<p><!-- BEGIN THEIA POST SLIDER --></p>

<figure class="wp-block-image size-full"><img src="https://papuatengah.info/news/wp-content/uploads/2025/09/1000009189.png?v=1758080040" alt="" class="wp-image-4458" /></figure>



<p></p>



<p><strong>NABIRE </strong>– centralmedia &#8211; Kepolisian Daerah (PoldaO Papua Tengah menggelar Latihan Pra (Laptra) Operasi (Ops) Jaran Noken 2025 di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire, Selasa (16/09/2025) pukul 09.30 WIT. <br>Kegiatan ini merupakan langkah persiapan penting dalam rangka menanggulangi berbagai bentuk kejahatan jalanan, seperti pencurian biasa, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor serta tindak pidana lainnya.<br>Kegiatan dihadiri langsung Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., Karo Ops Polda Papua Tengah Kombes Pol. Raymond Marcellino Masengi, S.I.K., M.H., Dirreskrimum Polda Papua Tengah Kombes Pol. Adi Tri Widiyanto, S.I.K., S.H., serta seluruh peserta Ops Jaran Noken 2025.<br>Dalam sambutannya, Karo Ops menyatakan Operasi Jaran Noken 2025 merupakan operasi kewilayahan pertama yang digagas langsung Kapolda Papua Tengah sebagai respons atas tingginya angka kriminalitas di Nabire dan Timika.<br>“Ini adalah program andalan Kapolda Papua Tengah untuk membuktikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat bahwa Polda Papua Tengah mampu mengendalikan situasi Kamtibmas, khususnya di Kabupaten Nabire,” ujar Kombes Raymond.<br>&#8220;Operasi ini bertujuan menekan angka kejahatan seperti Curas, Curat, Curanmor dan tindak pidana lainnya serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,&#8221; imbuhnya.<br><br>Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dirreskrimum Polda Papua Tengah, kemudian istirahat dan dilanjutkan kembali dengan pemaparan dari Karo Ops Polda Papua Tengah.<br>Dalam arahannya, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K. menekankan pentingnya menjaga profesionalisme dan komunikasi yang baik dengan masyarakat selama pelaksanaan operasi.<br>Menurut Kapolda, Operasi ini berlangsung selama 30 hari di Kabupaten Nabire. Kita buat operasi ini untuk mengimbangi situasi yang berkembang, mulai dari Curas, Curat, Curanmor hingga kejahatan lainnya. Harapan Pimpinan, kita mampu mengembalikan kepercayaan publik kepada Polri. Jaga sikap dan ucapan agar tidak menyinggung masyarakat serta ambil simpati mereka melalui pelayanan yang humanis. (***)</p>

<p><!-- END THEIA POST SLIDER --></p>
Advertisements
Advertisements