NABIRE- papua tengah news-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Ranperdasi) Penambahan 10 OPD Baru.
Hal itu disampaikan, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley pada Rapat Paripurna ke-1 Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Papua Tengah Tahun Anggaran 2024 dan Ranperdasi Non APBD yang berlangsung di Aula Kantor DPRPT, Kamis 31 Juli 2025.
Di hadapan pimpinan dan anggota DPRPT, Deinas mengatakan, pemekaran 10 OPD menjadi 20 OPD dengan nomenklatur baru, dikarenakan beban kerja tidak terdistribusi secara merata dan tidak terfokus terhadap suatu layanan. OPD hanya fokus kepada satu layanan dan mengabaikan layanan lainnya sebagai akibat oleh bidang kerja yang terlalu luas.
Wagyb mencontohkan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan. Dengan beban kerja yang terlalu luas, maka pimpinan OPD hanya fokus kepada satu bidang, sehingga bidang kerja lain terabaikan.
Menurut Geley, kondisi seperti ini tentunya akan merugikan masyarakat yang membutuhkan layanan bidang yang terabaikan itu.
Deinas Geley menjelaskan pembentukan dan susunan perangkat daerah harus ditetapkan dengan Perdasi, tidak boleh semata-mata hanya dengan Peraturan Gubernur. Hal ini sesuai dengan Pasal 3 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
Ungkap Wagub, Pemprov akan mendorong Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Ranperdasi) tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah untuk dijadikan Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi). “Perangkat daerah merupakan unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan ujung tombak pelayanan prima kepada masyarakat,” ujarnya.
Dijelaskan Deinas, perlu dilakukan penataan yang baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Ada beberapa faktor yang urgen untuk segera membentuk Perdasi ini, diantaranya, karena perintah perundang-undangan yang lebih tinggi, untuk membentuk perangkat daerah yang belum dimiliki,” terangnya.
Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan, dimekarkan menjadi: *Dinas Kelautan dan Perikanan *Dinas Pekerbunan dan Peternakan *Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dimekarkan menjadi: *Dinas Pendidikan *Dinas Perpustakaan dan Kearsipan *Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dinas Kebakaran, Penyelamatan, Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja, dimekarkan menjadi: *Satuan Polisi Pamong Praja
*Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kebakaran Penyelamatan. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, dimekarkan menjadi: *Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah *Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dimekarkan menjadi: *Dinas Kesehatan *Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral, dimekarkan menjadi: *Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi *Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dimekarkan menjadi: *Dinas Sosial *Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dimekarkan menjadi: *Dinas Kepemudaan dan Olahraga *Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, dimekarkan menjadi: *Badan Perencanaan Pembangunan Daerah *Badan Riset dan Inovasi Daerah Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah, dimekarkan menjadi: *Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah *Badan Pendapatan Daerah. (red)
Sekda Papua Tengah Silwanus Sumule menutup Rakor Pleno TPAKD Papua Tengah 2026 di Hotel Mahavira Nabire, Kamis (7/5/2026). Dok. Humas PPT
Share berita :
Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info — Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Silwanus Sumule, menegaskan pentingnya perluasan akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan terisolir di Papua Tengah, Kamis (7/5/2026)
Hal itu disampaikannya saat menutup kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Mahavira, Kabupaten Nabire, pada 6–7 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Silwanus Sumule mengatakan bahwa TPAKD memiliki peran strategis dalam mendorong percepatan inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, masyarakat adat, serta warga yang tinggal di daerah dengan keterbatasan akses layanan perbankan dan keuangan formal.
“Papua Tengah masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan akses layanan keuangan. Padahal, akses keuangan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah,” ujarnya.
Advertisement
Ia menilai keberadaan TPAKD harus mampu menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan layanan sektor keuangan.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah saat ini memfokuskan arah pembangunan pada penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM dan koperasi, peningkatan akses pembiayaan, serta pengembangan sektor unggulan daerah.
“Melalui TPAKD, kami ingin memastikan bahwa program-program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama Orang Asli Papua,” kata Silwanus.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya literasi keuangan masyarakat agar tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara bijak dan produktif.
Selain itu, program-program TPAKD diharapkan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar program administratif.
Advertisement
Rakor pleno tersebut diharapkan menghasilkan rumusan program kerja TPAKD Tahun 2026, langkah konkret percepatan inklusi keuangan, serta komitmen bersama dalam mendukung pembangunan ekonomi Papua Tengah.
Kegiatan Rakor Pleno TPAKD Papua Tengah turut dihadiri pimpinan OJK, Bank Indonesia Perwakilan Papua, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan dan lembaga keuangan, pimpinan OPD terkait, serta tamu undangan lainnya. (*)
Gubernur Papua Tengah saat memaparkan strategi integrasi pengelolaan emas dalam Diskusi Panel Indonesia Emas 2045 di Jakarta, 5–6 Mei 2026. Dok. Humas PPT
Share berita :
Jakarta | Papuatengah.info – Dari timur Indonesia, gagasan besar tentang kedaulatan ekonomi kembali digaungkan. Gubernur Papua Tengah memaparkan strategi integrasi pengelolaan emas dari hulu ke hilir sebagai langkah konkret menuju visi Indonesia Emas 2045, dalam Diskusi Panel Terpadu di Jakarta, 5–6 Mei 2026.
Forum strategis bertajuk “Strategi Integrasi Hulu ke Hilir Penguasaan Cadangan Emas Menuju Ketahanan Moneter yang Berdaulat” ini mempertemukan para pemangku kepentingan nasional dari berbagai sektor.
Sejumlah pejabat dan ahli hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Direktur Utama MIND ID, Kepala BIM, Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Deputi TLSDAB KLH, Dirjen Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan, Dirjen Gakkum ESDM, Direktur Pengembangan Usaha ANTAM, perwakilan BRI, peneliti BRIN, serta Gubernur Papua Tengah.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Papua Tengah tampil sebagai narasumber utama.
Advertisement
Ia memaparkan materi bertajuk “Strategi Integrasi Hulu-Hilir Penguasaan Emas Menuju Ketahanan Moneter.”Pertama, ia menegaskan pentingnya transformasi sektor pertambangan rakyat.
Pemerintah daerah mendorong perubahan paradigma agar aktivitas tambang rakyat berkembang menjadi sektor ekonomi yang legal, produktif, dan bermartabat.
Selanjutnya, ia menempatkan masyarakat adat sebagai aktor utama dalam pengelolaan sumber daya alam.
Menurutnya, kebijakan pembangunan harus memberi ruang bagi masyarakat adat untuk mengelola potensi emas di wilayah ulayat mereka secara berkeadilan.
Selain itu, Gubernur menyoroti pentingnya penguatan ketahanan moneter nasional.
Advertisement
Ia menjelaskan bahwa integrasi pengelolaan emas dari hulu hingga hilir di Papua Tengah dapat meningkatkan cadangan devisa negara sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
Di sisi lain, ia juga menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada sektor tambang.
Integrasi tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan sektor lain, termasuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan di Papua Tengah.
Doa Bersama ASN dan Masyarakat di Aula Ballroom Gubernur Papua Tengah di Nabire . Senin (4/5/2026). Dok- Humas Pemprov PPT
Share berita :
Papuatengah.info | Nabire, PT- Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah dipenuhi suasana khidmat saat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat mengikuti Ibadah dan Doa bagi Papua Tengah pada Senin pagi, 4 Mei 2026, pukul 08.00 WIT.
Kegiatan rohani ini mengangkat tema dari 2 Tawarikh 7:12–15 : “Saat pemimpin dan masyarakat berdoa bersama, maka Tuhan akan mendengar serta memulihkan negeri kita.” Senin (4/5/2026).
Ibadah dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan dihadiri para pejabat utama Pemprov Papua Tengah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPR Papua Tengah, serta perwakilan kepala daerah.
Tercatat hadir Bupati Nabire Mesak Magai, Bupati Paniai Yampit Nawipa, serta Wakil Bupati Puncak yang mewakili kepala daerah setempat.
Advertisement
Kegiatan ini memuat atribusi nilai “Papua Tengah • BerAKHLAK • Bangga Melayani Bangsa • 80 Tahun Indonesia Maju” sebagai semangat pelayanan publik yang berpadu dengan pendekatan spiritual.
Dalam doa yang dipanjatkannya, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan permohonan pemulihan bagi Papua Tengah, terutama agar kekerasan yang masih terjadi dapat dihentikan dan digantikan dengan damai sejahtera.
“Benar Tuhan, Engkau pulihkan negeri kami ini. Hari ini hamba-Mu berdiri di hadapan-Mu sebagai manusia biasa yang Engkau beri kesempatan memimpin negeri ini. Kami tidak sempurna, tetapi karena kasih dan pertolongan Tuhan, kami selalu dipulihkan dan diperbarui,” doa Gubernur Meki.
Gubernur juga menegaskan keyakinannya bahwa Tuhan mengetahui seluruh pergumulan masyarakat Papua Tengah, baik yang berada di wilayah pesisir, pegunungan, maupun perkotaan.
“Tuhan tahu semua yang terjadi di negeri ini. Apakah kami sedang berbuat salah atau berbuat baik, Engkau mengetahui semuanya. Namun kami percaya, Yesus datang untuk memulihkan, menyembuhkan, dan menyelesaikan seluruh persoalan manusia,” ucap Gubernur Meki penuh haru.
Dalam doa tersebut, Gubernur turut mengenang perjalanan hidup dan pengabdiannya, mulai dari cita-citanya menjadi pilot, kemudian dipercaya menjadi bupati, hingga kini memimpin sebagai gubernur.
“Ketika saya ingin menjadi pilot, Tuhan izinkan. Ketika ingin menjadi bupati, Tuhan beri. Dan ketika dipercaya menjadi gubernur, itu pun Tuhan berikan secara cuma-cuma. Tuhan yang sama, hari ini saya memohon agar Papua Tengah Engkau pulihkan dan Engkau selesaikan semua kekerasan ini,” katanya.
Ia juga memohon agar damai sejahtera hadir di seluruh penjuru Papua Tengah.“Biarlah ada damai sejahtera di negeri ini. Biarlah ada pemulihan dari utara, selatan, timur, dan barat. Orang-orang di negeri ini membutuhkan pertolongan Tuhan,” tutup Gubernur Meki dalam doanya.
Ibadah dan doa bersama ini menjadi momen refleksi spiritual bagi jajaran pemerintah dan masyarakat Papua Tengah, sekaligus simbol harapan akan hadirnya kedamaian, pemulihan, dan persatuan di Tanah Papua. (*)
Gubernur Meki Nawipa dan PJU Pemprov Papua Tengah saat meresmikan gedung (SLB Negeri Pembina) dengan memotong Pita . Dok-Alvi
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, meresmikan Gedung Ruang Kelas SLB Negeri Pembina di Mepa Boarding School SP 2 Kalisemen, Nabire Barat, Sabtu (2/5/2026).
Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 itu dimanfaatkan pemerintah provinsi untuk menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan inklusif yang merata bagi seluruh anak, termasuk penyandang disabilitas.
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan ruang kelas baru ini merupakan langkah konkret, bukan sekadar penambahan fasilitas fisik.
“Pendidikan bermutu untuk semua harus dimulai dari fasilitas yang layak. Anak-anak SLB berhak belajar di ruang yang nyaman, aman, dan mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran ruang kelas representatif akan mendorong semangat belajar siswa sekaligus meningkatkan kualitas pengajaran guru. Pemerintah juga terus mendorong sekolah reguler mengembangkan konsep ramah disabilitas.
Advertisement
“Inklusi bukan pilihan, tetapi kewajiban. Tidak boleh ada satu pun anak Papua Tengah yang tertinggal,” tegasnya.
Di tengah suasana peringatan Hardiknas, pesan gubernur terasa lebih dari sekadar kebijakan.
Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
“Mereka adalah mutiara Papua Tengah. Melalui pendidikan, mereka bisa berkarya dan memiliki masa depan untuk memimpin Tanah Papua,” katanya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, akan terus memastikan layanan pendidikan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, termasuk di wilayah terpencil.
Advertisement
Peresmian SLB Negeri Pembina ini sekaligus menjadi penanda arah pembangunan pendidikan Papua Tengah yang semakin inklusif, setara, dan berorientasi pada masa depan generasi muda. (*)
Gubernur Meki Nawipa saat memberikan sambutan Ramah Tamah Hardiknas 2026 dan memberikan hadiah kepada siswa-siswi tingkat SMP-SMA Se-Papua Tengah yang telah mengikuti lomba Hardiknas 2026. Dok- Alvi
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info — Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-68 Tahun 2026 digelar di lapangan Mepa Boarding School SP 2 Kalisemen, Nabire Barat.
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa bersama istri Ibu Nurhaidah yang juga merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Papua Tengah, para guru se-Kabupaten Nabire, serta peserta lomba Hardiknas tingkat SMP–SMA se-Papua Tengah.
Usai upacara, Gubernur meresmikan gedung SLB Negeri Pembina di lingkungan Mepa Boarding School.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah di aula sekolah dan penyerahan piala penghargaan kepada siswa-siswi peserta lomba Hardiknas 2026 tingkat Provinsi Papua Tengah. ada 27 Peserta Siswa-siswi dari Kabupaten Nabire. Sabtu (2/5/2026).
Advertisement
Seluruh Petugas Upacara dari Siswa SLBUpacara tahun ini menghadirkan suasana berbeda.
Seluruh petugas upacara merupakan siswa-siswi sekolah luar biasa (SLB) di Nabire, yakni SLB KSK Bukit Meriam, SLB Petra, dan SLB Matahari, serta siswa-siswi dari Mepa Boarding School Perhatian peserta upacara tertuju pada pemimpin upacara dari Siswa Mepa Boarding School yang bernama Deki Degei (16) kelas X seorang siswa yang hanya memiliki satu kaki kanan.
Ia memimpin jalannya upacara dengan tegap dan penuh percaya diri hingga selesai, menjadi simbol kuat makna pendidikan inklusif.
Dalam Amanatnya Gubernur Meki menyampaikan Inklusi adalah Kewajiban serta menegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan komitmen terhadap tema tahun ini: Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau dinas pendidikan. Ini adalah kerja bersama seluruh elemen agar tidak ada satu pun anak Papua Tengah yang tertinggal. Pendidikan bermutu untuk semua juga berarti pendidikan bermutu bagi anak-anak disabilitas. Inklusi bukan pilihan, tetapi kewajiban,” tegasnya.
Gubernur Meki menyampaikan tiga langkah prioritas, yakni penguatan infrastruktur SLB dan sekolah inklusif, peningkatan kompetensi guru pendidikan khusus, serta kolaborasi dengan yayasan yang menjangkau anak-anak di pelosok.
Kepada para siswa SLB, ia berpesan, “Kalian adalah mutiara Papua Tengah.
Keterbatasan bukan penghalang untuk menjadi pemimpin besar.
”Kisah Inspiratif dalam Ramah Tamah Pada sesi ramah tamah di aula sekolah, Gubernur membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan demi pendidikan.
Ia menceritakan masa kecil yang harus meninggalkan kampung halaman, bekerja serabutan untuk biaya sekolah, hingga akhirnya meniti karier dan dipercaya memimpin Papua Tengah.
“Tidak ada jalan menuju kesuksesan tanpa pendidikan. Karena itu, tidak boleh ada anak Papua Tengah yang tertinggal, termasuk anak-anak SLB,” ujarnya.
Peringatan Hardiknas ke-68 di Nabire ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap pendidikan yang inklusif, setara, dan bermutu bagi seluruh anak bangsa. (*)
Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs kami. Dengan menggunakan situs kami, Anda menyetujui penggunaan cookies.
Situs web ini menggunakan cookie
Situs web menyimpan cookie untuk meningkatkan fungsionalitas dan mempersonalisasi pengalaman Anda. Anda dapat mengelola preferensi Anda, tetapi memblokir beberapa cookie dapat memengaruhi kinerja dan layanan situs.
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
Name
Description
Duration
Cookie Preferences
This cookie is used to store the user's cookie consent preferences.
30 days
These cookies are needed for adding comments on this website.
Name
Description
Duration
comment_author_url
Used to track the user across multiple sessions.
Session
comment_author
Used to track the user across multiple sessions.
Session
comment_author_email
Used to track the user across multiple sessions.
Session
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Used to monitor number of Google Analytics server requests when using Google Tag Manager
1 minute
_ga_
ID used to identify users
2 years
_gid
ID used to identify users for 24 hours after last activity
24 hours
_gali
Used by Google Analytics to determine which links on a page are being clicked
30 seconds
__utmx
Used to determine whether a user is included in an A / B or Multivariate test.
18 months
_ga
ID used to identify users
2 years
__utmz
Contains information about the traffic source or campaign that directed user to the website. The cookie is set when the GA.js javascript is loaded and updated when data is sent to the Google Anaytics server
6 months after last activity
__utmv
Contains custom information set by the web developer via the _setCustomVar method in Google Analytics. This cookie is updated every time new data is sent to the Google Analytics server.
2 years after last activity
__utmc
Used only with old Urchin versions of Google Analytics and not with GA.js. Was used to distinguish between new sessions and visits at the end of a session.
End of session (browser)
__utmb
Used to distinguish new sessions and visits. This cookie is set when the GA.js javascript library is loaded and there is no existing __utmb cookie. The cookie is updated every time data is sent to the Google Analytics server.
30 minutes after last activity
__utmt
Used to monitor number of Google Analytics server requests
10 minutes
__utma
ID used to identify users and sessions
2 years after last activity
_gac_
Contains information related to marketing campaigns of the user. These are shared with Google AdWords / Google Ads when the Google Ads and Google Analytics accounts are linked together.