Connect with us
IMG-20250812-WA0016

artikel

Gubernur dan Kapolda Papua Tengah Sampaikan Pesan Persatuan pada Penobatan Kepala Suku Besar Wate

Published

on

Share berita :

Nabire, Papua Tengah — centralmedia – Acara penobatan Kepala Suku Besar Watih di Taman Gizi Oyehe Nabire turut diwarnai dua sambutan penting dari Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare serta Asisten III Setda Papua Tengah yang mewakili Gubernur. Keduanya menekankan pesan persatuan, penghormatan adat, serta komitmen menjaga keamanan dan harmonisasi di wilayah Papua Tengah.

Gubernur Papua Tengah. “Penobatan Ini Amanah Leluhur dan Tonggak Persatuan”

Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Gubernur Papua Tengah Meki F.Nawipa, S.H dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten III Setda Provinsi Papua Tengah menyatakan, Penobatan Kepala Suku Besar Wate bukan hanya urusan adat internal, tetapi juga bagian penting dalam memperkuat tatanan sosial dan pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kami menyampaikan selamat kepada Bapak Otis Monei. Penobatan ini adalah amanah leluhur untuk menjaga nilai-nilai adat, memperkuat persatuan, dan menjadi jembatan antara masyarakat adat dan pemerintah,” ungkapnya.

Gubernur menyatakan bahwa Suku Wate memiliki peran strategis dalam perjalanan sejarah Nabire dan Papua Tengah. Nilai-nilai hidup orang Wate dinilai telah menjaga harmoni, keamanan, serta kebersamaan di wilayah tersebut.

Advertisement

Ia berharap kepemimpinan adat yang baru dikukuhkan mampu menghadapi tantangan zaman, meningkatkan sinergi dengan pemerintah, serta memajukan masyarakat Wate dan daerah sekitarnya.

“Kita berharap Suku Wate, melalui kepemimpinan Bapak Otis Monei, dapat mempersatukan berbagai suku yang hidup berdampingan di wilayah adat Watih. Persatuan ini penting untuk mewujudkan kemajuan Nabire dan Papua Tengah ke depan,” pungkasnya.

Kapolda: “Jangan Jadikan Suku Sebagai Alasan untuk Konflik”

Dalam sambutannya yang tegas, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan Kepala Suku Besar Watih, Otis Monei, S.Sos., M.Si., serta mengapresiasi pesan-pesan adat yang disampaikan oleh pemimpin yang baru dinobatkan tersebut.

Kapolda mengajak seluruh masyarakat adat untuk bergandengan tangan menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Nabire serta wilayah Papua Tengah secara keseluruhan. Ia mengingatkan bahwa konflik yang terjadi di beberapa daerah sering kali disalahartikan sebagai konflik suku, padahal merupakan persoalan politik atau kepentingan kelompok tertentu.

“Sering kali kita memakai suku sebagai alasan untuk berkonflik, padahal adat tidak mengajarkan demikian. Dalam beberapa kasus, konflik politik dialihkan menjadi perang suku, dan ini merusak nilai-nilai adat,” tegas Kapolda.

Ia mencontohkan insiden di Kabupaten Puncak dan peristiwa di Kuam Kilama yang menelan korban jiwa, di mana provokasi dilakukan oleh oknum tertentu, termasuk pejabat daerah. Kapolda menegaskan bahwa nyawa adalah hak Tuhan dan tidak boleh dibalas dengan kekerasan atas nama adat.

Advertisement

“Yang berhak mencabut nyawa hanya Tuhan. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk menghentikan konflik. Ketika upaya persuasif tidak berhasil, kami terpaksa mengambil langkah tegas untuk menghentikan pertumpahan darah,” ujarnya.

Kapolda mengakhiri sambutannya dengan apresiasi kepada Suku Wate yang dalam momentum penobatan ini menunjukkan semangat persatuan dan dukungan terhadap stabilitas keamanan daerah.
Kapolda menyatakan bahwa sambutan Kepala Suku Besar Wate Otis Monei sama dengan melegitimasi dan mendukung program serta apa yang dijalankan pihaknya dalam penegakan hukum, menciptakan situasi dan kondisi Papua Tengan yang aman dan kondusif.
(ing elsa)

Advertisements
Ad 3
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


artikel

Martha Tilaar SPA Resmikan Outlet Baru di Nabire, Papua Tengah

Published

on

Share berita :

“Nembawa Sentuhan Tradisi & Relaksasi Holistik ke Timur Indonesia”

Nabire, Papua Tengah -centralmedia – Martha Tilaar SPA resmi membuka outlet ke-91 di jantung kota Nabire, Papua Tengah. Berlokasi strategis di Jl. Yos Sudarso No. 7, Oyehe, Distrik Nabire, outlet ke-91 ini hadir sebagai oase ketenangan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang mendambakan relaksasi dan perawatan tubuh yang autentik, alami, dan berakar pada tradisi Indonesia.

Peresmian Martha Tilaar Spa Express Nabire berlangsung pada Jumat, 7 November 2025 dan dihadiri oleh pemilik franchise, Ibu Tanti Sri Mulyani, Ibu Wakil Bupati Nabire, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, Ibu Martina Deba, S.E., Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bapak Arfan Natan Palumpun, S.T., M.T., Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan Catherin Maruanaya, Pimpinan Perbankan, sejumlah pengusaha, serta tim Martha Tilaar SPA.

“Kami bangga bisa hadir di Nabire. Ini bukan sekadar ekspansi, tapi bentuk komitmen kami untuk merayakan kecantikan Indonesia dari barat hingga timur dengan layanan SPA yang tidak hanya memanjakan tubuh, tetapi juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Ibu Wulan Maharani Tilaar, Direktur Martha Tilaar SPA.

Dengan konsep interior yang memadukan nuansa Indonesia dan sentuhan etnik khas Papua, Martha Tilaar Spa Express Nabire menawarkan pengalaman SPA menyeluruh, menggabungkan teknik tradisional, bahan-bahan alami, dan fasilitas modern dalam satu kesatuan harmoni. SPA ini dikelola oleh PT Cantika Puspapesona.

Menurut Ibu Ita Utamiwati, General Manager Martha Tilaar SPA, kehadiran outlet ini memperkuat komitmen perusahaan untuk menjangkau seluruh penjuru nusantara.

Advertisement

“Outlet Martha Tilaar SPA kini telah hadir dari Aceh hingga Papua. Kami harap kehadiran Martha Tilaar SPA di Nabire dapat memberikan pengalaman SPA yang holistik bagi semua kalangan,” jelasnya.

Martha Tilaar Spa Express Nabire menghadirkan berbagai layanan unggulan seperti body treatment, facial, reflexology, serta perawatan manicure dan pedicure. Semua layanan dirancang untuk memberikan perawatan dari ujung rambut hingga ujung kaki bagi pria dan wanita, dengan menggunakan produk-produk alami khas Indonesia. Outlet ini dilengkapi fasilitas lengkap mulai dari ruang perawatan tubuh dan wajah, salon, reflexology, VIP room, jamu bar.
“Kami ingin menghadirkan tempat relaksasi yang nyaman, profesional, dan berkelas bagi masyarakat Nabire. Kami berharap outlet ini tidak harıya menjadi tempat perawatan tubuh, tapi juga ruang untuk memulihkan energi dan merayakan kecantikan alami kita,” ujar ibu Tanti Sri Mulyani.

Sebagai bagian dari perayaan grand opening, Martha Tilaar Spa Express Nabire menawarkan promo spesial yaitu diskon 30% untuk semua treatment pada tanggal 7 November 2025. Sedangkan pada tanggal 8 November hingga 8 Desember 2025 ada diskon 20%. SPA ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIT.

Martha Tilaar SPA dikelola oleh PT. Cantika Puspapesona dengan staf professional yang berpengalaman di bidang kecantikan dan SPA.

PT. Cantika Puspapesona dapat menjadi pilihan terbaik untuk melakukan bisnis sambil melestarikan tradisi kecantikan Indonesia.

Terinspirasi oleh tradisi budaya perawatan kecantikan Indonesia di seluruh siklus hidup dikombinasikan dengan tren jaman baru kembali ke alam. SPA kecantikan dan harmoni telah diciptakan.

Melalui filosofi kecantikan total yang disebut Rupasampat Wahyabiantara, kita dapat menjelajahi perawatan kebijaksanaan kuno perawatan kecantikan sepanjang siklus hidup seorang wanita

Dengan keinginan mempersembahkan “The Authentic Indonesian SPA Experience” bagi pelanggannya, Martha Tilaar SPA menemukan konsep unit di setiap perawatan SPA-nya, sebuah pendekatan holistic menggunakan tradisi kesehatan dan kecantikan timur yang berusia berabad-abad lamanya.

Advertisement

PT. Cantika Puspapesona
Gedung Puspita Martha lantai 3A
31. KH. Wahid Hasyim No. 19-21, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3192 6112
Martha Tilaar Spa Express Nabire
31. Yos Sudarso No.7, Oyehe Nabire.

Ditandai Pemotongan Pita dan Tumpeng
Peresmian itu juga ditandai dengan pengguntingan pita oleh Owner Outlet Baru Martha Tilaar Nabire Tanti Srimulyani.
Sementara pemotongan tumpeng dilakukan oleh Perwakilan PT.Cantika Puspapesona Ibu Leony dan Owner Outlet Baru Martha Tilaar Nabire Ibu Tanti Srimulyani.
Potongan tumpeng oleh Ibu Leony diberikan kepada Ibu Tanti.


Sedangkan potongan tumpeng kedua oleh Owner kepada Manager Outlet Baru Martha Tilaar Nabire Ibu Rahayu.
Ada hal menari saat Ibu Tanti Srimulyani memotong tumpeng, bila Ibu Leony memotong bagian atas, Ibu Tanti memotong bagian dasar/bawah dan hanya mengambil mie sebagai teman nasi.


Kepada Manager Outlet Baru Ibu Rahayu, Ibu Tanti mengatakan bahwa pengambilan tumpeng dari bagian bawah sebagai simbol bahwa perjuangan menuju kesuksesan harus dimulai dari bawah, sedang mengambil mie sebagai teman nasi padahal banyak menu didalamnya adalah menuju kehidupan yang lebih baik dan maju harus dengan kerja keras dan melalui kesulitan, tidak serta merta langsung enak dan sukses.(ing elsa)

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

artikel

Sumpah Pemuda Momentum Bangkitnya Generasi Berkualitas dan Berkarakter

Published

on

Share berita :

Nabire, Papua Tengah— centralmedia – Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting bagi generasi muda Indonesia untuk mempertegas komitmen dalam meningkatkan semangat kebangsaan, memperkuat persatuan, dan menyiapkan diri menjadi pelaku utama pembangunan bangsa.

Dalam semangat peringatan ke-97 Tahun Sumpah Pemuda, generasi muda diingatkan agar tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga meneladani nilai perjuangan para pemuda pendiri bangsa. Semangat juang, kerja keras, dan pengorbanan yang melahirkan ikrar Sumpah Pemuda tahun 1928 harus menjadi sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman modern saat ini.

Pemuda masa kini diharapkan mampu memaknai Sumpah Pemuda dengan langkah konkret, di antaranya:

  1. Meningkatkan kualitas diri.
    Pemuda harus terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
  2. Menjaga integritas.
    Kejujuran, tanggung jawab, dan etika dalam bertindak menjadi dasar penting membangun karakter pemuda yang terpercaya dan profesional.
  3. Memiliki mental baja.
    Pemuda harus tangguh menghadapi berbagai tantangan, tidak mudah menyerah, dan tetap optimis dalam setiap situasi.
  4. Berkarakter kuat dan peduli.
    Empati, kerja sama, dan kepedulian sosial perlu terus ditanamkan agar pemuda menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat.
  5. Gigih dan pantang menyerah.
    Dalam mencapai cita-cita, semangat juang harus senantiasa dijaga agar tidak padam oleh hambatan dan kegagalan.

Tokoh Pemuda Barisan Bhineka Tunggal Ika Papua Tengah, sekaligus Ketua Gabpeknas Provinsi Papua Tengah, Tabroni M.Cahya menegaskan bahwa
semangat tersebut menjadi kunci bagi lahirnya generasi muda Indonesia yang berkualitas, berintegritas, dan berkarakter kuat, siap membawa Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Di tengah era globalisasi dan transformasi digital, peran pemuda sangat vital dalam menentukan arah masa depan bangsa khususnya Papua Tengah. Karena itu, Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga panggilan moral bagi setiap anak muda untuk terus bergerak, berkreasi, dan berkontribusi bagi kejayaan Indonesia.
“Pernyataan sejumlah tokoh bangsa seperti Bung Karno, Ki Hajar Dewantoro serta tokoh-tokoh lain mengingatkan mengingatkan generasi muda bahwa persatuan adalah kunci kekuatan, keberagaman adalah aset, dan tantangan masa kini harus dihadapi dengan ilmu, karya, serta semangat pantang menyerah,” pungkasnya. (red)

Advertisement

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

artikel

Bertindak Selaku Inspektur Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97, Ini Pesan Waka Polda Papua Tengah

Published

on

Share berita :

Nabire, Papua Tengah– centralmedia- Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menggelar upacara bendera di Lapangan Apel Mapolres Nabire, Selasa (28/10/2025).

Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Papua Tengah, Kombes Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., bertindak selaku Inspektur Upacara.
Komandan Upacara dipercayakan kepada AKP Muhammad Jaidin, AKP Budi Santoso, S.Sos. sebagai Perwira Upacara, Ipda Azkha Munira, S.Tr.I.K. sebagai pembaca teks Pembukaan UUD 1945, dan Ipda Raymond Julian Naftali Erari, S.Tr.I.K. sebagai pembaca hasil Kongres Pemuda. Sementara pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh Bripda Muh. Ilham, Bripda Randy Ramadhan, dan Bripda Fredrikus Bere.

Dalam amanatnya, Waka Polda Papua Tengah membacakan sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa ikrar Sumpah Pemuda yang diucapkan pada 28 Oktober 1928 bukan sekadar rangkaian kata, melainkan semangat yang menyatukan seluruh anak bangsa dalam satu tekad persatuan.

“Semangat itu masih relevan hingga hari ini, ketika kita menghadapi berbagai tantangan baru di era globalisasi dan kemajuan teknologi,” ujar Kombes Pol. Muhajir.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, yang menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak akan terwujud tanpa partisipasi aktif generasi muda.

“Pemuda dan pemudi Indonesia harus terus bergerak, berkarya, serta berinovasi demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, Waka Polda Papua Tengah mengajak seluruh generasi muda untuk menyalakan kembali api semangat perjuangan di dalam diri masing-masing, serta menjaga persatuan dan optimisme demi masa depan bangsa.

Advertisement

“Jadilah generasi penerus yang menjaga persatuan, memperjuangkan kemajuan, dan menyalakan harapan bagi masa depan negeri. Jayalah selalu pemuda Indonesia, jayalah bangsaku Indonesia,” tutupnya.

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Polda dan Polres Nabire, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi kepemudaan di Kabupaten Nabire. (red)

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

artikel

Pembakaran Mahkota Cenderawasih oleh BBKSDA Papua Salah Langkah: “Aturannya Benar, Tapi Caranya Keliru”

Published

on

Share berita :

NABIRE, Papua Tengah—centralmedia

– Tindakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua yang membakar sejumlah mahkota dan hiasan kepala berbulu burung Cenderawasih, Kasuari, dan Nuri menuai sorotan dari tokoh masyarakat Papua. Salah satunya Wilem Wandik.
Iamenilai bahwa tindakan tersebut dilakukan dengan niat baik untuk melindungi satwa langka, namun cara yang ditempuh dinilai keliru dan menyinggung nilai budaya masyarakat adat Papua.

“Kalau saya lihat, kemarin yang dilakukan itu sebenarnya tujuannya benar, yaitu untuk melindungi burung Cenderawasih. Itu memang sudah ada peraturan daerahnya. Tapi yang salah adalah caranya membakarnya di depan publik. Itu yang keliru,” ujar Willem Wandik, Jumat (24/10/2025).

Ia menjelaskan bahwa burung Cenderawasih adalah simbol kehormatan dan identitas budaya masyarakat Papua. Tindakan pembakaran benda-benda adat yang menggunakan bulu Cenderawasih dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap nilai budaya lokal, sekalipun dilakukan atas dasar penegakan hukum konservasi.

“Saya lebih setuju kalau yang selalu jual-jual Cenderawasih itu ditangkap dan diproses hukum, bukan barangnya yang dibakar di depan umum. Itu baru benar. Orang yang berburu dan menjual burung itu harus ditindak tegas, bukan simbol budayanya yang dimusnahkan,” tuturnya.

Advertisement

Menurutnya, kesalahan utama bukan pada upaya pelestarian satwa dilindungi, melainkan pada penempatan tindakan hukum yang tidak mempertimbangkan aspek sosial dan budaya masyarakat Papua.

“Benar, mereka mau mencegah pembunuhan Cenderawasih, itu bagus. Tapi caranya salah. Jangan bakar di depan orang banyak, apalagi benda adat yang punya nilai sakral. Yang harus ditunjukkan justru siapa yang menembak burung itu, siapa yang jual, dan siapa yang dapat untung dari situ. Itu yang ditangkap dan ditunjukkan ke publik,” ungkapnya menegaskan.

Hentikan Perburuan dan Hargai Budaya Papua

Tokoh itu juga mengimbau masyarakat, terutama para pemburu di kampung dan hutan, agar berhenti menangkap burung Cenderawasih dan satwa langka lainnya.

“Saya imbau kepada mereka yang masih berburu burung Cenderawasih, berhentilah. Jangan lagi ambil burung-burung itu di hutan. Karena itu bukan hanya soal satwa, tapi soal martabat budaya kita sendiri,” pintanya.

Advertisement

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, kemarahan masyarakat Papua terhadap peristiwa pembakaran itu bukan semata karena benda yang dibakar, tetapi karena nilai budaya yang melekat di baliknya.

“Yang bikin orang Papua marah itu bukan soal barangnya, tapi karena itu bagian dari identitas dan budaya mereka. Orang Papua sangat menghormati seni dan simbol adat. Mahkota Cenderawasih itu bukan sekadar hiasan, tapi lambang harga diri,” ucapnya.

Wandik berharap agar ke depan, setiap langkah penegakan hukum di Tanah Papua, terutama yang menyangkut simbol budaya dan adat — dilakukan dengan pendekatan kultural dan edukatif, bukan tindakan yang bersifat represif atau provokatif.

“Budaya Papua itu mahal. Tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Maka ketika menegakkan aturan, harus ada dialog budaya. Jangan sampai niat baik untuk melindungi satwa justru menyinggung perasaan rakyat yang punya kearifan lokal sendiri,” tutupnya. (ing elsa)

Advertisement

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

artikel

Santri Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia

Published

on

Share berita :

Nabire, 22 Oktober 2025 — Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional, sebuah momentum untuk mengenang peran besar kaum santri dalam merebut dan menjaga kemerdekaan bangsa. Tahun ini, peringatan Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, yang menjadi refleksi atas semangat santri dalam membangun Indonesia yang berdaulat, berilmu, dan berakhlak mulia di tengah dinamika global.

Peringatan Hari Santri 2025 bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan bahwa nilai-nilai pesantren—seperti cinta tanah air, kemandirian, dan moderasi beragama—tetap relevan di era modern. Santri masa kini tidak hanya berjibaku di bidang keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan diplomasi kebudayaan.

Warisan Perjuangan yang Tak Lekang Waktu

Sejarah mencatat, lahirnya Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 menjadi tonggak perjuangan kaum santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Dari surau dan pesantren, suara jihad melawan penjajahan menggema ke seluruh penjuru nusantara. Semangat itulah yang kini diteruskan dalam bentuk perjuangan baru—membela negeri melalui kecerdasan, inovasi, dan karakter kebangsaan.

Advertisement

Menteri Agama RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa santri adalah kekuatan moral bangsa. “Santri memiliki tanggung jawab menjaga kemerdekaan Indonesia dengan mengembangkan peradaban yang berkeadaban—peradaban yang mengedepankan nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan keimanan,” ujarnya.

Santri di Era Digital dan Peradaban Global

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, peran santri semakin strategis. Pesantren kini menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai-nilai keislaman moderat. Banyak pesantren telah melahirkan inovasi di bidang teknologi digital, ekonomi kreatif, dan kewirausahaan berbasis syariah.

Santri di era modern diharapkan tidak hanya mampu menguasai kitab kuning, tetapi juga literasi digital, bahasa asing, serta pemahaman lintas budaya. Dengan demikian, mereka dapat menjadi duta Indonesia di panggung dunia—mempromosikan Islam rahmatan lil ‘alamin dan wajah damai bangsa Indonesia.

Mengawal Peradaban, Membangun Masa Depan

Advertisement

Tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” mengandung pesan bahwa kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab besar: membangun peradaban yang unggul. Santri dituntut menjadi pelopor etika publik, motor inovasi, dan penjaga moral bangsa.

Pemerintah dan berbagai lembaga pendidikan pesantren di seluruh Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi antara nilai religius dan kemajuan sains. Dengan bekal iman dan ilmu, santri siap menjadi garda terdepan dalam membangun Indonesia yang bermartabat di tengah pergaulan dunia.

Penutup

Hari Santri Nasional 2025 menjadi ajakan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk meneladani spirit keikhlasan dan perjuangan kaum santri. Di tengah tantangan global yang kompleks, santri hadir sebagai penjaga nilai, penebar ilmu, dan pengawal peradaban.

Karena sesungguhnya, santri bukan hanya penjaga agama—tetapi juga penjaga masa depan bangsa. (ing elsa)

Advertisement

Advertisements
Ad 3
Continue Reading
Advertisement
Advertisements
Ad 3

Daerah

Daerah3 hari ago

TPAKD Papua Tengah Siapkan Langkah Percepat Inklusi Keuangan

Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info — Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Silwanus Sumule, menegaskan pentingnya perluasan akses layanan keuangan bagi...

Daerah4 hari ago

Strategi Emas Papua Tengah Jadi Sorotan di Diskusi Indonesia Emas 2045

Jakarta | Papuatengah.info – Dari timur Indonesia, gagasan besar tentang kedaulatan ekonomi kembali digaungkan. Gubernur Papua Tengah memaparkan strategi integrasi...

Daerah6 hari ago

Doa Bersama ASN dan Masyarakat, Gubernur Meki: Papua Tengah Bangkit, Gunung sampai Pesisir Aman dan Sejahtera

Papuatengah.info | Nabire, PT- Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah dipenuhi suasana khidmat saat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat mengikuti...

Daerah1 minggu ago

Hardiknas 2026, Meki Nawipa Resmikan SLB Negeri Pembina

Nabire, PT | Papuatengah.info – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, meresmikan Gedung Ruang Kelas SLB Negeri Pembina di Mepa...

Daerah1 minggu ago

Dari SLB untuk Papua Tengah : Hardiknas 2026 Tampilkan Wajah Pendidikan Sesungguhnya

Nabire, PT | Papuatengah.info — Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-68 Tahun 2026 digelar di lapangan Mepa Boarding School SP...

Daerah1 minggu ago

Catat! Jadwal Libur dan Cuti Bersama Papua Tengah 2026

Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan daftar hari libur resmi dan cuti bersama untuk periode April...

Daerah1 minggu ago

Musrenbang Papua Tengah 2027 Resmi Ditutup, Fokus Ekonomi Lokal

Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan RKPD Tahun...

Daerah1 minggu ago

TPID Papua Tengah Bahas Strategi Kendalikan Inflasi Daerah

Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat...

Daerah2 minggu ago

Seminar Kebangsaan di Nabire, Tekankan Sejarah dan Identitas Bangsa

Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah membuka kegiatan wawasan kebangsaan di Aula RRI Nabire, Rabu (29/4/2026), sebagai...

Daerah2 minggu ago

Hari Kedua Musrenbang, Fokus Program Otsus dari Delapan Kabupaten

Nabire, PT | Papuatengah.info – Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang Otonomi Khusus dan RKPD...

Advertisement
Advertisements
Ad 1

Trending