<p><!-- BEGIN THEIA POST SLIDER -->

<figure class="wp-block-image size-full"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/09/1000061590.jpg?v=1758946703" alt="" class="wp-image-4640" /></figure>



<p>



<p>NABIRE – centralmedia &#8211; Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP-PPT), Agustinus Anggaibak, S.M, melayangkan kritik tajam terhadap proyek pelebaran jalan di Nabire. Ia menilai pembangunan yang ada saat ini tidak mencerminkan status Nabire sebagai ibukota Provinsi Papua Tengah.<br>Menurut Anggaibak, sudah seharusnya pelebaran jalan disesuaikan dengan status Nabire sebagai Ibukota Provinsi Papua Tengah.



<p>Anggaibak secara khusus menyoroti pelebaran jalan dari kota menuju Bandara yang menurutnya terlalu sempit.<br>&#8220;Ini sudah bukan kabupaten, ini sudah ibu kota provinsi! Pembangunan jalan harus serius, jangan asal-asalan,&#8221; tegasnya Kamis (25/09/25).



<p>Menurutnya, pelebaran jalan seharusnya dilakukan secara signifikan, yakni menambah 5 meter ke kiri dan 5 meter ke kanan. Ukuran ini dinilai layak untuk mengakomodasi kepadatan lalu lintas di ibu kota provinsi. ;



<p>Menanggapi kekhawatiran terkait pembebasan lahan, Anggaibak menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu ragu. Ia menekankan pentingnya ganti rugi yang adil.<br>&#8220;Kalau ada rumah masyarakat yang harus dibongkar, tidak apa-apa dan dibayar ganti ruginya sesuai aturan. Pemerintah harus menganggarkan dana untuk itu,&#8221; ungkapnya.<div class="mvp-post-ad-wrap"><span class="mvp-ad-label">Advertisement</span><div class="mvp-post-ad"><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3745733846031431"
 crossorigin="anonymous"></script>
<!-- Article Inline Ads -->
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:block"
 data-ad-client="ca-pub-3745733846031431"
 data-ad-slot="7872616854"
 data-ad-format="auto"
 data-full-width-responsive="true"></ins>
<script>
 (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></div></div>



<p>Ketua MRP-PPT itu mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur adalah investasi jangka panjang yang akan dinikmati oleh semua pihak. &#8220;Pembangunan jalan dan jembatan itu untuk kepentingan umum. Masyarakat, pegawai kah, pejabat kah semua akan menikmatinya, jadi jangan merasa rugi, karena ini kepentingan umum,&#8221; tandasnya.



<p>Anggaibak mendesak pemerintah untuk segera bertindak, mengingat saat ini masih banyak lahan kosong di sepanjang jalan utama. Menurutnya, pembangunan yang setengah hati akan merugikan wajah provinsi di masa depan.<br>&#8220;Mumpung sekarang jalan masih banyak yang kosong. Pemerintah harus bertindak sekarang!&#8221; serunya.



<p>Anggaibak juga menyasar peran DPR. &#8220;DPR jangan asal &#8216;toki meja&#8217; (ketuk meja). Kalau kebijakan anggaran mereka miring, daerah ini akan miring juga,&#8221; katanya.



<p>Anggaibak menyoroti peran strategis DPR dalam pengawasan anggaran.<br>&#8220;DPR harus mengontrol anggaran. Kebijakan yang mereka ambil harus yang terbaik, bukan sekadar &#8216;asal bapak senang&#8217;,&#8221; pungkasnya, menekankan bahwa martabat Provinsi Papua Tengah harus menjadi prioritas utama. (red)

<p><!-- END THEIA POST SLIDER --><div class="mvp-post-ad-wrap"><span class="mvp-ad-label">Advertisement</span><div class="mvp-post-ad"><script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-3745733846031431"
 crossorigin="anonymous"></script>
<!-- Article Inline Ads -->
<ins class="adsbygoogle"
 style="display:block"
 data-ad-client="ca-pub-3745733846031431"
 data-ad-slot="7872616854"
 data-ad-format="auto"
 data-full-width-responsive="true"></ins>
<script>
 (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script></div></div>
Advertisements
Advertisements