025, Nabire menjadi daerah rangking/ urutan pertama orang terkena HIV-AIDS mencapai 10.494, diikuti Mimika 7.923 kasus, dan Paniai 2.747 kasus.



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250702-WA0025-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-1495" /></figure>



<p>Terkait itu Sekda Kabupaten Nabire Puter Erari, SE.,M.Si., menyatakan keprihatinannya.<br>&#8220;Jadi juara 1 kalau hal yang positif/baik itu boleh.Ini peringkat pertama hal yang tidak baik, kasus HIV-AIDS,&#8221; kelakarnya.<br>Untuk menangani kasus HIV-AIDS menurutnya Pemerintah Kabupaten Nabire akan membuat Satgas Khusus (Satgassus), bagaimana menangani kasus HIV-AIDS yang begitu tinggi dan bagaimana upaya dalam upaya menurunkannya. (ing elsa)

<p><!-- END THEIA POST SLIDER -->
Advertisements
Advertisements