Connect with us
IMG-20250812-WA0016

Kriminal

OTK Tembak Karyawan di Area Jayapura Eks Pontil Grasberg

Published

on

Insiden penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi di area Jayapura Eks Pontil bekas lahan reklamasi Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (11/03/2026).
Share berita :

TEMBAGAPURA, Papua Tengah | Papuatengah.info — Insiden penembakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi di area Jayapura Eks Pontil bekas lahan reklamasi Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (11/03/2026) sekitar pukul 08.39 WIT.

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang karyawan Departemen Eksplorasi berinisial SM meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kapolda Papua Tengah Kombes Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si. membenarkan adanya insiden penembakan tersebut. Ia mengatakan aparat kepolisian langsung merespons cepat dengan menuju lokasi kejadian.

Advertisement

“Benar, kejadian tersebut langsung kami respons dengan cepat. Personel segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan informasi awal, satu orang karyawan Departemen Eksplorasi meninggal dunia di dalam kendaraan operasional,” ujar Kapolda.

Korban diketahui mengalami luka tembak di bagian bawah telinga kiri.Saat kejadian, korban berada di dalam kendaraan operasional jenis pick up bersama seorang saksi berinisial AM.

Kendaraan tersebut diketahui melintas di area bekas lahan reklamasi Bunaken/Jayapura Crusher. Sekitar pukul 08.39 WIT, saksi AM mendengar satu kali bunyi tembakan.

Sesaat kemudian ia melihat korban yang duduk di sampingnya telah bersimbah darah akibat luka tembak.Menyadari situasi tersebut, saksi segera melaporkan kejadian melalui radio emergency kepada pihak kantor. Ia kemudian keluar dari kendaraan dan bersembunyi di balik bebatuan untuk menyelamatkan diri hingga tim keamanan tiba di lokasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 08.50 WIT, Kanit Reskrim Polsek Tembagapura Ipda Akhmad Y. Wiratama, S.Tr.K bersama personel Polsek Tembagapura langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan serta penanganan awal di tempat kejadian perkara.

Selanjutnya, korban dievakuasi menuju RS ISOS Tembagapura pada pukul 10.05 WIT dan tiba sekitar pukul 10.40 WIT. Berdasarkan keterangan tim medis rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia dan jenazah ditempatkan di ruang jenazah rumah sakit.

Advertisement

Sementara itu, saksi AM tiba di RS ISOS pada pukul 11.45 WIT untuk mendapatkan perawatan medis. Ia mengalami luka lecet pada telapak tangan kanan akibat terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.

Hingga saat ini, saksi masih dalam kondisi trauma sehingga belum dapat dimintai keterangan secara lengkap oleh pihak kepolisian. Dalam peristiwa tersebut, tercatat satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan.

Saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, serta pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap pelaku penembakan dan motif kejadian.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.“Setiap perkembangan terkait penanganan kasus ini akan kami sampaikan secara resmi kepada publik dan media,” ujar Kapolda. (*)

Advertisement

Advertisements
Ad 3
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Business

Anggota DPRK Intan Jaya Apresiasi Aksi Demonstrasi Damai Warga Sugapa

Published

on

Share berita :

Intan Jaya, Papua Tengah- centralmedia – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Intan Jaya dari Partai Perindo, Aljono Bagau, memberikan apresiasi terhadap aksi demonstrasi damai yang digelar oleh berbagai unsur dan elemen masyarakat di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Selasa (28/10/2025).

Aksi yang berlangsung di depan Kantor Bupati Intan Jaya tersebut diikuti oleh sejumlah warga dari berbagai kalangan yang menyampaikan aspirasi agar pemerintah daerah hingga pemerintah pusat menghentikan penempatan aparat militer dalam jumlah besar di wilayah Intan Jaya.

Para peserta aksi menilai, kehadiran aparat militer dan pembangunan pos-pos di sekitar perkampungan penduduk telah menimbulkan keresahan dan rasa takut di kalangan warga. Mereka juga menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya sejumlah warga sipil di Kampung Swanggama dan beberapa lokasi lain di Intan Jaya yang diduga terjadi saat pelaksanaan operasi militer.

Menanggapi aksi tersebut, Aljono Bagau menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang telah menyalurkan pendapatnya secara damai.

“Saya memberikan apresiasi kepada warga Intan Jaya yang menyuarakan aspirasi dengan cara yang damai dan tertib. Aksi ini membuka mata semua pihak atas keresahan serta kekhawatiran yang selama ini dirasakan masyarakat,” ungkap Aljono Bagau kepada media.

Menurutnya, aspirasi masyarakat melalui demonstrasi adalah amanah yang harus ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait, termasuk DPRK, pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun institusi TNI dan Polri.

Meskipun tidak berada di tempat saat aksi berlangsung, Aljono menegaskan bahwa DPRK Intan Jaya tetap memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memperjuangkan suara rakyat.

Ia juga menyatakan sepakat dengan Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, yang sebelumnya menilai bahwa aksi demonstrasi tersebut seharusnya diterima langsung oleh lembaga DPRK.

Advertisement

“Saya sependapat dengan Bupati bahwa DPRK harus hadir menerima aspirasi masyarakat. Namun saat ini, kami menghadapi kendala teknis karena kantor DPRK belum memiliki fasilitas alat tulis kantor (ATK) dan sarana kerja yang memadai,” jelas Aljono.

Sebagai penutup, Aljono Bagau menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidakhadiran lembaga DPRK di lokasi saat aksi berlangsung, seraya berkomitmen untuk memastikan aspirasi warga tetap diteruskan dan diperjuangkan melalui jalur kelembagaan. (red)

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

Daerah

Ketua Poksus DPRK Intan Jaya Sesalkan Pembakaran Mahkota Cendrawasih oleh BBKSDA Papua

Published

on

Share berita :

Sugapa Intan Jaya, Papua Tengah, 23 Oktober 2025 — centralmedia- Ketua Kelompok Khusus (Poksus) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Intan Jaya, Bartolomius Mirip, menyayangkan tindakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua yang melakukan pembakaran sejumlah mahkota berbahan bulu cendrawasih, kasuari, dan nuri. Ia menilai langkah tersebut berlebihan dan mencederai nilai-nilai budaya masyarakat Papua yang menjunjung tinggi simbol burung cendrawasih sebagai lambang kehormatan dan identitas adat.

Menurut Bartolomius, tindakan pembakaran itu tidak hanya mengabaikan aspek sosial-budaya, tetapi juga menyinggung perasaan masyarakat adat yang memaknai mahkota burung cendrawasih sebagai bagian penting dari tradisi dan status sosial dalam masyarakat Papua.

“Kalau benar alasan pelarangan adalah untuk kepentingan konservasi, mestinya dilakukan dengan cara yang lebih bijaksana. Barang-barang tersebut bisa dikumpulkan dan diserahkan kepada tokoh adat untuk disimpan di balai warisan budaya atau museum daerah, bukan dibakar,” tegas Bartolomius di Sugapa, Kamis (23/10/2025).

Ia menambahkan, Burung Cendrawasih tidak hanya memiliki nilai ekologis sebagai satwa dilindungi, tetapi juga memiliki makna simbolik yang mendalam dalam berbagai upacara adat, pernikahan, serta kegiatan budaya lainnya. Karena itu, ia meminta BBKSDA Papua agar lebih berhati-hati dan sensitif dalam mengambil kebijakan penegakan hukum yang berkaitan dengan satwa endemik Papua.

Dikatakan Barto, tindakan seperti ini bisa menimbulkan salah paham bahkan konflik. Pemerintah perlu membuat mekanisme yang menghormati hukum konservasi tanpa mengabaikan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Papua.

Advertisement

Meski demikian, Bartolomius juga mengingatkan masyarakat Papua untuk ikut berperan dalam menjaga kelestarian satwa endemik seperti Cendrawasih, Kasuari, dan nuri. Ia menegaskan, praktik perburuan liar harus dihentikan agar tidak mempercepat kepunahan burung-burung kebanggaan Papua tersebut.

“Masyarakat Papua juga harus berhenti berburu Cendrawasih, Kasuari, dan Nuri. Jika hal ini terus terjadi, anak cucu kita tidak akan bisa lagi melihatnya,” tuturnya.

Bartolomius mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk menyusun regulasi yang lebih jelas dalam perlindungan satwa khas Papua, sekaligus memberikan sanksi tegas bagi pelaku pelanggaran.

“Aturan yang tegas akan menjadi bentuk penghormatan atas anugerah Tuhan bagi bangsa Papua. Jika masih ada yang melanggar, perlu diberikan sanksi agar menimbulkan efek jera,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat dari wilayah Pegunungan Tengah Papua, Bartolomius menekankan pentingnya sinergi antara pelestarian alam dan pelestarian budaya. Pemerintah, masyarakat adat, dan lembaga konservasi diminta bekerja sama membangun kesadaran bersama bahwa menjaga satwa Papua berarti menjaga identitas dan masa depan generasi berikutnya.

Advertisement

“Konservasi bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal tanggung jawab moral kita terhadap ciptaan Tuhan dan warisan budaya bangsa,” pungkasnya.(ing elsa)

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

Daerah

Pangdam XVII/Cenderawasih Kunjungi Makorem 173/PVB, Disambut Danrem 173/PVB dan Tarian Adat

Published

on

Share berita :

Nabire, Papua Tengah – centralmedia – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P mengunjungi Markas Komando Distrik Militer (Makorem) 173/ Praja Vira Braja (PVB), Selasa (21/10/2025).


Kedatangan Pangdam yang didampingi Ibu Amrin Ibrahim itu disambut langsung Danrem 173/PVB Brigjen TNI Fritz W.R.Pelamonia didampingi Ibu Fritz Pelamonia mendapat kalungan selempang dan Mahkota Khas Papua.
Sementara Ibu Amrin Ibrahim yang juga Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodam XVII/Cenderawasih mendapat kalungan selempang dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Korem / 173 PVB.
Kehangatan Jenderal Bintang Dua itu juga dissmbut tarian adat Papua dan barisan prajurit TNI Korem 173/PVB yang berjejer rapi dikanan kiri menuju Gedung Utama Korem 173/PVB.


Seusai foto bersama, Pangdam dan Ibu serta rombongan didampingi Danrem 173/PVB dan ibu serta sejumlah perwira dijajaran Korem 173/PVB meninjau SD Kartika dan fasilitas lainnya di Makorem.


Pangdam juga melihat dari dekat sejumlah proyek pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang dikembangkan Korem dibawah pimpinan Brigjen Fritz Pelamonia.


Seusai meninjau fasilitas Makorem, Pangdam melakukan tatap muka dengan seluruh pimpinan dan prajurit dari Korem dan satuan- satuan yang ada dibawah Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 173/PVB. (ing elsa)

Advertisement
Continue Reading

Business

Sopir Angkutan Lintas Meepago Hentikan Aktivitas, Tunggu Kepastian dari DPRD dan Pemerintah

Published

on

Share berita :

NABIRE, Papua Tengah- centralmedia— Para sopir angkutan yang tergabung dalam Asosiasi Pengangkut Logistik dan Angkutan Umum lintas Meepago memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas pelayanan hingga adanya jawaban pasti dari pemerintah dan DPRD terkait persoalan jalan rusak serta ketersediaan BBM di wilayah pegunungan.

Ketua Asosiasi Pengangkut Logistik dan Angkutan Umum Lintas Meepago, Chandra dan beberapa sopur yang hadir dalam pertemuan dengan DPRD menjelaskan bahwa fokus pembahasan hari ini menyangkut dua hal utama, yaitu masalah infrastruktur jalan dan sulitnya akses bahan bakar minyak (BBM).

Menurut pernyataannya, pihak DPRD telah menerima masukan dan kini sedang berupaya merumuskan solusi bersama instansi teknis terkait. Para sopir juga diminta menyerahkan data jumlah kendaraan yang beroperasi lintas daerah, guna menghitung kebutuhan BBM harian.
Mereka menunggu kepastian jawaban dari pemerintah terkait rusaknya jalan di kilometer 141 dan sekitarnya.

Namun hingga sore ini, belum ada tanggapan resmi dari DPRD maupun instansi terkait.

“Kami belum menerima jawaban pasti. Karena itu, kami tetap menyatakan sikap untuk tidak beraktivitas, baik angkutan logistik maupun penumpang, sampai ada keputusan,” ungkap Ketua Asosiasi Chandra.

Ia menambahkan, kondisi jalan di kilometer 141 masih sangat berbahaya dan sering terjadi kecelakaan, termasuk insiden terbaru kendaraan Hilux yang terguling di lokasi tersebut.
Oleh karena itu, sebelum ada
kepastian, mereka meminta kepada semua sopir Angkutan Umum dan Pengangkut Logistik untuk tidak beroperasi dulu.

Terkait keamanan di jalur lintas, pihak kepolisian disebut telah menawarkan solusi teknis, namun para sopir masih menunggu tindak lanjut pelaksanaannya.

“Harapan kami, paling tidak untuk jangka pendek menjelang arus mudik Desember, akses jalan bisa dilancarkan dulu. Soal jangka panjangnya, kami serahkan kepada pemerintah,” ujarnya.
Hingga berita ini dinaikkan, para sopir berada di Loka.Mereka menghentikan mobil angkutan umum dan pengangkut logistik untuk tidak beroperasi. (red)

Advertisement

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

Business

Perwakilan Asosiasi Pengemudi Logistik dan Angkutan Umum Lintas Meepago Diterima Pemprov Papua

Published

on

Share berita :

Pj.Sekda “Siap Bantu Asosiasi, Koordinasi dengan Balai dan Pertamina “

Nabire, Papua Tengah — Ratusan pengemudi pengangkut logistik dan angkutan umum lintas Meepago menggelar aksi damai di kawasan Pantai Nabire, Selasa (14/10/2025). Dalam aksi tersebut, para sopir menyuarakan tiga tuntutan utama yang selama ini menjadi kendala dalam aktivitas distribusi barang dan penumpang antar kabupaten.

Adapun tiga tuntutan tersebut yakni:

  1. Perbaikan akses jalan yang rusak parah,
  2. Kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM), dan
  3. Jaminan keamanan selama perjalanan.

Sebanyak tujuh perwakilan sopir diterima secara langsung oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi mereka di ruang rapat Kantor Gubernur. Mereka disambut oleh Plt. Sekda Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K).

Dalam dialog tersebut, para pengemudi menegaskan bahwa kondisi jalan yang rusak, terutama di kilometer 141 ruas Nabire–Paniai, sering menjadi penyebab kecelakaan dan menghambat kelancaran distribusi logistik menuju Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, dr. Silwanus Sumule menjelaskan bahwa ruas jalan Nabire–Paniai merupakan jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Jalan. Namun, Pemerintah Provinsi Papua Tengah tetap akan mendorong percepatan perbaikannya dengan berkoordinasi langsung bersama pihak terkait.

“Teman-teman dari Balai sudah menyatakan siap membantu. Semua peralatan akan digerakkan dari KM 126 untuk memperbaiki ruas di KM 141. Kami berharap perbaikan bisa segera dilakukan, mengingat distribusi logistik akan meningkat menjelang akhir tahun, khususnya pada bulan Desember nanti,” ujar Sumule.

Selain infrastruktur, persoalan lain yang disampaikan para sopir ialah kesulitan memperoleh BBM bersubsidi. Sekda menyebut pemerintah provinsi akan segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari solusi atas hambatan tersebut.

“Soal BBM ini juga menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Pertamina. Dalam beberapa hari ke depan kami akan berdiskusi untuk mengetahui di mana letak kendalanya,” jelasnya.

Di akhir pertemuan, dr. Silwanus Sumule mengapresiasi sikap para sopir yang telah menyampaikan aspirasi dengan cara yang tertib dan terbuka.

“Diskusinya berjalan dengan baik. Kami menerima banyak masukan dan tentu akan memilah mana yang bisa segera diselesaikan oleh pemerintah provinsi, dan mana yang perlu dikomunikasikan dengan kementerian atau lembaga terkait,” pungkasnya.(red)

Advertisement

Advertisements
Ad 3
Continue Reading
Advertisement
Advertisements
Ad 3

Daerah

Daerah3 hari ago

Penegakan Hukum Lakalantas, Polres Nabire Serahkan Tersangka ke Jaksa

Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info – Upaya penegakan hukum terhadap kasus kecelakaan lalu lintas kembali berlanjut di Kabupaten Nabire. Satuan...

Daerah3 hari ago

Wabup Nabire: GPM Bantu Kendalikan Inflasi Pangan

Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info – Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Pawennari membuka secara resmi kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM)...

Daerah3 hari ago

Wagub Papua Tengah Tekankan Sinergi Pengamanan Mudik 2026

Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info – Deretan personel gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait berdiri rapi di lapangan...

Daerah4 hari ago

Langkah Awal Pembangunan Mako Polda Papua Tengah di Nabire

Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info – Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K. mendampingi Kapolda Papua Tengah Kombes Pol. Jermias...

Daerah4 hari ago

Jaga Kamtibmas Idul Fitri, Polres Nabire Gelar Latihan Pra Operasi

Nabire, Papua Tengah | Papuatengah info – Polres Nabire menggelar Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) Ketupat Noken 2026 sebagai langkah...

Daerah4 hari ago

Kolaborasi Tifa Cenderawasih News dan Kurir Nabire Hebat Tebar Kebaikan

Papua Tengah || Papuatengah.info — Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali terlihat di Kota Nabire. Media Tifa Cenderawasih News...

Daerah5 hari ago

Jelang Operasi Ketupat Noken 2026, Polres Nabire Intensifkan Razia dan Patroli

Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info – Polres Nabire meningkatkan pengamanan wilayah dengan menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang pelaksanaan...

Daerah1 bulan ago

SK.PB.Paguyuban Pasundan Resmi Keluar, Tabroni M.Cahya Nahkodai Pengurus Cabang Papua Tengah Periode 2025–2030

Nabire, Papua Tengah-CENTRAL MEDIA – Pengurus Besar Paguyuban Pasundan secara resmi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) membentuk dan menetapkan Kepengurusan Cabang...

Daerah3 bulan ago

DPRP Papua Tengah Gelar Rapat Paripurna, Sampaikan Laporan Pansus Kemanusiaan dan Tim Advokasi Blok Wabu

Nabire, Senin 15 Desember 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRP PT) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan...

Daerah3 bulan ago

Pisah Sambut Danrem 173/PVB, Momen Haru dan Komitmen Baru untuk Papua Tengah

Nabire, Kamis 11 Desember 2025 — Aula BallRoom Kantor Gubernur Papua Tengah dipenuhi suasana haru dan kebersamaan saat berlangsungnya acara...

Advertisement
Advertisements
Ad 1

Trending