NABIRE-centralmedia – Setelah melalui perjalanan proses cukup panjang akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire menetapkan 2 (dua) tersangka Kasus Perjalanan Dinas di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (Kabupaten (DPRK) Nabire. Penetapan 2 tersangka itu bertepatan dengan Hari Kejaksaan Republik Indonesia ke-80.
Penetapan 2 tersangka disampaikan Kepada Kejaksaan Negeri (Kajari) Nabire dalam jumpa pers, Senin (8/9/2025) Moh. Harun Sunadi, S.E., SH., M.H., didampingi Kasi Pidsus Chrispo Simanjuntak, S.H dan Kasi Intel Pirly Momongan, S.H. dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi perjalanan dinas pada Sekretariat DPRK Nabire Tahun Anggaran 2023.
Kajari Nabire mengatakan bahwa Kejari Nabire berkomitmen dalam memberantas tindak pidana korupsi yang merugikan negara. “Pada hari ini, Senin, 8 September 2025, Kejaksaan Negeri Nabire menetapkan 2 (dua) orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan perjalanan dinas Sekretariat DPRD Kabupaten Nabire Tahun Anggaran 2023,” ujar Kajari.
Terang Moh.Harun kedua tersangka, yaitu: Pertama, DK selaku Pengguna Anggaran (PA) sekaligus Pelaksana Perjalanan Dinas. Kedua, AG selaku Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) sekaligus Pelaksana Perjalanan Dinas.
Dikatakan Kajari, penetapan 2 tersangka itu setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 45 orang saksi, penelitian dokumen, dan hasil audit penghitungan kerugian negara dari BPKP Papua Tengah. “Dari hasil tersebut, penyidik memperoleh fakta hukum adanya perbuatan melawan hukum dengan niat jahat oleh kedua tersangka yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp896.474.450,00,” jelas Kajari.
Kajari menerangkan perkara ini terkait dengan perjalanan dinas Bimbingan Teknis di Batam pada tahun 2023. “Perjalanan dinas ini melibatkan 39 orang, terdiri dari 25 anggota DPRD Nabire, 8 pegawai bagian persidangan, dan 6 staf bagian keuangan, dengan total anggaran senilai Rp2.039.813.860,00. Dari kegiatan tersebut, terungkap adanya praktik manipulasi yang menyebabkan kerugian negara hampir sembilan ratus juta rupiah,” tuturnya.
Kajari Nabire secara rinci menyampaikan peran masing-masing tersangka. Peran tersangka DK adalah menandatangani surat perintah perjalanan dinas yang sengaja dikosongkan tanggal pelaksanaannya agar dapat dimanipulasi, mengetahui adanya manipulasi dokumen pertanggungjawaban seperti bill hotel, boarding pass, dan tiket pesawat fiktif namun tetap menandatangani surat perintah membayar. Dari perbuatannya, DK menerima keuntungan sebesar Rp39.298.000,00,-. Sementara itu, peran AG sebagai Pejabat Penatausahaan Keuangan tidak kalah penting. AG mengetahui adanya manipulasi dokumen pertanggungjawaban, namun tetap menandatangani verifikasi kelengkapan dokumen pencairan dana. Dari perbuatannya, AG menerima uang sebesar Rp32.500.000,00,-.
Sementara modus operandi yang dilakukan, pertama, adanya tiket pesawat dan boarding pass fiktif untuk 7 orang yang tidak berangkat namun tetap menerima uang perjalanan. Kedua, terdapat 32 boarding pass palsu untuk penerbangan pulang Batam–Nabire guna memanipulasi lama perjalanan sehingga peserta mendapat uang harian lebih besar. Ketiga, 39 bill hotel fiktif, padahal seluruh biaya penginapan telah ditanggung fasilitator kegiatan, namun dana penginapan tetap dicairkan dan dibagi-bagikan. Keempat, adanya mark up harga tiket pesawat jauh di atas harga sebenarnya.
Menurut Kajari Nabire, penanganan kasus ini bukan soal penegakan hukum semata tetapi juga bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Advertisement
“Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa Kejaksaan hadir untuk melindungi uang rakyat,” tegasnya. “Di Hari Kejaksaan RI ke-80, kami ingin menunjukkan keseriusan Kejaksaan Negeri Nabire untuk terus bekerja profesional, transparan, dan tegas dalam memberantas tindak pidana korupsi,” imbuhnya. Ia menambahkan, perkara ini akan terus dikawal hingga tahap penuntutan. “Kami pastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi siapapun yang berani merugikan keuangan negara,” pungkasnya.
Dengan pengungkapan kasus ini, Kejaksaan Negeri Nabire kembali menegaskan peran strategisnya dalam menjaga integritas keuangan negara, khususnya di wilayah Papua Tengah. Momentum Hari Kejaksaan RI ke-80 semakin bermakna dengan capaian ini, sekaligus menjadi pesan moral bahwa korupsi tidak akan pernah ditoleransi. (ing elsa)
Gubernur Meki Nawipa saat memberikan sambutan Ramah Tamah Hardiknas 2026 dan memberikan hadiah kepada siswa-siswi tingkat SMP-SMA Se-Papua Tengah yang telah mengikuti lomba Hardiknas 2026. Dok- Alvi
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info — Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-68 Tahun 2026 digelar di lapangan Mepa Boarding School SP 2 Kalisemen, Nabire Barat.
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa bersama istri Ibu Nurhaidah yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Papua Tengah, para guru se-Kabupaten Nabire, serta peserta lomba Hardiknas tingkat SMP–SMA se-Papua Tengah.
Usai upacara, Gubernur meresmikan gedung SLB Negeri Pembina di lingkungan Mepa Boarding School.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di aula sekolah dan penyerahan piala penghargaan kepada siswa-siswi peserta lomba Hardiknas 2026 tingkat Provinsi Papua Tengah. ada 27 Peserta Siswa-siswi dari Kabupaten Nabire. Sabtu (2/5/2026).
Advertisement
Seluruh Petugas Upacara dari Siswa SLBUpacara tahun ini menghadirkan suasana berbeda.
Seluruh petugas upacara merupakan siswa-siswi sekolah luar biasa (SLB) di Nabire, yakni SLB KSK Bukit Meriam, SLB Petra, dan SLB Matahari, serta siswa-siswi dari Mepa Boarding School Perhatian peserta upacara tertuju pada pemimpin upacara dari Siswa Mepa Boarding School yang bernama Deki Degei (16) kelas X seorang siswa yang hanya memiliki satu kaki kanan.
Ia memimpin jalannya upacara dengan tegap dan penuh percaya diri hingga selesai, menjadi simbol kuat makna pendidikan inklusif.
Dalam Amanatnya Gubernur Meki menyampaikan Inklusi adalah Kewajiban serta menegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan komitmen terhadap tema tahun ini: Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau dinas pendidikan. Ini adalah kerja bersama seluruh elemen agar tidak ada satu pun anak Papua Tengah yang tertinggal. Pendidikan bermutu untuk semua juga berarti pendidikan bermutu bagi anak-anak disabilitas. Inklusi bukan pilihan, tetapi kewajiban,” tegasnya.
Gubernur Meki menyampaikan tiga langkah prioritas, yakni penguatan infrastruktur SLB dan sekolah inklusif, peningkatan kompetensi guru pendidikan khusus, serta kolaborasi dengan yayasan yang menjangkau anak-anak di pelosok.
Kepada para siswa SLB, ia berpesan, “Kalian adalah mutiara Papua Tengah.
Keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi pemimpin besar.
”Kisah Inspiratif dalam Ramah Tamah Pada sesi ramah tamah di aula sekolah, Gubernur membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan demi pendidikan.
Ia menceritakan masa kecil yang harus meninggalkan kampung halaman, bekerja serabutan untuk biaya sekolah, hingga akhirnya meniti karier dan dipercaya memimpin Papua Tengah.
“Tidak ada jalan menuju kesuksesan tanpa pendidikan. Karena itu, tidak boleh ada anak Papua Tengah yang tertinggal, termasuk anak-anak SLB,” ujarnya.
Peringatan Hardiknas ke-68 di Nabire ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap pendidikan yang inklusif, setara, dan bermutu bagi seluruh anak bangsa. (*)
Pemprov Papua Tengah menetapkan jadwal libur dan cuti bersama April–Juni 2026 melalui surat edaran gubernur. Dok. Humas Pemprov PT
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan daftar hari libur resmi dan cuti bersama untuk periode April hingga Juni 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/383/SET/2026 yang ditandatangani Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, SH pada 27 Maret 2026 di Nabire.
Pemerintah mengeluarkan kebijakan ini sebagai tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Papua Tengah Nomor 100.3.3.1/298 Tahun 2025 tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Selain itu, penetapan juga mengacu pada kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian PAN-RB.
Selanjutnya, pemerintah menetapkan sejumlah hari libur keagamaan, nasional, serta cuti bersama yang berlaku bagi instansi pemerintah dan pemangku kepentingan di Papua Tengah.
Jumat, 15 Mei 2026 : Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
Minggu, 24 Mei 2026 : Pentakosta Hari Pertama
Senin, 25 Mei 2026 : Pentakosta Hari Kedua
Rabu, 27 Mei 2026 : Idul Adha 1447 H
Advertisement
Kamis, 28 Mei 2026 : Cuti Bersama Idul Adha
Minggu, 31 Mei 2026 : Waisak 2570 BE
Senin, 1 Juni 2026 : Hari Lahir Pancasila
Selasa, 16 Juni 2026 : Tahun Baru Islam 1448 H
Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, TNI-Polri, bupati se-Papua Tengah, serta pimpinan BUMN dan BUMD untuk dipedomani dan dilaksanakan.
Advertisement
Pemerintah berharap penetapan ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan kegiatan pemerintahan, pelayanan publik, serta aktivitas masyarakat selama periode tersebut. (*)
Sekda Papua Tengah Silwanus Sumule menutup Musrenbang Otsus dan RKPD 2027 di Nabire, Kamis (30/4/2026). Dok·Humas PPT
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan RKPD Tahun 2027 di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (30/4/2026).
Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, mewakili Gubernur Meki Nawipa, memimpin penutupan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Ia menegaskan bahwa Musrenbang menjadi forum strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah secara terukur dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, pemerintah menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yaitu penguatan ekonomi lokal dan daya saing daerah berbasis potensi wilayah.
Tema ini menjadi dasar untuk mendorong pembangunan yang bertumpu pada sumber daya lokal, kearifan budaya, serta potensi alam Papua Tengah.
Advertisement
Selanjutnya, pemerintah merumuskan berbagai prioritas melalui forum tersebut, mulai dari identifikasi permasalahan pembangunan, penyusunan program, hingga penetapan arah kebijakan daerah.
Silwanus menekankan bahwa hasil Musrenbang tidak boleh berhenti pada dokumen perencanaan.
Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan implementasi program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Apa yang kita sepakati harus menjadi kerja nyata dan hasil nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) secara optimal.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya Orang Asli Papua, melalui sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur dasar.
Di sisi lain, pemerintah mengakui masih adanya sejumlah tantangan pembangunan di Papua Tengah, seperti kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, serta akses layanan dasar dan konektivitas wilayah.
Advertisement
Karena itu, Pemprov Papua Tengah mendorong penguatan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, DPR, MRP, serta seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.
Pemerintah juga mengajak seluruh pihak menjaga konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan program, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan penutupan ini, seluruh hasil Musrenbang akan menjadi dasar penyempurnaan dokumen RKPD Tahun 2027 dan pedoman pelaksanaan program pembangunan di Papua Tengah. (*)
Pemprov Papua Tengah menggelar rapat koordinasi TPID di Nabire untuk membahas lonjakan harga pangan. Dok_Humas PPT
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Rabu (29/4/2026).
Rapat ini membahas lonjakan harga pangan di sejumlah wilayah, terutama di daerah pegunungan.
Wakili gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Asisten II Tumiran, S.Sos., M.AP., memimpin langsung rapat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis.
Mereka merespons kenaikan harga kebutuhan pokok yang dinilai signifikan.Kabupaten Intan Jaya menjadi perhatian utama dalam rapat tersebut.
Advertisement
Data menunjukkan harga beras di wilayah itu naik hingga 9,33 persen.
Selain itu, harga minyak goreng, telur, dan daging ayam juga tercatat melampaui rata-rata nasional.
Pemerintah menilai kondisi geografis yang sulit, hambatan distribusi, serta ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi faktor utama kenaikan harga.
Karena itu, Pemprov Papua Tengah menyiapkan langkah cepat untuk mengendalikan inflasi.
Selanjutnya, pemerintah menjalankan enam langkah konkret sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri.
Langkah tersebut meliputi operasi pasar, pengawasan distribusi, hingga pencegahan penimbunan bahan pokok.
Advertisement
Di sisi lain, Pemprov juga menyiapkan strategi jangka panjang. Pemerintah mendorong peningkatan produksi pangan lokal, memperkuat peran TPID kabupaten, serta membangun sistem pemantauan harga berbasis data secara real-time.
Selain itu, pemerintah memperluas program gerakan pangan murah dan gerakan menanam sebagai upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan menegaskan bahwa seluruh intervensi harus tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya langkah yang cepat, spesifik wilayah, dan berbasis data.
“Tujuan utama kami adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan gejolak harga tidak mengganggu stabilitas sosial ekonomi,” ujarnya.
Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut mampu mengendalikan inflasi, terutama menjelang periode meningkatnya permintaan masyarakat di Papua Tengah. (*)
Asisten I Setda Papua Tengah Alanthino Wiay membuka seminar wawasan kebangsaan di Aula RRI Nabire, Rabu (29/4/2026). Dok_Humas PPT
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah membuka kegiatan wawasan kebangsaan di Aula RRI Nabire, Rabu (29/4/2026), sebagai upaya memperkuat nasionalisme dan menjaga persatuan menjelang momentum 1 Mei.
Asisten I Sekretaris Daerah Papua Tengah, Alanthino Wiay, mewakili Gubernur Meki Nawipa, memimpin langsung pembukaan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa seminar ini memiliki nilai strategis karena bertepatan dengan refleksi sejarah 1 Mei 1963.
Menurutnya, momentum tersebut menandai awal tanggung jawab pembangunan yang terus berjalan hingga saat ini.
Advertisement
Pemerintah daerah terus mendorong pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Tengah.
“Tema yang kita angkat hari ini menjadi refleksi sejarah sekaligus komitmen kebangsaan. Persatuan yang kita rasakan saat ini lahir dari perjuangan panjang,” ujar Alanthino.
Ia kemudian menekankan tiga poin utama dalam kegiatan ini. Pertama, peserta perlu menjaga ingatan kolektif tentang sejarah perjuangan bangsa.
Kedua, generasi muda harus memahami sejarah secara utuh agar tetap memiliki identitas kebangsaan yang kuat.
Ketiga, seluruh elemen masyarakat perlu memperkuat semangat nasionalisme di tengah keberagaman.
Selain itu, Alanthino mengajak generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam forum diskusi.
Advertisement
Ia mendorong peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga berpikir kritis dan menggali pengetahuan secara mendalam.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pimpinan organisasi, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, hingga pelajar dan mahasiswa.
Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolaborasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, forum seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran kolektif.
Para peserta tidak hanya mengikuti seminar, tetapi juga membangun pemahaman bersama tentang pentingnya menjaga Papua tetap damai dan bersatu.
Advertisement
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap nilai-nilai sejarah dan cinta tanah air terus tumbuh, sekaligus menjadi fondasi dalam mendorong pembangunan yang lebih maju dan sejahtera. (*)
Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs kami. Dengan menggunakan situs kami, Anda menyetujui penggunaan cookies.
Situs web ini menggunakan cookie
Situs web menyimpan cookie untuk meningkatkan fungsionalitas dan mempersonalisasi pengalaman Anda. Anda dapat mengelola preferensi Anda, tetapi memblokir beberapa cookie dapat memengaruhi kinerja dan layanan situs.
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
Name
Description
Duration
Cookie Preferences
This cookie is used to store the user's cookie consent preferences.
30 days
These cookies are needed for adding comments on this website.
Name
Description
Duration
comment_author_url
Used to track the user across multiple sessions.
Session
comment_author
Used to track the user across multiple sessions.
Session
comment_author_email
Used to track the user across multiple sessions.
Session
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Used to monitor number of Google Analytics server requests when using Google Tag Manager
1 minute
_ga_
ID used to identify users
2 years
_gid
ID used to identify users for 24 hours after last activity
24 hours
_gali
Used by Google Analytics to determine which links on a page are being clicked
30 seconds
__utmx
Used to determine whether a user is included in an A / B or Multivariate test.
18 months
_ga
ID used to identify users
2 years
__utmz
Contains information about the traffic source or campaign that directed user to the website. The cookie is set when the GA.js javascript is loaded and updated when data is sent to the Google Anaytics server
6 months after last activity
__utmv
Contains custom information set by the web developer via the _setCustomVar method in Google Analytics. This cookie is updated every time new data is sent to the Google Analytics server.
2 years after last activity
__utmc
Used only with old Urchin versions of Google Analytics and not with GA.js. Was used to distinguish between new sessions and visits at the end of a session.
End of session (browser)
__utmb
Used to distinguish new sessions and visits. This cookie is set when the GA.js javascript library is loaded and there is no existing __utmb cookie. The cookie is updated every time data is sent to the Google Analytics server.
30 minutes after last activity
__utmt
Used to monitor number of Google Analytics server requests
10 minutes
__utma
ID used to identify users and sessions
2 years after last activity
_gac_
Contains information related to marketing campaigns of the user. These are shared with Google AdWords / Google Ads when the Google Ads and Google Analytics accounts are linked together.