Ekonomi
Gubernur Meki Nawipa Dampingi 2 Menteri Kunjungi Demplot Tani IPAIYEE Bumi Raya
Published
8 bulan agoon
By
Ing Elsa
Menteri Desa “Tanam Sebanyak-banyaknya, Pemerintah Siap Beli dengan Harga Tinggi”



NABIRE-centralmedianews- Gubernur Papua Tengah Meki F.Nawipa, S.H mendampingi 2 (dua) menteri yakni Menteri Desa dan Pembangungan Daerah Tertinggal H.Yandri Susanto dan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi turun Nabire kunjungi Kelompok Demplot (Percontohan) Tani Ipaiyee Kampung Bumi Raya Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, Senin (11/8).
Turut juga mendampingi dua menteri tersebut Bupati Intan Jaya Aner Maisini, Ketua II DPRP PT Izak Suripaty, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Marthen Ukago.
Sejumlah pejabat dari OPD terkait baik Pejabat di Pemerintahan Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah, diantaranya Kepada Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Norberthus Mote, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Nabire, Sekretaris BPMK Kabupaten Nabire Fransiskus Magai, Kadistrik Nabire Barat Anang Subekti serta pejabat terkait lainya.
Tiba di Demplot Tani Ipaiyee sekitar pukul 15.25 wit, dua menteri dan rombongan langsung kelokasi tanam untuk melakukan penanaman jagung perdana.
“Hari ini kita lakukan tanam jagung perdana, hasilnya nanti kita jual ke,Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H.Yandri Susanto sebelum menanam sambil memegang alat tanam jagung.
“Kita tanam bersama Pak Menteri Koperasi, ada Pak Gubernur Papua Tengah, beliau Ketua Satgas Koperasi Desa Merah Putih Provinsi Papua Tengah, ada dari DPRP-PT, Bupati Intan Jaya dan yang lain dari Kementrian Desa dan Koperasi,” imbuhnya.
Pasca melakukan penanaman jagung perdana, rombongan menuju tempat yang sudah disediakan tuan rumah.


Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H.Yandri Susanto mengatakan, tanam perdana jagung mengindikasikan bahwa jagung merupakan salah satu tanaman andalan daerah ini.
“Nantinya Koperasi Desa Merah Putih bisa,menjadi penampung/pengumpul/pengepul hasil jagung pasca panen, juga dengan hasil panen tanaman lain seperti padi, ubi, kacang tanah dan sayur mayur lain bisa ditampung di Kopdes Merah Putih,” tuturnya.
Terang Yandri Susanto, disamping dengan Menteri Koperasi sebelumnya dengan Kepala Badan Gizi Nasional atau Makan Gizi Gratis Dr.Ir.Dadan Hindayana dalam rangka memastikan makan gizi gratis di Papua Tengah .


“Mudah-mudahan program makan gizi gratis di Papua Tengah juga sukses seperti didaerah lain,” ungkap Menteri Desa seraya mengharap dukungan semua,pihak.
“Bapak/ibu tinggal menanam, memproduksi sebanyak-banyaknya dan nanti pemerintah akan membeli dengan harga yang bagus.Padi Rp.6.500,- per kilogram dan jagung Rp.5.500,- perkilogram dan Kopdes Merah Putih bisa menjadi tempat memasarkan atau menjual,” jelasnya.
“Tidak perlu jauh-jauh, Kopdes Merah Putih Bumi Raya bisa menampung hasil-hasil panen petani Bumi Raya,’ imbuhnya.
Menteri Desa meminta agar warga Bumi Raya menanam padi, jagung, ubi, sayur-sayuran, dan tanaman lain seperti rempah-rempah karena itu sangat dibutuhkan untuk program makan gizi gratis .

Presiden Prabowo Fokus Bekerja Guna Kebahagiaan Seluruh Masyarakat Indonesia
Lebih lanjut dikatakan Menteri Desa Yandri Susanto, bahwa pendirian Koperasi Desa,Merah Putih, Makan Gizi Gratis merupakan diantara program Presiden Prabowo Subianto.
“Inilah yang dikehendaki Presiden Prabowo, karena tidak ada lagi yang beliau cari.Yang dicari cuma satu yaitu “kebahagiaan seluruh masyarakat Indonesia”,” ungkapnya.
“Oleh karena itu mari kita dukung program bapak Presiden Prabowo apa Kopdes Merah Putih, Makan Gizi Gratis, cek kesehatan gratis dan lai sebagainya,” ajaknya.
Dijelaskan Yandri, dalam Asta Cita Presiden yang keenam adalah membangun dari desa, membangun dari bawah, membangun dari kampung-kampung buat pemerataan ekonomi, agar semua warga negara Republik Indonesia mendapat kesejahteraan dan kebahagiaan dalam rangka mengentaskan kemiskinan.
“Pesan Presiden ayo kita,sama-sama, sama-sama punya kesempatan yang sama, punya peluang yang sama, punya waktu yang sama , punya kesempatan yang sama untuk menjadi orang yang hebat,” tuturnya.
“Pemerintah Pusat terus mendorong dan membantu untuk memajukan dan memakmurkan Tanah Papua,” tegas Menteri Yandri.
Dalam kesempatan itu, Menteri Desa meminta kepada para pendamping desa untuk mendampingi masyarakat bagaimana cara menanam yang baik, memenej koperasi yang baik dan benar.
Menteri Yandri menyampaikan selamat kepada warga,Kampung Bumi Raya karena mendapat bantuan Tekad (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu).
“Ada program bantuan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan salah satunya Kampung Bumi Raya Distrik Nabire Barat Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah untuk Demplot (percontohannya), dan itu bantuan dari Presiden Prabowo,” tuturnya.
Diakhir sambutanya , Menteri Desa berharap kedatangannya menambah semangat dalam memajukan Kopdes Merah Putih, Bumdes, serta produk-produk yang lain.

Kopdes Merah Putih Alat Perjuangan Ekonomi Milik Rakyat Ekonomi
Sementara itu Menteri Koperasi Arie Budi Setiadi mengatakan bahwa dua,kementrian yakni Kementerian Koperasi dan Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mempuyai tugas berat yakni memajukan Kopdes Merah Putih.
Terkait Kopdes Merah Putih, Menteri Koperasi menjelaskan, Kopdes Merah Putih adalah program nasional yang melibatkan 17 kementrian lembaga, termasuk Ketua satgas Kopdes Merah Putih adalah Gubernur di tingkat provinsi dan Bupati ditingkat kabupaten.

“Kopdes Merah Putih adalah alat perjuangan rakyat, alat usaha ekonomi milik rakyat, milik warga masyarakat kampung,” jelasnya.
Menurut Arie Budi perlu ada percontohan yang berhasil Koperasi Merah Putih di Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah.
“Koperasi adalah akar sejarah, koperasi adalah alat pemberdayaan masyarakat, koperasi itu badan usaha milik masyarakat,” pungkasnya. (ing elsa)
You may like
Daerah
Ketua BPW GBI Nabire Himbau Dukung Program Pemerintah Pusat & Ajak Jaga Kamtibmas”
Published
4 bulan agoon
Desember 4, 2025By
Ing Elsa


Nabire, Papua Tengah – Ketua Badan Wilayah Gereja Bethel Indonesia (BPW GBI) Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah yang sekaligus Kepala Suku Besar Wate Otis Monei, S.Sos., M.Si menghimbau jemaat GBI dan masyarakat Nabire Papua Tengah untuk mendukung program Pemerintah Pusat terlebih program strategis.
Otis Monei juga menyerukan agar jemaat GBI dan seluruh masyarakat menjaga situasi Kamtibmas tetat aman dan kondusif.
Seruan itu disampaikan Otis Monei dalam suasana sukacita Perayaan Natal 2025 di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kampung Harapan, Nabire, pada Selasa (2/12/2025), semakin lengkap dengan hadirnya kegiatan sosial dari Kepala Suku Besar Wate, Otis Monei, S.Sos., M.Si.
Dalam acara penuh kehangatan itu, Otis Monei menyalurkan 100 paket sembako kepada janda, anak yatim, dan para gembala yang melayani di wilayah Nabire. Momen tersebut mendapat sambutan antusias dari jemaat dan warga yang hadir.

Pembagian paket sembako ini merupakan salah satu program awal yang dijalankan Otis Monei setelah dirinya dinobatkan sebagai Kepala Suku Besar Wate pada 19 November 2025 di Taman Gizi Nabire. Kegiatan sosial ini menjadi simbol komitmen kepemimpinannya untuk lebih dekat dengan masyarakat, terutama golongan yang membutuhkan.
Menurut rencana, program pembagian sembako akan terus berlanjut di sejumlah kampung dalam wilayah adat Wate, sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab moral terhadap warga.


Menguatkan Kebersamaan Melalui Kepedulian
Dalam sambutannya, Otis menyampaikan bahwa penyaluran sembako bukan semata kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata dari semangat kebersamaan yang ingin ia bangun sejak awal masa kepemimpinannya.
“Ini bukan soal jumlah bantuan, tetapi soal kasih dan kepedulian kepada sesama. Kita ingin memastikan bahwa keluarga-keluarga yang membutuhkan juga merasakan sukacita Natal,” ujarnya.
Bagi Otis, Natal bukan hanya perayaan rohani, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan membangun hubungan harmonis antara pemimpin adat dan masyarakat.

Mengajak Jemaat Dukung Program Pemerintah
Selain menyerahkan bantuan, Otis Monei memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan pesan penting tentang situasi daerah. Di hadapan ratusan jemaat GBI Kabupaten Nabire, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung setiap program Pemerintah Pusat, terutama yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.
“Saya berharap kita sebagai warga di Kabupaten ini ikut mendukung program-program Pemerintah Pusat. Apa pun yang sedang dikerjakan pemerintah untuk kepentingan masyarakat, mari kita dukung bersama,” kata Otis.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan di Papua Tengah berjalan efektif, khususnya dalam bidang infrastruktur, pendidikan, pelayanan sosial, serta upaya menjaga ketertiban.

Tekankan Pentingnya Kamtibmas Pasca 1 Desember
Menjelang dan pasca tanggal 1 Desember, situasi sosial-politik di Papua kerap mengalami dinamika yang cukup signifikan. Otis menyinggung hal ini sebagai bagian dari upaya preventif menjaga stabilitas daerah.
“Saya mau menghimbau untuk semua orang yang berdiri di Kabupaten ini. Kita semua tahu gejolak yang terjadi setiap 1 Desember. Tugas kita orang berdiri itu hanya berdoa. Jangan ada yang ikut-ikutan aksi-aksi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sebagai Ketua Wilayah BPW GBI Kabupaten Nabire, ia ingin memastikan jemaat dapat beribadah dengan aman, anak-anak dapat sekolah dengan baik, dan masyarakat bisa beraktivitas tanpa gangguan.
“Kita semua harus jaga Kamtibmas dengan baik. Supaya semua aman, kita bisa ibadah baik, sekolah baik, dan bekerja dengan tenang,” lanjutnya.
Minta Warga Tidak Mudah Terprovokasi
Di tengah maraknya informasi yang beredar cepat melalui media sosial, Otis menegaskan agar masyarakat lebih berhati-hati menyikapi isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
“Jangan sampai kita terprovokasi. Kita bantu Bapak Kapolres, Bapak Kapolda, kita sama-sama jaga Kamtibmas. Kalau ada isu kiri-kanan, jangan cepat percaya,” pesannya.
Ia meminta masyarakat untuk tetap mengutamakan komunikasi yang sehat, mengutamakan musyawarah, serta mendahulukan langkah damai apabila ada persoalan di tengah komunitas.
“Biar daerah kita ini aman, Papua Tengah aman, Indonesia aman, dan kita bisa bebas melayani Tuhan. Itu yang kita harapkan bersama,” tutupnya.
Menghadirkan Damai Lewat Kepemimpinan Adat
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda sosial, tetapi juga memperlihatkan peran penting pemimpin adat dalam menjaga harmoni dan stabilitas sosial di wilayah Papua Tengah.
Melalui pendekatan yang humanis, Otis Monei menunjukkan bagaimana figur Kepala Suku Besar dapat menjadi jembatan antara masyarakat, gereja, dan pemerintah.
Dengan semangat Natal dan pesan damai yang kuat, penyaluran 100 paket sembako ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program sosial yang dapat mempererat hubungan masyarakat Wate dan memperkuat rasa aman di Nabire.(ing elsa)
artikel
Gubernur dan Kapolda Papua Tengah Sampaikan Pesan Persatuan pada Penobatan Kepala Suku Besar Wate
Published
4 bulan agoon
November 21, 2025By
Ing Elsa

Nabire, Papua Tengah — centralmedia – Acara penobatan Kepala Suku Besar Watih di Taman Gizi Oyehe Nabire turut diwarnai dua sambutan penting dari Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare serta Asisten III Setda Papua Tengah yang mewakili Gubernur. Keduanya menekankan pesan persatuan, penghormatan adat, serta komitmen menjaga keamanan dan harmonisasi di wilayah Papua Tengah.
Gubernur Papua Tengah. “Penobatan Ini Amanah Leluhur dan Tonggak Persatuan”

Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Gubernur Papua Tengah Meki F.Nawipa, S.H dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten III Setda Provinsi Papua Tengah menyatakan, Penobatan Kepala Suku Besar Wate bukan hanya urusan adat internal, tetapi juga bagian penting dalam memperkuat tatanan sosial dan pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, kami menyampaikan selamat kepada Bapak Otis Monei. Penobatan ini adalah amanah leluhur untuk menjaga nilai-nilai adat, memperkuat persatuan, dan menjadi jembatan antara masyarakat adat dan pemerintah,” ungkapnya.
Gubernur menyatakan bahwa Suku Wate memiliki peran strategis dalam perjalanan sejarah Nabire dan Papua Tengah. Nilai-nilai hidup orang Wate dinilai telah menjaga harmoni, keamanan, serta kebersamaan di wilayah tersebut.
Ia berharap kepemimpinan adat yang baru dikukuhkan mampu menghadapi tantangan zaman, meningkatkan sinergi dengan pemerintah, serta memajukan masyarakat Wate dan daerah sekitarnya.
“Kita berharap Suku Wate, melalui kepemimpinan Bapak Otis Monei, dapat mempersatukan berbagai suku yang hidup berdampingan di wilayah adat Watih. Persatuan ini penting untuk mewujudkan kemajuan Nabire dan Papua Tengah ke depan,” pungkasnya.
Kapolda: “Jangan Jadikan Suku Sebagai Alasan untuk Konflik”

Dalam sambutannya yang tegas, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan Kepala Suku Besar Watih, Otis Monei, S.Sos., M.Si., serta mengapresiasi pesan-pesan adat yang disampaikan oleh pemimpin yang baru dinobatkan tersebut.
Kapolda mengajak seluruh masyarakat adat untuk bergandengan tangan menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Nabire serta wilayah Papua Tengah secara keseluruhan. Ia mengingatkan bahwa konflik yang terjadi di beberapa daerah sering kali disalahartikan sebagai konflik suku, padahal merupakan persoalan politik atau kepentingan kelompok tertentu.


“Sering kali kita memakai suku sebagai alasan untuk berkonflik, padahal adat tidak mengajarkan demikian. Dalam beberapa kasus, konflik politik dialihkan menjadi perang suku, dan ini merusak nilai-nilai adat,” tegas Kapolda.
Ia mencontohkan insiden di Kabupaten Puncak dan peristiwa di Kuam Kilama yang menelan korban jiwa, di mana provokasi dilakukan oleh oknum tertentu, termasuk pejabat daerah. Kapolda menegaskan bahwa nyawa adalah hak Tuhan dan tidak boleh dibalas dengan kekerasan atas nama adat.
“Yang berhak mencabut nyawa hanya Tuhan. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk menghentikan konflik. Ketika upaya persuasif tidak berhasil, kami terpaksa mengambil langkah tegas untuk menghentikan pertumpahan darah,” ujarnya.

Kapolda mengakhiri sambutannya dengan apresiasi kepada Suku Wate yang dalam momentum penobatan ini menunjukkan semangat persatuan dan dukungan terhadap stabilitas keamanan daerah.
Kapolda menyatakan bahwa sambutan Kepala Suku Besar Wate Otis Monei sama dengan melegitimasi dan mendukung program serta apa yang dijalankan pihaknya dalam penegakan hukum, menciptakan situasi dan kondisi Papua Tengan yang aman dan kondusif.
(ing elsa)
Business
Penobatan Kepala Suku Besar Wate, Ramau Menggema di Taman Gizi Oyehe Nabire
Published
4 bulan agoon
November 21, 2025By
Ing Elsa
“Otis Monei Sah dan Resmi Pimpin Suku Besar Wate”


Nabire, Papua Tengah – centralmedia- Ucapan adat ramau menggema di Taman Gisi Oyehe, Nabire, saat masyarakat Suku Wate menggelar acara Pengukuhan dan Penobatan Kepala Suku Besar Wate, Rabu (19/11/2025) di Taman Gizi Oyehe Nabire Papua Tengah.
Lokasi ini dipilih secara khusus karena merupakan kampung lama dan tempat peristirahatan leluhur, sehingga memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat Wate.



Acara adat ini turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, tokoh adat, serta perwakilan gereja. Hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Asisten III Sekda Pemprov Papua Tengah, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.Alfred Papare, Wakil Ketua IV DPRP Papua Tengah John NR.Gobai, Anggota DPRP Stela Misiro, Kapolres Nabire AKBP.Samuel D.Tatiratu, SI.K, Dandim 1705/Nabire Letkol.Marudut Simbolon, Ketua DPRK Nabire Nancy Worabay, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Martina Deba,S.E mewakili Bupati Nabire, sejumlah pejabat dilingkungan Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire, sejumlah Kepala Suku, Ketua Paguyuban /Kerukunan, tokoh agama, adat, perempuan dan tokoh pemuda.


Kehadiran Dandim 1705 Nabire terasa istimewa karena yang sebelumnya dinobatkan sebagai “orang Wate” oleh sesepuh Suku. Wate Daniel Mandiwa,
Turut hadir pula tokoh gereja, Pendeta Leonardo Wairara, Ketua BPD GBI Papua Selatan, yang datang khusus untuk memanjatkan doa bagi masyarakat Wate dalam momentum sakral tersebut.
Sejumlah kepala suku dari berbagai wilayah – Mora, Yerisiam, Hegure, Umari, Simapitua, Wah, dan Mee sebagai bentuk penghargaan dan dukungan bagi suku Wate.
Penobatan Otis Monei sebagai Kepala Suku Besar Wate dikukuhkan secara simbolis oleh tokoh/Tua Afat Wate Karius Waray setelah sebelumnya dikukuhkan oleh 10 (sepuluh) Tua Adat mewakili 10 kampung di kediaman Otis Monei di Samabusa Nabire.
Setelah dikukuhkan, Otis Monei diarak dengan diiringi Barisan Adat Wate berpakaian Adat Wate, siswa/siswi TPBI. Sion Nabire Samabusa, dan dengan kawalan mobil aparat TNI-Polri, Otis Monei diiring menuju tempat Penobatan di Taman Gizi Oyehe melalui Jl.Yos Sudarso, Sam Ratulangi, Jl.Jakarta berbelok Jl.Kusuma Bangsa, menuju Jl.Pepera, belok di depan Gedung DPRP-PT, menyusuri Jl.Sisimangaraja, pertigaan Pantai Nabire belok kanan menuju Tugu Cenderawasih Oyehe.
Ditugu Cenderawasih Kepala Suku Besar Wate dan seluruh pengirin turun dari kendaraan dengan berjalan kaki menuju lokasi Penobatan Taman Gizi Oyehe.
Dengan Penobatan itu, Otis Monei secara sah dan redmi menjadi pemimpin tertinggi Suku Besar Wate alias Kepala Suku Besar Wate.

Dalam sambutannya, Kepala Suku Besar Watie Otis Monei, S.Sos., M.Si yang baru dinobatkan mengucapkan syukur kepada Tuhan dan menyampaikan rasa hormat kepada seluruh tokoh yang hadir. Ia juga menegaskan bahwa Suku Wate, meski tidak besar secara jumlah, memiliki wilayah adat yang luas, membentang dari Wapuga hingga Wanggar Pantai dan Wani, berbatasan dengan Waropen di timur, Yerisiam dan wilayah Kaimana–Wendama di barat, Suku Mee di selatan, serta hamparan laut biru di utara yang menjadi sumber kehidupan.
Ia menekankan bahwa kemenangan dalam pemilihan yang diikuti enam kandidat bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan amanah besar dari masyarakat. Ia mengajak seluruh kandidat yang sebelumnya bersaing untuk kembali bersatu membangun suku Watih tanpa perbedaan.
“Secara usia, saya lebih muda dibanding para senior yang turut mencalonkan diri. Karena itu, saya membuka diri untuk menerima setiap masukan dan pikiran demi kebaikan suku besar Wate,” ujarnya.
Penobatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Wate untuk memperkuat persatuan, melestarikan adat, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah.


Ajak Seluruh Warga Nabire Jaga Keamanan dan Persatuan
Usai resmi dinobatkan sebagai Kepala Suku Besar Wate, Otis Monei, S.Sos., M.Si., menyampaikan pesan kuat tentang persatuan, keamanan, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Kabupaten Nabire. Saat diwawancarai media, ia menegaskan bahwa Nabire adalah “rumah bersama” yang harus dijaga oleh semua warga tanpa memandang latar belakang.
“Mari kita bangun Nabire sebagai rumah kita bersama. Kita jaga hubungan kita, komunikasi kita, dan kita tolak segala bentuk begal, diskriminasi, dan tindakan-tindakan yang mengganggu kamtibmas,” ujar Otis Monei.
Ia juga menyampaikan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan peran kolektif seluruh masyarakat.
“Keamanan itu tercipta dari kita sendiri. Karena itu, saya mengajak semua masyarakat yang ada di Nabire untuk ikut menjaga keamanan bersama-sama. Satu harapan kita: Nabire lebih baik, Papua Tengah lebih aman,” tegasnya.
Selain itu, Otis menyoroti pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai harga mati. Ia menegaskan komitmen Suku Wate untuk mendukung seluruh program pembangunan pemerintah, baik di tingkat Kabupaten Nabire maupun Provinsi Papua Tengah.
“Kita harus menjaga keamanan, menolak hal-hal yang bertentangan dengan negara, dan menjunjung tinggi NKRI sebagai harga mati. Kami Suku Wate mendukung seluruh program pemerintah demi kemajuan daerah,” katanya.
Merah Putih Dominasi Panggung Penobatan



Merah Putih menjadi warna yang mendominasi panggung perhelatan Pengukuhan dan Penobatan Kepala Suku Besar Wate Otis Monei.
Baliho besar yang utama dipanggung utama hanya ada dua warna “Merah dan Putih”
Begitu juga ditenda tamu bagian depan dan samping dihiasi Merah Putih.Bendera Merah Putih juga. berderet dan berkibar di arena dan seputaran Taman Gizi sampai Siriwini.
Bendera Merah Putih juga menghiasi truk-truk yang memuat siswa/siswi YPBI Sion Nabire Samabusa saat mengiringi Kepala Suku Besar Wate menuju lokasi Penobatan di Taman Gizi Oyehe.
Saat marga Wate yang terdiri dari Warai, Monei, Raiki, Taeamori, Hao, Hai, Wai, dan Borotai disebut, mereka berdiri dengan Bendera Merah Putih ditangan.
Acara Penobatan Tuai Sukses Besar
Sementara itu, acara Pengukuhan dan Penobatan Kepala Suku Besar Wate Otis Monei menuai sukses besar.
Jalanya acara berlangsung aman, lancar, dan sukses tanpa hambatan.
Oleh karena itu panitia mendapat apresiasi dari semua pihak atas pelaksanaan acara yang sangat meriah penuh hikmah dan nilai sakral adat secara aman dan lancar.
Acara yang telah dipersiapkan secara matang dengan sejumlah rapat/pertemuan panitia sesuai dengan apa yang direncanakan dan diharapkan.

Sekretaris Panitia Pengukuhan dan Penobatan Kepala Suku Besar Wate, Daud Monei, S.I.P, turut memberikan keterangan resmi mengenai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Suku Wate Tahun 2025 serta laporan sumber pendanaan kegiatan.
Dalam laporannya, Daud menyampaikan bahwa kegiatan Mubes dan penobatan terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat adat.
Ia menyebut beberapa sumber pendanaan yang masuk, antara lain:
sumbangan Masyarakat Adat Kampung Samabusa, bantuan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta sumbangan tokoh masyarakat.
Daud Monei juga menyampaikan pembiayaan digunakan untuk seluruh tahapan kegiatan, mulai dari proses pemilihan, penetapan, hingga puncak penobatan Kepala Suku Besar Wate.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, sehingga musyawarah besar dan penobatan hari ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
(ing elsa)
artikel
Martha Tilaar SPA Resmikan Outlet Baru di Nabire, Papua Tengah
Published
5 bulan agoon
November 8, 2025By
Ing Elsa
“Nembawa Sentuhan Tradisi & Relaksasi Holistik ke Timur Indonesia”


Nabire, Papua Tengah -centralmedia – Martha Tilaar SPA resmi membuka outlet ke-91 di jantung kota Nabire, Papua Tengah. Berlokasi strategis di Jl. Yos Sudarso No. 7, Oyehe, Distrik Nabire, outlet ke-91 ini hadir sebagai oase ketenangan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang mendambakan relaksasi dan perawatan tubuh yang autentik, alami, dan berakar pada tradisi Indonesia.


Peresmian Martha Tilaar Spa Express Nabire berlangsung pada Jumat, 7 November 2025 dan dihadiri oleh pemilik franchise, Ibu Tanti Sri Mulyani, Ibu Wakil Bupati Nabire, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, Ibu Martina Deba, S.E., Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bapak Arfan Natan Palumpun, S.T., M.T., Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan Catherin Maruanaya, Pimpinan Perbankan, sejumlah pengusaha, serta tim Martha Tilaar SPA.
“Kami bangga bisa hadir di Nabire. Ini bukan sekadar ekspansi, tapi bentuk komitmen kami untuk merayakan kecantikan Indonesia dari barat hingga timur dengan layanan SPA yang tidak hanya memanjakan tubuh, tetapi juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Ibu Wulan Maharani Tilaar, Direktur Martha Tilaar SPA.


Dengan konsep interior yang memadukan nuansa Indonesia dan sentuhan etnik khas Papua, Martha Tilaar Spa Express Nabire menawarkan pengalaman SPA menyeluruh, menggabungkan teknik tradisional, bahan-bahan alami, dan fasilitas modern dalam satu kesatuan harmoni. SPA ini dikelola oleh PT Cantika Puspapesona.
Menurut Ibu Ita Utamiwati, General Manager Martha Tilaar SPA, kehadiran outlet ini memperkuat komitmen perusahaan untuk menjangkau seluruh penjuru nusantara.
“Outlet Martha Tilaar SPA kini telah hadir dari Aceh hingga Papua. Kami harap kehadiran Martha Tilaar SPA di Nabire dapat memberikan pengalaman SPA yang holistik bagi semua kalangan,” jelasnya.


Martha Tilaar Spa Express Nabire menghadirkan berbagai layanan unggulan seperti body treatment, facial, reflexology, serta perawatan manicure dan pedicure. Semua layanan dirancang untuk memberikan perawatan dari ujung rambut hingga ujung kaki bagi pria dan wanita, dengan menggunakan produk-produk alami khas Indonesia. Outlet ini dilengkapi fasilitas lengkap mulai dari ruang perawatan tubuh dan wajah, salon, reflexology, VIP room, jamu bar.
“Kami ingin menghadirkan tempat relaksasi yang nyaman, profesional, dan berkelas bagi masyarakat Nabire. Kami berharap outlet ini tidak harıya menjadi tempat perawatan tubuh, tapi juga ruang untuk memulihkan energi dan merayakan kecantikan alami kita,” ujar ibu Tanti Sri Mulyani.



Sebagai bagian dari perayaan grand opening, Martha Tilaar Spa Express Nabire menawarkan promo spesial yaitu diskon 30% untuk semua treatment pada tanggal 7 November 2025. Sedangkan pada tanggal 8 November hingga 8 Desember 2025 ada diskon 20%. SPA ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIT.
Martha Tilaar SPA dikelola oleh PT. Cantika Puspapesona dengan staf professional yang berpengalaman di bidang kecantikan dan SPA.
PT. Cantika Puspapesona dapat menjadi pilihan terbaik untuk melakukan bisnis sambil melestarikan tradisi kecantikan Indonesia.


Terinspirasi oleh tradisi budaya perawatan kecantikan Indonesia di seluruh siklus hidup dikombinasikan dengan tren jaman baru kembali ke alam. SPA kecantikan dan harmoni telah diciptakan.
Melalui filosofi kecantikan total yang disebut Rupasampat Wahyabiantara, kita dapat menjelajahi perawatan kebijaksanaan kuno perawatan kecantikan sepanjang siklus hidup seorang wanita
Dengan keinginan mempersembahkan “The Authentic Indonesian SPA Experience” bagi pelanggannya, Martha Tilaar SPA menemukan konsep unit di setiap perawatan SPA-nya, sebuah pendekatan holistic menggunakan tradisi kesehatan dan kecantikan timur yang berusia berabad-abad lamanya.


PT. Cantika Puspapesona
Gedung Puspita Martha lantai 3A
31. KH. Wahid Hasyim No. 19-21, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3192 6112
Martha Tilaar Spa Express Nabire
31. Yos Sudarso No.7, Oyehe Nabire.


Ditandai Pemotongan Pita dan Tumpeng
Peresmian itu juga ditandai dengan pengguntingan pita oleh Owner Outlet Baru Martha Tilaar Nabire Tanti Srimulyani.
Sementara pemotongan tumpeng dilakukan oleh Perwakilan PT.Cantika Puspapesona Ibu Leony dan Owner Outlet Baru Martha Tilaar Nabire Ibu Tanti Srimulyani.
Potongan tumpeng oleh Ibu Leony diberikan kepada Ibu Tanti.


Sedangkan potongan tumpeng kedua oleh Owner kepada Manager Outlet Baru Martha Tilaar Nabire Ibu Rahayu.
Ada hal menari saat Ibu Tanti Srimulyani memotong tumpeng, bila Ibu Leony memotong bagian atas, Ibu Tanti memotong bagian dasar/bawah dan hanya mengambil mie sebagai teman nasi.


Kepada Manager Outlet Baru Ibu Rahayu, Ibu Tanti mengatakan bahwa pengambilan tumpeng dari bagian bawah sebagai simbol bahwa perjuangan menuju kesuksesan harus dimulai dari bawah, sedang mengambil mie sebagai teman nasi padahal banyak menu didalamnya adalah menuju kehidupan yang lebih baik dan maju harus dengan kerja keras dan melalui kesulitan, tidak serta merta langsung enak dan sukses.(ing elsa)
Daerah
Kajari Nabire Disambut Secara Adat Papua, Bupati Mesak Magai Kalungkan Bunga dan Mahkota
Published
5 bulan agoon
November 3, 2025By
Ing Elsa

Nabire, Papua Tengah — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyambut kedatangan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nabire yang baru, Dr. Jusak Elkana Ayomi, S.H., M.H., bersama Ketua IAD Daerah Nabire, Ny. Nova Jusak Ayomi, di Bandara Douw Aturure Nabire, Senin (3/11/2025).
Penyambutan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., bersama jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para pejabat dari beberapa kabupaten di wilayah Papua Tengah. Kehadiran unsur TNI–Polri turut memberikan nuansa sinergi dan kekompakan antarlembaga pemerintah.
Kedatangan Kajari Nabire disambut meriah melalui tarian adat Papua yang menggambarkan kehangatan dan penghormatan kepada tamu kehormatan. Selain itu, prosesi injak piring dilakukan sebagai simbol penerimaan dan doa restu bagi pejabat yang akan menjalankan tugas di tanah Papua.

Sebagai bentuk penghormatan, Bupati Mesak Magai mengalungkan bunga dan mengenakan mahkota adat Papua kepada Kajari Nabire dan istri. Prosesi tersebut menjadi penanda eratnya hubungan kemitraan antara Pemerintah Daerah dan Kejaksaan Negeri Nabire dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, penegakan hukum, dan pelayanan publik yang lebih baik.

Kehadiran Dr. Jusak Elkana Ayomi diharapkan membawa semangat baru dalam memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan dan berintegritas di Kabupaten Nabire. Pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kolaborasi demi stabilitas daerah dan kemajuan Papua Tengah.

(red)
Dari Rumah Ibadah ke Duka: Tragedi yang Mengguncang Dogiyai
Dari Masjid hingga Pasar, Satgas Cartenz Jaga Sinak Tetap Aman
Buka Puasa Bersama, Satgas Cartenz Pererat Hubungan dengan Insan Pers
Dengan Keterbatasan Finansial, Tim Volly Mimika Optimis Raih Juara
These ’90s fashion trends are making a comeback in 2017
Wamendiktisaintek Ibu Stella Christie berkunjung ke Nabire – Papua Tengah
Penampilan Putra-Putri Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Nabire sebelum Pembukaan STQH I Paoua Tengah
DPRK Terima Aspirasi Cabut Izin Miras, Nanci Worabay : Kita Tidak Ingin Generasi Nabire Terus Menjadi Korban
Terbukanya Selubung/Tiray Tema STQH I Papua Tengah oleh Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley diiringi Tabuh Rebana oleh Tamu Kehormatan menandai STQH I Dibuka Secara Resmi
Daerah
Dari Rumah Ibadah ke Duka: Tragedi yang Mengguncang Dogiyai
Dogiyai, Papua Tengah | Papuatengah.info — Pagi yang seharusnya tenang di Moanemani berubah menjadi duka. Di depan Gereja Ebenezer, sebuah...
Duel Sengit di Mimika, Persipuncak Cartenz Pastikan Tempat di Final Liga 4
Mimika, Papua Tengah | Papuatengah.info – Tim Persipuncak Cartenz memastikan langkah ke partai puncak Liga 4 PSSI Papua Tengah setelah...
Program Pelatihan Gubernur Berbuah Nyata, 16 Kolam Bioflok Berdiri di Mimika
Mimika | Papuatengah.info — Semangat kemandirian generasi muda Papua mulai terlihat dari sektor perikanan budidaya. Berbekal ilmu dari pelatihan budidaya...
BGN Nabire Investigasi Kasus Siswa dan Guru Sakit Usai Konsumsi MBG, Mayoritas Pasien Alami Gejala Tipes
Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire melakukan investigasi langsung terhadap sejumlah siswa dan guru...
Penegakan Hukum Lakalantas, Polres Nabire Serahkan Tersangka ke Jaksa
Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info – Upaya penegakan hukum terhadap kasus kecelakaan lalu lintas kembali berlanjut di Kabupaten Nabire. Satuan...
Wabup Nabire: GPM Bantu Kendalikan Inflasi Pangan
Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info – Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Pawennari membuka secara resmi kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM)...
Wagub Papua Tengah Tekankan Sinergi Pengamanan Mudik 2026
Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info – Deretan personel gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait berdiri rapi di lapangan...
Langkah Awal Pembangunan Mako Polda Papua Tengah di Nabire
Nabire, Papua Tengah || Papuatengah.info – Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K. mendampingi Kapolda Papua Tengah Kombes Pol. Jermias...
Jaga Kamtibmas Idul Fitri, Polres Nabire Gelar Latihan Pra Operasi
Nabire, Papua Tengah | Papuatengah info – Polres Nabire menggelar Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) Ketupat Noken 2026 sebagai langkah...
Kolaborasi Tifa Cenderawasih News dan Kurir Nabire Hebat Tebar Kebaikan
Papua Tengah || Papuatengah.info — Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali terlihat di Kota Nabire. Media Tifa Cenderawasih News...
Trending
-
Daerah8 bulan agoDengan Keterbatasan Finansial, Tim Volly Mimika Optimis Raih Juara
-
Fashion9 tahun agoThese ’90s fashion trends are making a comeback in 2017
-
Daerah9 tahun agoWamendiktisaintek Ibu Stella Christie berkunjung ke Nabire – Papua Tengah
-
Daerah8 bulan agoKetum KONI Pusat Lantik Ketum KONI Papua Tengah
-
Daerah8 bulan agoDPD HMNI Papua Tengah Rayakan HUT ke-15 Tabroni M.Cahya : Kolaborasi Miliki Arti Vital
-
Daerah8 bulan agoPolres Nabire Gelar Pengukuhan dan Sertijab
-
Daerah8 bulan agoForum Papua Tengah Terang Gelar Rakerwil Pertama, Tegaskan Komitmen Pemuda untuk Papua Tengah Jaya
-
Daerah9 tahun agoGubernur Papua Tengah Membuka secara resmi RAKER Asosiasi Majelis Rakyat Papua Se- Tanah Papua

