<p><!-- BEGIN THEIA POST SLIDER -->

<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/10/1000072997-1024x576.jpg?v=1761480498" alt="" class="wp-image-5155" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/10/1000072989-1024x580.jpg?v=1761480522" alt="" class="wp-image-5156" /></figure>



<p>Teluk Wondama, Papua Barat —centralmedia &#8211; Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Papua Tengah termasuk Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., menghadiri puncak perayaan 1 Abad Nubuatan Izaak Samuel Kijne yang digelar di Tanah Peradaban Orang Papua, Teluk Wondama, pada Jumat (24/10/2025).



<p>Kedatangan rombongan Kapolda di Pelabuhan Wasior disambut hangat oleh panitia dan masyarakat setempat. Perayaan tersebut bukan sekadar momentum rohani, tetapi juga menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui institusi kepolisian dalam mendukung kehidupan sosial, budaya, dan spiritual masyarakat Papua.



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/10/1000072988-1024x580.jpg?v=1761480550" alt="" class="wp-image-5157" /></figure>



<p>Dalam kesempatan itu, Kapolda Papua Tengah bersama jajaran turut melaksanakan penyerahan bantuan kasih kepada panitia dan perwakilan dari 15 klasis gereja di wilayah tersebut. Penyerahan dipimpin langsung oleh Kabid Propam Polda Papua Tengah, Kompol Florensin Yuliet Nari, sebagai simbol kasih dan kepedulian Polri terhadap jemaat, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat yang berperan besar dalam menjaga keharmonisan serta kedamaian di Tanah Papua.<br>Suasana penuh haru dan keakraban mewarnai momen tersebut, mencerminkan semangat persaudaraan antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam kasih serta pelayanan.



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/10/1000072991-1024x768.jpg?v=1761480595" alt="" class="wp-image-5158" /></figure>



<p>Usai penyerahan bantuan, rombongan Kapolda melanjutkan perjalanan menuju Bukit Batu Peradaban, salah satu situs bersejarah yang menjadi simbol lahirnya iman, pendidikan, dan peradaban bagi masyarakat Papua.<br>Perjalanan menuju puncak menjadi ujian tersendiri.<br>Ribuan anak tangga sepanjang hampir tiga kilometer ditempuh dengan semangat juang tinggi di bawah teriknya matahari. Pos-pos medis disiagakan di sepanjang jalur pendakian untuk membantu para peserta yang kelelahan.



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/10/1000072990-1024x768.jpg?v=1761480635" alt="" class="wp-image-5159" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/10/1000072993-1024x768.jpg?v=1761480681" alt="" class="wp-image-5160" /></figure>



<p>Meski melelahkan, Kapolda dan rombongan tetap mantap melangkah hingga tiba di puncak Batu Peradaban. Dari tempat tertinggi itu, terbentang <em>panorama indah Teluk Wondama</em> yang meneguhkan rasa syukur dan kebanggaan seluruh peserta. Di lokasi itu pula, Kapolda berkesempatan bertemu Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, beserta Ibu, dalam suasana penuh persaudaraan dan kebersamaan.



<p>Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Pameran Izaak Samuel Kijne, yang menampilkan kisah perjuangan sang pendeta dan pendidik besar asal Belanda itu, sosok yang menanamkan dasar iman, pendidikan, dan peradaban di Tanah Papua melalui pendirian Normal School Miei pada tahun 1933.



<figure class="wp-block-image size-large"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/10/1000072992-1024x768.jpg?v=1761480729" alt="" class="wp-image-5161" /></figure>



<p>Kunjungan Kapolda Papua Tengah ke Teluk Wondama menjadi momentum penuh makna, perjalanan spiritual dan kebangsaan yang menegaskan bahwa kasih, persaudaraan, serta semangat melayani harus terus hidup di setiap hati anak bangsa di Tanah Papua. (***)

<p><!-- END THEIA POST SLIDER --><div class="mvp-post-ad-wrap"><span class="mvp-ad-label">Advertisement</span><div class="mvp-post-ad"><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3745733846031431"
 crossorigin="anonymous"></script>
<!-- Article Inline Ads -->
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:block"
 data-ad-client="ca-pub-3745733846031431"
 data-ad-slot="7872616854"
 data-ad-format="auto"
 data-full-width-responsive="true"></ins>
<script>
 (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></div></div>
Advertisements
Advertisements