NABIRE- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan akselerasi proses pembangunan yang merata untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat daerah terpencil, pelosok maupun tertinggal.
TMMD, adalah program pembangunan desa yang melibatkan TNI dan pemerintah daerah. Sejarahnya dimulai dari program ABRI Masuk Desa (AMD) pada tahun 1980, yang kemudian bertransformasi menjadi TMMD pada era reformasi. Tujuan utamanya adalah mempercepat pembangunan di daerah tertinggal dan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Setelah era reformasi dan perubahan nama ABRI menjadi TNI, program ini berganti nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada tahun 2007.
TMMD bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antara kota dan desa, serta antara pulau Jawa dan luar Jawa. Program ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Tujuan dan Sasaran TMMD meliputi pembangunan fisik dan non-fisik. Pembangunan Fisik fokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, dan fasilitas umum lainnya. Sementara pembangunan Non-Fisik melibatkan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas masyarakat desa, dan kegiatan sosial lainnya.
Advertisement
TMMD juga menjadi sarana untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI. Dalam pelaksanaannya, TMMD melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.
Pembangunan fisik dan non-fisik disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah yang menjadi sasaran TMMD.
TMMD memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, seperti peningkatan infrastruktur, peningkatan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup. Singkatnya, TMMD adalah program yang lahir dari semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksanaan program TMMD tentu sangat diharapkan sesuai dengan perencanaan yang dibuat serta mampu berjalan dengan optimal. TMMD yang bergulir rutin hendaknya mengacu pada dua hal penting yakni aspek kesesuaian serta berbasis pada kebutuhan dari masyarakat.
Sejumlah cerita menarik datang dari kegiatan TMMD. Ditengah suka dan duka tak jarang prajurit TNI selama TMMD berlangsung ternyata mendapatkan berkah seperti mendapatkan “Tambatan Hati” dan akhir mempersunting gadis desa yang ditemuinya . Hal itu tentu menunjukkan sebagai indikator bahwa hubungan komunikasi sosial antara TNI dan masyarakat berjalan secara alami dengan baik, karena mustahil tanpa hubungan sosial komunikasi yang baik prajurit mendapatkan jodoh.
Advertisement
TMMD Dan Nilai Manfaatnya
Sebuah pertanyaan penting untuk dikemukakan, masihkan TMMD punya nilai manfaat disaat negara ini sudah memasuki era baru yang dinamakan reformasi dalam membangun hubungan komunikasi yang sehat antara rakyat dengan TNI.
Keterlibatan TNI dalam bentuk partisipasi aktif terhadap sensifitas persoalan masyarakat yang dikemas dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) dan lain sebagainya secara hukum memang telah dipayungi, namun lebih dari itu sebenarnya TNI tidak boleh tinggal diam terhadap persoalan masyarakat padahal dengan segenap kemampuan yang dipunyai, TNI bisa memberikan kontribusi positif dalam membantu persoalan masyarakat.
Bagaimanapun TNI tidak boleh mengingkari proses kelahirannya yang lahir dari rakyat dan dibesarkan oleh rakyat, artinya apa yang dilakukan TNI harus berorentasi kepada kepentingan rakyat. Dalam visi dan misi TNI keprofesionalan TNI dalam melakukan tugas pokoknya harus terbangun spirit untuk dicintai dan mencintai rakyatnya.
Terkait dengan kegiatan TMMD bisa dijadikan bentuk pola komunikasi yang sehat dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sudah beragam bentuk proyek yang telah dilakukan TNI, bahkan yang mengembirakan, ungkapan terima kasih dan permintaan dari warga agar wilayahnya dijadikan sasaran proyek TMMD terus bertambah tiap waktu.
Apa dan bagaimana nilai manfaat dari TMMD itu sendiri, dari beberapa fakta lapangan yang telah kita tangkap, sebenarnya telah memberi gambaran TMMD sampai saat ini masih memberikan nilai manfaat, niat baik dari awal ini tentu bagi TNI ini bisa menjadi wadah positif untuk membangun citra positif dan sekaligus komitmen TNI sebagai bentuk pengimplementasian Delapan Wajib TNI.
Advertisement
Disisi rakyat atau warga, yang paling kasat mata adalah mengangkat keterpurukan warga untuk segera bangkit dan maju, karena persoalan minimnya sarana dan prasarana terkadang itu menjadi sebab kemajuan menjadi lamban, tetapi dengan adanya TMMD yang lebih dikonsentrasikan pada pengerjaan-pengerjaan yang menyentuh kepentingan warga, seperti jalan dengan perlahan kemajuan itu bisa dirasakan, transportsai semakin mudah, aksespun semakin terbuka.
Sisi yang lain konsep pertahanan rakyat semesta, dimana TNI sebagai komponen inti dan rakyat sebagai komponen pendukung akan semakin mudah untuk dilakukan, karena telah terbangunnya suasana interaksi yang positif antara TNI dan rakyat. Tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI tidak akan terbantu kalau tidak ada kebersamaan dan kesatupaduan, Semoga saja semangat kemanunggalan TNI rakyat ini terus terjaga.
Walaupun bangsa ini telah masuk pada era reformasi tapi tidak mengkikis habis apa yang telah baik dan terbangun sebelumnya, yang harus dirubah atau direfomasi tentu yang kontraproduktif dan membelenggu bangsa ini, tapi kalau fungsi territorial TNI lewat wadah TMMD tentu tidak, buktinya semua masih menilai baik dan rakyat masih butuh keberadaan TNI dalam mengejar ketertinggalan pembangunan. Memang itu ada benarnya sepanjang TNI mengawali dengan niat baik, rakyat pasti mendukung dan membela. (ing elsa) dari berbagai sumber media
Dogiyai, Papua Tengah | Papuatengah.info — Pagi yang seharusnya tenang di Moanemani berubah menjadi duka. Di depan Gereja Ebenezer, sebuah ruang yang selama ini menjadi tempat harapan dan doa, kekerasan justru terjadi dan meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.
Seorang anggota Sat Binmas Polres Dogiyai berinisial JE menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal pada Selasa (31/3/2026). Pelaku menyerang korban secara tiba-tiba. Rekan-rekan korban segera mengevakuasi JE ke RSUD Dogiyai. Namun, tenaga medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya akibat luka serius yang ia alami.
Setelah kejadian itu, situasi keamanan langsung memanas. Aparat gabungan TNI dan Polri bergerak cepat melakukan penyisiran di sejumlah titik, terutama di sekitar Pasar Moanemani. Mereka berupaya mengendalikan situasi dan memburu pelaku.
Namun demikian, ketegangan di lapangan justru meningkat. Dalam proses penyisiran, insiden penembakan terjadi dan mengenai warga sipil. Berdasarkan keterangan warga, tiga orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Sipi Tibakoto meninggal dunia setelah peluru mengenai bagian kepalanya. Sementara itu, Yulita Pigai mengalami luka tembak di betis dan Martinus Yobee menderita luka tembak di bagian perut. Warga sekitar segera membantu para korban dan membawa mereka untuk mendapatkan pertolongan.
Di tengah situasi itu, suasana Dogiyai berubah mencekam. Warga memilih menutup aktivitas dan bertahan di rumah. Jalanan yang biasanya ramai mendadak sepi, sementara aparat berjaga di berbagai sudut kota.
Lebih jauh, peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga menghadirkan ketakutan yang nyata di tengah masyarakat. Banyak warga berharap situasi segera pulih agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan tenang.
Hingga kini, pihak keamanan masih melakukan pendalaman terkait kronologi penikaman maupun insiden penembakan terhadap warga sipil. Aparat juga terus berupaya memastikan keamanan wilayah tetap terkendali.
Pada akhirnya, tragedi ini menjadi pengingat bahwa keamanan dan kemanusiaan harus berjalan beriringan. Di tengah konflik dan ketegangan, harapan akan kedamaian tetap hidup di hati masyarakat Dogiyai. (*)
Persipuncak Cartenz Vs Persido Dogiyai dengan skor 2–1 pada laga semifinal Liga 4 PSSI Papua Tengah di Stadion Wania SP4, Mimika, Senin (16/3/2026). Kemenangan tersebut membawa Persipuncak Cartenz melaju ke Grand Final.
Share berita :
Mimika, Papua Tengah | Papuatengah.info – Tim Persipuncak Cartenz memastikan langkah ke partai puncak Liga 4 PSSI Papua Tengah setelah menaklukkan Persido Dogiyai dengan skor tipis 2–1 pada laga semifinal yang digelar di Stadion Wania SP4, Kabupaten Mimika, Senin (16/3/2026) pagi.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka. Serangan demi serangan silih berganti tercipta, memperlihatkan ambisi kuat dari masing-masing tim untuk mengamankan satu tiket menuju final.
Namun hingga pertandingan berakhir, Persipuncak Cartenz mampu mempertahankan keunggulan dan memastikan kemenangan dengan skor 2–1 atas Persido Dogiyai.
Kemenangan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Puncak, Elvis Tabuni, yang hadir memberikan dukungan kepada skuad Persipuncak Cartenz. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Puncak itu menjadi tambahan semangat bagi para pemain di lapangan.
Advertisement
Usai pertandingan, Elvis Tabuni menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan tim kebanggaan masyarakat Puncak melaju ke babak final.
“Kami bersyukur kepada Tuhan atas kemenangan di semifinal ini. Anak-anak sudah berjuang dengan sangat baik dan menunjukkan semangat yang luar biasa,” ujarnya.
Sebagai pembina tim Persipuncak Cartenz, ia mengaku sejak awal memiliki keyakinan bahwa tim tersebut mampu melangkah jauh hingga meraih gelar juara.
“Sejak awal saya sudah membayangkan bahwa piala Liga 4 Papua Tengah ini akan kembali ke Ilaga. Semua perjuangan tim ini kami serahkan kepada Tuhan,” tegasnya.
Selain memberikan motivasi, Bupati juga mengingatkan para pemain untuk tetap menjaga sikap dan nama baik Kabupaten Puncak menjelang pertandingan final.
Advertisement
“Saya minta semua pemain menahan diri dan tidak membuat gerakan tambahan yang dapat merugikan tim. Jaga nama baik Kabupaten Puncak,” pesannya.
Sementara itu, Manajer tim Persipuncak Cartenz, Keril Tabuni, menyebut kemenangan tersebut sebagai buah dari kerja keras seluruh pemain dan pelatih.
“Kemenangan hari ini kami percaya terjadi atas kehendak Tuhan. Semua pemain sudah bekerja keras di lapangan,” katanya.
Meski demikian, ia tidak ingin terlalu banyak menjanjikan hasil menjelang pertandingan final.
“Kami tidak bisa menjanjikan banyak kepada Bapak Bupati untuk pertandingan besok. Semua kami serahkan kepada Tuhan,” tambahnya.
Advertisement
Di sisi lain, pelatih kepala Persipuncak Cartenz, Masco Kiwak, mengingatkan para pemain agar segera fokus mempersiapkan diri menghadapi laga puncak.
“Yang paling penting sekarang adalah menjaga kondisi dan stamina. Besok kita akan bermain di Grand Final, jadi semua pemain harus benar-benar siap,” ujarnya.
Ia juga meminta para pemain untuk mengesampingkan hal-hal di luar pertandingan agar konsentrasi tim tetap terjaga.“Fokus saja pada pertandingan besok. Hal-hal lain tolong dilewatkan dulu,” tegasnya.
Dengan kemenangan ini, Persipuncak Cartenz memastikan diri melaju ke Grand Final Liga 4 PSSI Papua Tengah, membawa harapan besar masyarakat Kabupaten Puncak agar trofi juara dapat dibawa pulang ke Ilaga. (*)
Frans Dekme bersama tim Papua Muda Inspirasi Mimika menunjukkan kolam terpal metode bioflok yang disiapkan untuk penebaran 25 ribu benih ikan nila di Kabupaten Mimika.
Share berita :
Mimika | Papuatengah.info — Semangat kemandirian generasi muda Papua mulai terlihat dari sektor perikanan budidaya. Berbekal ilmu dari pelatihan budidaya ikan air tawar, sejumlah anak muda di Kabupaten Mimika kini mulai mengembangkan usaha perikanan secara mandiri.
Frans Dekme bersama rekannya dari Papua Muda Inspirasi Mimika merupakan peserta pelatihan budidaya ikan air tawar yang mengikuti program Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Subang, Jawa Barat pada September 2025.Setelah kembali ke Mimika, mereka langsung bergerak.
Dengan memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan, mereka membangun 16 kolam terpal menggunakan metode bioflok sebagai langkah awal mengembangkan usaha budidaya ikan.
“Saat ini kami sudah memiliki 16 kolam terpal dengan metode bioflok dan telah menyiapkan sekitar 25 ribu benih ikan nila yang siap ditebar,” ujar Frans Dekme.
Advertisement
Menurutnya, pengembangan budidaya ikan tersebut menjadi bukti bahwa program pelatihan yang diberikan pemerintah dapat langsung diterapkan oleh para peserta di daerah masing-masing.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi, khususnya bagi generasi muda Papua yang ingin terjun ke sektor perikanan budidaya.
Lebih lanjut, Frans menyampaikan bahwa pihaknya juga berencana mengundang Gubernur Papua Tengah untuk meresmikan kegiatan budidaya ikan yang telah mereka kembangkan tersebut.Ia berharap usaha budidaya ikan ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kami, budidaya ini bisa berkembang lebih besar, membuka peluang usaha baru, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk berani memulai dan memanfaatkan peluang yang ada,” ujarnya.
Melalui langkah kecil yang dimulai dari 16 kolam terpal dan puluhan ribu benih ikan nila, para anak muda ini menunjukkan bahwa semangat belajar, kerja keras, dan kolaborasi mampu menjadi pondasi kuat dalam membangun kemandirian ekonomi di tanah Papua. (*)
Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, melakukan kunjungan ke sejumlah klinik dan rumah sakit untuk memverifikasi pasien
Share berita :
Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire melakukan investigasi langsung terhadap sejumlah siswa dan guru yang menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem mengatakan pihaknya turun langsung melakukan observasi, pendataan, serta verifikasi di sejumlah fasilitas kesehatan pada Minggu (15/03/2026).
Beberapa fasilitas kesehatan yang dikunjungi di antaranya Klinik Alfa, Klinik Gresli, Klinik Larasati, serta RSUD Nabire.
“Kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan apakah siswa atau guru yang dirawat memiliki gejala yang berkaitan dengan konsumsi makanan dari program MBG,” ujar Marsel kepada awak media.
Advertisement
Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan untuk memastikan data yang akurat sebelum menentukan pasien yang biaya pengobatannya akan ditanggung oleh program MBG.
BGN menetapkan sejumlah kriteria dalam proses verifikasi tersebut, seperti status pasien sebagai siswa atau guru penerima manfaat MBG, sekolah asal, waktu konsumsi makanan, serta jarak waktu munculnya gejala setelah makanan dikonsumsi.
“Jika gejala muncul terlalu lama setelah waktu makan, tentu sulit dikaitkan dengan MBG. Karena itu kami harus memverifikasi secara cermat setiap kasus,” jelasnya.
Dari hasil pengecekan sementara terhadap rekam medis dan hasil laboratorium pasien, sebagian besar pasien yang menjalani perawatan menunjukkan gejala tifus (tipes).
Marsel juga menegaskan bahwa tidak semua kasus diare atau gangguan kesehatan yang terjadi di masyarakat dapat langsung dikaitkan dengan program MBG.
“Sekarang banyak juga kasus diare di masyarakat, tetapi tidak semuanya berasal dari MBG. Karena itu kami harus memilah mana yang benar-benar menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.
Advertisement
Dalam proses pendataan, BGN juga memastikan status para guru yang menjalani perawatan, termasuk apakah mereka benar merupakan tenaga pengajar di sekolah penerima manfaat program MBG.
Selain itu, pihak BGN juga menegaskan bahwa makanan MBG hanya diperuntukkan bagi penerima manfaat resmi, seperti siswa dan guru di sekolah yang dilayani dapur program tersebut.
Jika makanan tersebut dikonsumsi oleh anggota keluarga lain di rumah, maka biaya pengobatan tidak dapat ditanggung oleh program MBG.
“MBG merupakan makanan siap santap yang disajikan di sekolah dan harus langsung dikonsumsi. Makanan basah tidak boleh dibawa pulang karena bisa menurun kualitasnya,” kata Marsel.
Dalam program MBG selama Ramadan, dapur MBG menyediakan dua jenis menu, yakni menu basah dan menu kering. Menu basah harus langsung dikonsumsi di sekolah, sedangkan menu kering diperbolehkan untuk dibawa pulang.
Advertisement
Dari hasil pendataan di fasilitas kesehatan, BGN mencatat terdapat dua pasien di Klinik Larasati, delapan pasien di Klinik Alfa, serta tiga pasien di Klinik Gresli.
Namun beberapa pasien telah diperbolehkan pulang oleh tenaga medis setelah kondisi mereka membaik.
“Di Klinik Alfa awalnya ada delapan pasien, dua di antaranya sudah pulang sehingga saat ini tersisa enam pasien yang masih dirawat,” jelas Marsel.
Sebagian besar pasien dilaporkan sudah berangsur pulih, bahkan beberapa di antaranya sudah dapat makan, bermain, serta beraktivitas kembali.
BGN Nabire menyatakan akan terus memantau kondisi para pasien serta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. (*)
Personel Sat Lantas Polres Nabire menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus kecelakaan lalu lintas kepada Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Kamis (12/03/2026).
Share berita :
Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info – Upaya penegakan hukum terhadap kasus kecelakaan lalu lintas kembali berlanjut di Kabupaten Nabire. Satuan Lalu Lintas Polres Nabire secara resmi menyerahkan tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Kamis (12/03/2026).
Penyerahan tersebut merupakan bagian dari tahap II proses hukum, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P.21 oleh pihak Kejaksaan Negeri Nabire.
Tersangka dalam perkara ini berinisial M, laki-laki kelahiran Nabire, 16 November 1977. Ia diketahui berprofesi sebagai pekerja swasta dan berdomisili di Jalan Ilu, Kelurahan Girimulyo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Personel Sat Lantas Polres Nabire yang terdiri dari IPDA Satrio D. Soetrisno, BRIPTU Noak A. Raru, dan BRIPDA Allen Mirino menyerahkan tersangka bersama barang bukti kepada Ajun Jaksa Madya As’ad Djaelani Sibghatullah, S.H. sekitar pukul 12.00 WIT di Kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Jalan Merdeka.
Perkara ini bermula dari kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Sabtu, 17 November 2025 di Jalan Poros Nabire Barat, tepatnya di depan Dealer Honda Sinar Pagi, Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat.
Saat itu, tersangka M mengendarai sepeda motor Honda Megapro nomor polisi PA 3384 KM. Kendaraan tersebut kemudian terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Honda Beat Street nomor polisi PT 5832 AP yang dikendarai pemuda berinisial CAT dengan penumpang GAT.
Benturan keras antara kedua kendaraan tersebut menimbulkan dampak serius. Pengendara Honda Beat Street mengalami patah tulang pada tangan kiri, sementara penumpangnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Nabire.
Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan raya.
Dalam penyerahan tahap II tersebut, penyidik Sat Lantas Polres Nabire turut menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pihak kejaksaan, antara lain: Satu unit sepeda motor Honda Megapro, Satu unit sepeda motor Honda Beat Street, Dua lembar STNK kendaraan, Satu lembar SIM C milik tersangka serta Satu buah flashdisk berisi rekaman CCTV kejadian.
Kasus ini disangkakan melanggar Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juncto Pasal 474 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Proses penyerahan tersangka dan barang bukti berlangsung hingga pukul 14.00 WIT dan berjalan aman serta lancar.
Advertisement
Pengingat Keselamatan Berkendara Polres Nabire melalui Satuan Lalu Lintas menegaskan komitmennya untuk terus menegakkan hukum di bidang lalu lintas. Selain itu, kepolisian juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan saat berkendara.
Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan orang lain di jalan.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama menjelang berbagai momentum besar seperti hari raya dan aktivitas ekonomi, keselamatan berkendara menjadi tanggung jawab bersama. (*)
Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs kami. Dengan menggunakan situs kami, Anda menyetujui penggunaan cookies.
Situs web ini menggunakan cookie
Situs web menyimpan cookie untuk meningkatkan fungsionalitas dan mempersonalisasi pengalaman Anda. Anda dapat mengelola preferensi Anda, tetapi memblokir beberapa cookie dapat memengaruhi kinerja dan layanan situs.
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
Name
Description
Duration
Cookie Preferences
This cookie is used to store the user's cookie consent preferences.
30 days
These cookies are needed for adding comments on this website.
Name
Description
Duration
comment_author_url
Used to track the user across multiple sessions.
Session
comment_author
Used to track the user across multiple sessions.
Session
comment_author_email
Used to track the user across multiple sessions.
Session
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Used to monitor number of Google Analytics server requests when using Google Tag Manager
1 minute
_ga_
ID used to identify users
2 years
_gid
ID used to identify users for 24 hours after last activity
24 hours
_gali
Used by Google Analytics to determine which links on a page are being clicked
30 seconds
__utmx
Used to determine whether a user is included in an A / B or Multivariate test.
18 months
_ga
ID used to identify users
2 years
__utmz
Contains information about the traffic source or campaign that directed user to the website. The cookie is set when the GA.js javascript is loaded and updated when data is sent to the Google Anaytics server
6 months after last activity
__utmv
Contains custom information set by the web developer via the _setCustomVar method in Google Analytics. This cookie is updated every time new data is sent to the Google Analytics server.
2 years after last activity
__utmc
Used only with old Urchin versions of Google Analytics and not with GA.js. Was used to distinguish between new sessions and visits at the end of a session.
End of session (browser)
__utmb
Used to distinguish new sessions and visits. This cookie is set when the GA.js javascript library is loaded and there is no existing __utmb cookie. The cookie is updated every time data is sent to the Google Analytics server.
30 minutes after last activity
__utmt
Used to monitor number of Google Analytics server requests
10 minutes
__utma
ID used to identify users and sessions
2 years after last activity
_gac_
Contains information related to marketing campaigns of the user. These are shared with Google AdWords / Google Ads when the Google Ads and Google Analytics accounts are linked together.