NABIRE-centralmedianews – Nabire bukan hanya sekedar ibukota kabupaten, sejak tiga tahun silam Nabire menjadi Ibukota Provinsi Papua Tengah sebagai provinsi pamekaran atai DOB Baru. Di hampir segala sektor Nabire mengalami perubahan. Daya tarik sebagai Ibukota Provinsi tentu menjadi perhatian bagi segala kalangan khususnya dunia usaha atau para pebisnis. Di dus tahun ini perkembangan dan pertumbuhan utamanya bangunan gedung, baik untuk perkantoran maupun dunia usaha (swasta) menunjukkan pertumbuyang sangat signifikan.
Gedung-gedung perkantoran seperti Kantor Gubernur dan Kantor OPD/Kantor Dinas dengan sendirinya berdiri karena kebutuhan. Disisi lain gedung-gedung swasta seperti hotel, caffee, ruko, sampai pada Bar bermunculan dimana-mana. Bukan hanya pebisnis alias pelaku usaha, tetapi Nabire menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.Apakah Nabire sudah cukup dikenal dengan keindahan sejumlah pantai, area menyelam dan yang paling menarik sehingga menyedok perhatian wisatawan adalah bermain dengan Hiu Paud yang jinak.
Sejumlah daya tarik Nabire itulah juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nabire. Melalui Dinas Kebudayaan,Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Disbudporapar) khususnya bidang pariwisata. Kepala Disbudporapar Kabupaten Nabire Martina Deba, S.E., mengerti betul apa dan bagaimana mengambil langkah agar daya tarik Nabire menjadi sebuah magnet yang dapat menghasilkan income bagi daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebagai seorang wanita yang pernah menempuh pendidikan selama 6 tahun di Bandung Jawa Barat yang terkenal dengan Kota Kembang dan menjadi daya tarik wisawatan baik asing maupun domestik, tentu mengerti bagaimna mengubah Nabire sebagai magnet yang menghasilkan income besar.
Bidang pariwisata yang membawai sejumlah bisnis real, seperti Oantai, Karaoke, Bar, Restoran, Panti Pijat, dan lain sebagainya tentu harus dikelola dan dimebej secara baik agar memberi pemasukan yang signifikan.
Advertisement
Keindahan alam Kabupaten Nabire utamanya panorama dan pesona pantainya sudah tidak diragukan lagi.Keindahan pantai-pantai Nabire menjadi tempat wisata yang banyak dicari dan dikunjungi.Pantai Nabire, Gedo, Erari, Nusi, Sowa, sampai pada Air Terjun Bhihewa SP4 Lagari Distrik Makimi merupakan magnet yang bisa,menjadi ikon wisata Kabupaten Nabire. Perencanaan telah dibuat mulai dari hulu sampai hilir, dan tahun ini fokus pada pendataan secara menyeluruh, karena data adalah acuan mendasar yang sangat vital.
Disamping data, Martina Deba, sedang mempersiapkan sebuah rencana mengubah wajah Nabire dengan 7 (tujuh) unsur/magnet alias Sapta Pesoba. Sapta Pesona atau tujuh unsur yang mampu mengubah wajah Nabire menjadi magnet itu adalah Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan.
Deba tahu bahwa wisawatan adalah Raja, wisatawan adalah Tuan Besar pasalny mereka yang membawa uang. Martiba Deba mengilustrasikan seorang wisatawan yang datang di Nabire. Saat menginjakan kakinya di Bandar Udara Nabire, lalu menyewa jasa sepeda motor/ojek atau mobil. “Mas tolong antar saya kekota,” pintanya. Setelah negoisasi harga disetujui maka dia berangkat ke kota dintar supir dengan avanzanya. Sepanjang perjalanan wisatawan tidak sedikitpun untuk melihat kanan kiri tempat-tempat yang dilewati. “Pak ini namanya Desa Kaladiri Distrik Wanggar.Disini yang saya dengar akan dibangun sejumlah kantor negara, organisasi , perkumpulan , paguyuban dan lain-lain.Sekarang ya masih seperti ini, mungkin dua tiga tahun lagi kalo bapak balik lagi kesini pasti semuanya telah berubah,” tutur Sang Driver sambil terus memperhatikan jalan dan fokus mengemudi. “O…iya iya Kaladiri,” jawabnya sambil manggut-manggut. “o..ya Pak, bapak tujuan ke Nabire mau kemana ne?, ma’af loh pak sa jadi kepo,” tanyanya dengan senyum ditahan. “Saya sudah lama mendengar di Nabire ada pantai tempat menyelam dan bisa bermain dengan Hiu Paus.Betul kah ada dan dimna itu Mas?,” tanyanya. “Saya juga sering dengar, katanya,di Kwantisore itu pak.Saya sendiri belum pernah kesana,” jawabnya seperti tidak yakin. “Loch kenapa belum?,” kejarnya. “Saya hanya,seorang driver pak, tidak ada pikiran kesana, ingin sie tapi ya..?,” dengan mimik berubah dan tidak meneruskan ucapannya. “Kenapa Mas? Saya saja jauh-jauh dari Jakarta penasaran makanya kesini,” tanya lagi penasaran. “Saya tidak bisa berenang Pak, apalagi menyelam.Lebih dari itu ya mana mampu sie Pak kesana, kan mahal harus sewa jetski belum lagi kebutuhan lain,” katanya sambil tertawa lebar. “Ach..Mas saja,” kata wisatawan yang mengaku bernama Adiyan (bukan nama sebenarnya). Mobil terus meluncur, tidak sekali Pak Andiyan menahan nafas saat driver membanting stir karena menghindari lubang jalan. “O…ya…Masvsudah makan apa belum?,” tanya Andiyan. “Sudah Pak,” jawab driver dengan cepat. “Saya merasa lapar ne Mas, ne perut sudah keroncongan, tadi dioesawat saya tidak makan apa dan lupa tidak makan dulu sebelum naik,” ungkapnya sambil tersenyum. “Mas..tolong kita berhenti dulu di rumah makan ya,” pintanya. “Rumah makan mana,Pak,” ? tanya driver. “Loch..Mas ini gimana, saya kan baru kesini.Mas yang tahu dimana rumah makan yang enak dan murah kalau ada, hehehe….,” ujarnya. “O…iya,sa luoa, ma’af ya Pak.Bapak mau makan aoa, disini banyak menunya, ada cotto Makassar, ikan bakar, seafood, ada masakan Minang/Padang, rawon, soto Jawa dan lain-lain,” terangnya. “Hahaha…Mas ini,tawari makanan yang semuanya mengandung lemak, ntar kolestrol saya naik lagi,” ungkapnya. “Ya habis yang banyak itu Pak,” katanya. “Kita cari ikan bakar saja Mas, saya dengar disini ikan melimpah karena daerah pantai/laut.Sepertinya ikannya seger-seger,” ajaknya. “Baik Pak.Sebentar lagi didekat perempatan gak jauh dari kota ada warung ikan bakar yang lumayan enak dan murah,” jelas driver. Sekitar 10 menit perjalanan,mobil menepi dihalaman sebuah warung makan yang cukup luas. Benar saja begitu mobil parkir dan keduanya turun, lwarung kelihatan cukup ramai pengunjung. “Pak, sa gak masuk ya, sa dimobil atau sa diluar sambil ngerok,” kata,driver ragu. “Kenapa Mas? ayo sudah, masa,saya orang baru dibiarin masuk sendiri.Ayolah…,tenang saja saya yang traktir,” ajak Andiyan memaksa sambil senyum dan menarik tanya Mas supir. Dengan agak ragu dan malu-malu, supir itu mau ajakan Pak Andiyan masuk dan mengambil tempat duduk agak pojok. “Bapak mau makan ikan apa, biar saya pesankan dan lihat di box itu,” kata Mas Supir sambil menunjuk box ikan didepan. “Ada ikan apa saja Mas? tanya Andiyan. “Macem-macem Pak, ada ikan Merah, ikan goropa, dan lainnya, atau bapak mau lihat sendiri,” ujar driver. “Boleh dech saya lihat, sambil berdiri dan berjalan menuju box ikan. Seorang pelayan lalu mendekat.Mau makan sama ikan apa pak,” sambil membuka box. “Ini ikan Merah, yang ini Goropa,” kata pelayan sambil menunjukkan jarinya ke tumpukan ikan. “Saya yang ini saja Mbak,” katanya sambil menunjuk ikan Goropa yang ukuran sedang. “Masnya yang mana? tanya pelayanan pada supir. “Saya ikan Merah saja mbak,” ujarnya. “Yang mana , yang ini apa itu,” tanya pelayan lagi. “Yang itu saja, yang ini terlalu besar,” katanya. “Enak yang besar toh Masse, mumpung ada yang traktir,” guyon pelayan sambil tertawa. “Itu saja, klau terlalu besar nanti gak habis,”:katanya agak malu. “Baiklah Pak, Mas, silahkan ditunggu ya..,” kata pelayan itu sambil mengambil 2 ikan dari box lalu kebelakang. Setelah men yan tapi hidangan ikan bakar, Pak Andiyan mengajak Mas Supir untuk melanjutkan perjalanan ke hotel guna istirahat setelah melakukan perjalanan panjang dengan tidak luoa meminta nomor handphone Mas,Supir. Keesokan hari Pak Andiyan mengontak Mas Supir untuk berkeliling melihat Nabire secara dekat. Pak Andiyan meminta Mas Supir yang dikenalnya dengan nama Agus (nama samaran). Pak Andiyan meminta Agus untuk berputar-putar Nabire melihat-lihat gedung-gedung perkantoran baik Pemprov maupun Pemkab, gedung fasilitas umum, hotel, serta sarana hiburan. Puas berkeliling dalam kota, perjalanan dilanjutkan menuju sarana,wisata pantai. Diawali dari Pantai Nabire, Gedo, Nusi, dan Pantai Erari perjalanan pun dilakukan. Setelah semua dianggap cukup, Pak Andiyan mengajak Agus kembali ke kota,dan menuju hotel tempat ia menginap. “Terimakasih banyak Pak, bapak telah mempercayakan saya untuk mengantar yang bapak butuhkan,” kata Agus sebelum berpisah. “Kapan-kapan kalau bapak membutuhkan kendaraan dan drivernya, bapak bisa hubungi saya,” harapnya. “Terima kasih juga Mas Agus telah mengantar saya, saya cukup puas dengan pelayanan Agus yang ternyata banyak tahu tentang Nabire,” ungkap Andiyan. “Kalau saya butuh, pasti saya hubungi Mas Agus,” tegasnya. Mas Agus masuk kedalam mobilnya dan menstaternya, dari raut wajahnya nampak senyum ceria tanda kepuasan di dapat dari jass mengantar tanu Nabire dari Jakarta itu.
Dari ilustrasi yang dituturkan Kepala Disbudporapar Kabupaten Nabire Martina Deba, memberikan sebuah gambaran dan nilai yang sangat berharga. Menurut Martina Deba, dari seorang wisatawan yang datang di Nabire telah memberikan keuntungan bagi banyak pihak.Mulai dari supir, warung nakan, hotel, pengelola pantai dan lain-lain. Martina Deba menyatakan agar wisatawan yang datang di Nabire memiliki kesan mendalam dan pengalaman yang tak terlupakan , maka Nabire harus mampu merias wajahnya, wajah penuh senyum keindahan yang sulit dilupakan, sekali datang di Nabire, dalam hatinya terpatri dan berkata”Nabire begini Indah, pasti saya akan kembali “.
Ditegaskan Martina Deba, Bidang Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Nabire berkomitmen untuk menjadikan Nabire sebagai magnet untuj siapa pun yang datang, baik dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri (manca negara). Menurut Deba, salah satunya uoaya menciptakan Sapta Pesona Nabire. “Sapta Pesona yang akan mengubah wajah Nabire menjadi Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan, dengan demikian siapa pun yang datang pasti memiliki kesan mendalam, pengalaman yang tak terlupakan.Siapapun yang datang di Nabire pasti akan kembali datang,” tuturnya.
Menurut Deba, Sapta Pesona Nabire akan banyak memberikan keuntungan besar dan pendapatan bagi daerah. “Dalam ilustrasi, Andiyan di Nabire dengan kesan dan pengalaman mendalam akan dibawa pulang ke Jakarta, ia akan bercerita kepada keluarga dan teman-temannya tengah keindahan dan ketenangan Nabire,” ungkapnya. “Saat ia kembali ke Nabire serta mengajak keluarga dan teman-temannya, maka uang yang turun di Nabire menjadi berlipat, roda ekonomi akan berputar, tempat-tempat wisata semakin hidup dan ramai,” imbuhnya.
“Tentu ini akan berpengaruh besar bukan saja bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetapi juga bafi pendapatan masyarakat, saat semuanya berjalan, PAD meningkat maka pendapatan dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” tuturnya. Dengan Sapta Pesona, dan motto ” Datang sebagai Tamu dan Pulang sebagai Keluarga, Disbudporapar Kabupaten Nabire terus berupaya menjadikan daerah Kenangan Indah dan Tak Terlupakan, daerah yang ingin dan selalu ingin dikunjungi dan tempat kembali. “Kita semua,tentu tidak menginginkan siapapun wisatawan yang,datang di Nabire mempunyai kesan dan pengalaman yang kurang baik, tetapi kita,semua ingin Nabire menjadi MAGNET kuat bagi setiap yang datang,” pungkas Martina Deba. (ing elsa)
Gubernur Resmikan Pesantren Riyadhul Qur’an dan Launching SMP-SMA di Nabire
Share berita :
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa meresmikan Pondok Pesantren Riyadhul Qur’an di Distrik Wanggar, Nabire Barat, Sabtu (25/4/2026). (Dok Humas PPT)
Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info — Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, secara resmi meresmikan Pondok Pesantren Riyadhul Qur’an sekaligus melaunching SMP dan SMA Riyadhul Qur’an di Distrik Wanggar, Nabire Barat, Sabtu (25/4/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Ia menyebut kehadiran pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral, akhlak, dan spiritual generasi muda.
“Pembangunan tempat ibadah harus diiringi dengan pembangunan manusia. Tempat ibadah akan hidup jika ada masyarakat yang berpendidikan dan memiliki pekerjaan yang baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi Yayasan Riyadhul Qur’an atas komitmennya menghadirkan lembaga pendidikan berbasis keagamaan di wilayah Papua Tengah.
Advertisement
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, disiplin, dan tanggung jawab sosial.
Di sisi lain, Gubernur juga menyoroti tantangan moral di era digital.
Ia menilai derasnya arus informasi di media sosial menuntut adanya penguatan nilai-nilai karakter melalui pendidikan.
“Oleh karena itu, saya berharap pesantren ini mampu melahirkan santri yang beriman, disiplin, dan siap membangun Papua Tengah,” ujarnya.
Sejalan dengan visi Papua Tengah yang adil, berdaya saing, dan berkelanjutan, pemerintah provinsi terus mendorong sektor pendidikan sebagai prioritas utama.
Salah satunya melalui program beasiswa bagi siswa SMA dan SMK yang akan diperluas ke tingkat SMP.
Advertisement
Namun demikian, ia menekankan pentingnya kejujuran dalam penyusunan data pendidikan, khususnya melalui sistem Dapodik.
Ia menyebut data yang akurat akan menentukan keberhasilan kebijakan pemerintah.
“Pemerintah membutuhkan data yang benar. Tanpa data, kita tidak bisa mengambil langkah yang tepat,” jelasnya.
Dengan peresmian ini, Gubernur berharap Pondok Pesantren Riyadhul Qur’an dapat menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi Qur’ani, berkarakter, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang harmonis dan religius di Papua Tengah. (*)
Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info – Sebanyak 23 kepengurusan yang terdiri dari 5 Wilayah dan 18 Cabang Paguyuban Pasundan se-Tanah Papua masa bakti 2025-2030 resmi dilantik secara serentak di Aula Padepokan PSHT, Nabire, Papua Tengah, Sabtu (25/4/2026).
Acara yang mengusung tema “Nyunda ~ Nyantri ~ Nyakola ~ Nyantika” ini dihadiri langsung oleh Mayjen TNI (Purn.) Deny K. Irawan selaku Sekretaris Dewan Pangaping, Dr. Kunkunrat, M.Si., Subaryo, S.Pd., M.Pd., Polda Papua Tengah, KOREM 173/PVB, Tokoh adat, Tokoh agama. serta jajaran pengurus pusat dan daerah.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, S.H. yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Victor Fun, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terbentuknya organisasi ini.
Menurutnya, Paguyuban Pasundan memiliki peran strategis sebagai jembatan silaturahmi dan mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.
Nilai-nilai kebersamaan yang diusung organisasi ini dinilai selaras dengan semangat persatuan masyarakat Papua.
Advertisement
“Kami berharap Paguyuban Pasundan dapat berkontribusi nyata, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga pelestarian budaya, guna mewujudkan Papua Tengah yang maju dan sejahtera,” ujar Victor Fun.
Pelantikan ini menjadi sejarah baru bagi organisasi di Tanah Papua, dengan harapan pengurus baru dapat bekerja secara solid, profesional, dan menjaga keharmonisan antarwarga. (*)
Dari Bandung ke Nabire, PB Paguyuban Pasundan Siap Lantik Pengurus se-Tanah Papua
Share berita :
Penjemputan rombongan Pengurus Besar Paguyuban Pasundan di Bandara Udara Douw Aturure, Nabire, Kamis (23/4/2026). Rombongan tiba pukul 09.05 WIT menggunakan pesawat Batik Air untuk menghadiri pelantikan pengurus se-Tanah Papua.
Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info — Semangat persatuan dan kebersamaan menyelimuti kedatangan rombongan Pengurus Besar Paguyuban Pasundan di Nabire.
Dari ujung barat Indonesia hingga timur, langkah ini menegaskan satu tujuan: mempererat tali silaturahmi dan memperkuat identitas budaya di Tanah Papua.
Panitia dan pengurus Paguyuban Pasundan Papua Tengah bersama perwakilan Provinsi Papua menjemput langsung rombongan di Bandara Udara Douw Aturure, Kamis (23/4/2026).
Pesawat Batik Air yang membawa rombongan dari Bandung mendarat tepat pukul 09.05 WIT. Kehadiran para tokoh ini menjadi awal rangkaian pelantikan pengurus di lima provinsi Papua.
Rombongan tersebut terdiri dari sejumlah tokoh penting, di antaranya Mayjen TNI (Purn.) Deny K. Irawan selaku Sekretaris Dewan Pangaping, Dr. Kunkunrat, M.Si. selaku Ketua Bidang Organisasi sekaligus Dekan FISIP Unpas, serta Subaryo, S.Pd., M.Pd. selaku Sekretaris Bidang Organisasi yang juga menjabat Kepala SMK Pasundan 3 Cimahi.
Advertisement
Sebelumnya, Ketua PW Paguyuban Pasundan Papua Tengah, Tabroni M. Cahya, S.H, mengumpulkan jajaran sekretaris jenderal, bidang keorganisasian, serta dewan sesepuh dari Nabire dan Jayapura. Ia menekankan pentingnya koordinasi, disiplin, dan kekompakan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal.
“Kami bergerak bersama menuju bandara untuk menjemput Ketua Umum dan rombongan. Kehadiran beliau menjadi momen penting untuk melantik pengurus di lima provinsi di Tanah Papua,” ujar Tabroni.
Selanjutnya, panitia akan memusatkan pelantikan di Nabire pada Sabtu, 26 April 2026. Paguyuban Pasundan akan melantik pengurus dari Papua (induk), Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Barat, dan Papua Tengah secara serentak.
Langkah ini mempertegas komitmen organisasi dalam membangun jaringan yang solid di wilayah timur Indonesia.
Di balik rangkaian acara formal, tersimpan semangat kekeluargaan yang kuat. Warga Pasundan di Papua tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membangun ruang kebersamaan lintas daerah.
Mereka hadir sebagai bagian dari keberagaman Indonesia yang saling menguatkan.Sebagai tuan rumah, Paguyuban Pasundan Papua Tengah mengajak seluruh keluarga besar Pasundan untuk berpartisipasi aktif.
Kebersamaan ini diharapkan mampu menjadi energi positif bagi keberlangsungan organisasi ke depan.“Kami optimistis kegiatan ini berjalan lancar. Mari kita sukseskan bersama dengan semangat gotong royong dan kebanggaan sebagai keluarga besar Pasundan,” tutup Tabroni.
Persipuncak Cartenz Vs Persido Dogiyai dengan skor 2–1 pada laga semifinal Liga 4 PSSI Papua Tengah di Stadion Wania SP4, Mimika, Senin (16/3/2026). Kemenangan tersebut membawa Persipuncak Cartenz melaju ke Grand Final.
Share berita :
Mimika, Papua Tengah | Papuatengah.info – Tim Persipuncak Cartenz memastikan langkah ke partai puncak Liga 4 PSSI Papua Tengah setelah menaklukkan Persido Dogiyai dengan skor tipis 2–1 pada laga semifinal yang digelar di Stadion Wania SP4, Kabupaten Mimika, Senin (16/3/2026) pagi.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka. Serangan demi serangan silih berganti tercipta, memperlihatkan ambisi kuat dari masing-masing tim untuk mengamankan satu tiket menuju final.
Namun hingga pertandingan berakhir, Persipuncak Cartenz mampu mempertahankan keunggulan dan memastikan kemenangan dengan skor 2–1 atas Persido Dogiyai.
Kemenangan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Puncak, Elvis Tabuni, yang hadir memberikan dukungan kepada skuad Persipuncak Cartenz. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Puncak itu menjadi tambahan semangat bagi para pemain di lapangan.
Advertisement
Usai pertandingan, Elvis Tabuni menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan tim kebanggaan masyarakat Puncak melaju ke babak final.
“Kami bersyukur kepada Tuhan atas kemenangan di semifinal ini. Anak-anak sudah berjuang dengan sangat baik dan menunjukkan semangat yang luar biasa,” ujarnya.
Sebagai pembina tim Persipuncak Cartenz, ia mengaku sejak awal memiliki keyakinan bahwa tim tersebut mampu melangkah jauh hingga meraih gelar juara.
“Sejak awal saya sudah membayangkan bahwa piala Liga 4 Papua Tengah ini akan kembali ke Ilaga. Semua perjuangan tim ini kami serahkan kepada Tuhan,” tegasnya.
Selain memberikan motivasi, Bupati juga mengingatkan para pemain untuk tetap menjaga sikap dan nama baik Kabupaten Puncak menjelang pertandingan final.
Advertisement
“Saya minta semua pemain menahan diri dan tidak membuat gerakan tambahan yang dapat merugikan tim. Jaga nama baik Kabupaten Puncak,” pesannya.
Sementara itu, Manajer tim Persipuncak Cartenz, Keril Tabuni, menyebut kemenangan tersebut sebagai buah dari kerja keras seluruh pemain dan pelatih.
“Kemenangan hari ini kami percaya terjadi atas kehendak Tuhan. Semua pemain sudah bekerja keras di lapangan,” katanya.
Meski demikian, ia tidak ingin terlalu banyak menjanjikan hasil menjelang pertandingan final.
“Kami tidak bisa menjanjikan banyak kepada Bapak Bupati untuk pertandingan besok. Semua kami serahkan kepada Tuhan,” tambahnya.
Advertisement
Di sisi lain, pelatih kepala Persipuncak Cartenz, Masco Kiwak, mengingatkan para pemain agar segera fokus mempersiapkan diri menghadapi laga puncak.
“Yang paling penting sekarang adalah menjaga kondisi dan stamina. Besok kita akan bermain di Grand Final, jadi semua pemain harus benar-benar siap,” ujarnya.
Ia juga meminta para pemain untuk mengesampingkan hal-hal di luar pertandingan agar konsentrasi tim tetap terjaga.“Fokus saja pada pertandingan besok. Hal-hal lain tolong dilewatkan dulu,” tegasnya.
Dengan kemenangan ini, Persipuncak Cartenz memastikan diri melaju ke Grand Final Liga 4 PSSI Papua Tengah, membawa harapan besar masyarakat Kabupaten Puncak agar trofi juara dapat dibawa pulang ke Ilaga. (*)
Frans Dekme bersama tim Papua Muda Inspirasi Mimika menunjukkan kolam terpal metode bioflok yang disiapkan untuk penebaran 25 ribu benih ikan nila di Kabupaten Mimika.
Share berita :
Mimika | Papuatengah.info — Semangat kemandirian generasi muda Papua mulai terlihat dari sektor perikanan budidaya. Berbekal ilmu dari pelatihan budidaya ikan air tawar, sejumlah anak muda di Kabupaten Mimika kini mulai mengembangkan usaha perikanan secara mandiri.
Frans Dekme bersama rekannya dari Papua Muda Inspirasi Mimika merupakan peserta pelatihan budidaya ikan air tawar yang mengikuti program Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Subang, Jawa Barat pada September 2025.Setelah kembali ke Mimika, mereka langsung bergerak.
Dengan memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan, mereka membangun 16 kolam terpal menggunakan metode bioflok sebagai langkah awal mengembangkan usaha budidaya ikan.
“Saat ini kami sudah memiliki 16 kolam terpal dengan metode bioflok dan telah menyiapkan sekitar 25 ribu benih ikan nila yang siap ditebar,” ujar Frans Dekme.
Advertisement
Menurutnya, pengembangan budidaya ikan tersebut menjadi bukti bahwa program pelatihan yang diberikan pemerintah dapat langsung diterapkan oleh para peserta di daerah masing-masing.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi, khususnya bagi generasi muda Papua yang ingin terjun ke sektor perikanan budidaya.
Lebih lanjut, Frans menyampaikan bahwa pihaknya juga berencana mengundang Gubernur Papua Tengah untuk meresmikan kegiatan budidaya ikan yang telah mereka kembangkan tersebut.Ia berharap usaha budidaya ikan ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Harapan kami, budidaya ini bisa berkembang lebih besar, membuka peluang usaha baru, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua untuk berani memulai dan memanfaatkan peluang yang ada,” ujarnya.
Melalui langkah kecil yang dimulai dari 16 kolam terpal dan puluhan ribu benih ikan nila, para anak muda ini menunjukkan bahwa semangat belajar, kerja keras, dan kolaborasi mampu menjadi pondasi kuat dalam membangun kemandirian ekonomi di tanah Papua. (*)
Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs kami. Dengan menggunakan situs kami, Anda menyetujui penggunaan cookies.
Situs web ini menggunakan cookie
Situs web menyimpan cookie untuk meningkatkan fungsionalitas dan mempersonalisasi pengalaman Anda. Anda dapat mengelola preferensi Anda, tetapi memblokir beberapa cookie dapat memengaruhi kinerja dan layanan situs.
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
Name
Description
Duration
Cookie Preferences
This cookie is used to store the user's cookie consent preferences.
30 days
These cookies are needed for adding comments on this website.
Name
Description
Duration
comment_author_url
Used to track the user across multiple sessions.
Session
comment_author
Used to track the user across multiple sessions.
Session
comment_author_email
Used to track the user across multiple sessions.
Session
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Used to monitor number of Google Analytics server requests when using Google Tag Manager
1 minute
_ga_
ID used to identify users
2 years
_gid
ID used to identify users for 24 hours after last activity
24 hours
_gali
Used by Google Analytics to determine which links on a page are being clicked
30 seconds
__utmx
Used to determine whether a user is included in an A / B or Multivariate test.
18 months
_ga
ID used to identify users
2 years
__utmz
Contains information about the traffic source or campaign that directed user to the website. The cookie is set when the GA.js javascript is loaded and updated when data is sent to the Google Anaytics server
6 months after last activity
__utmv
Contains custom information set by the web developer via the _setCustomVar method in Google Analytics. This cookie is updated every time new data is sent to the Google Analytics server.
2 years after last activity
__utmc
Used only with old Urchin versions of Google Analytics and not with GA.js. Was used to distinguish between new sessions and visits at the end of a session.
End of session (browser)
__utmb
Used to distinguish new sessions and visits. This cookie is set when the GA.js javascript library is loaded and there is no existing __utmb cookie. The cookie is updated every time data is sent to the Google Analytics server.
30 minutes after last activity
__utmt
Used to monitor number of Google Analytics server requests
10 minutes
__utma
ID used to identify users and sessions
2 years after last activity
_gac_
Contains information related to marketing campaigns of the user. These are shared with Google AdWords / Google Ads when the Google Ads and Google Analytics accounts are linked together.