Kapolres Tatiratu “Fakta yang Terungkap Mengejutkan “
NABIRE- centralmedia- Kepolisian Resort (Polres) Nabire di bawah pimpinan Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiraru, S.I.K. berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat dan pencurian dengan kekerasan (curas) yang sempat meresahkan masyarakat. Kapolres menggelar jumpa pers di Mapolres Nabire, Jumat (5/9/2025) malam, dengan menghadirkan korban, saksi, serta jajaran kepolisian.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolres Nabire, didampingi Kasat Reskrim Iptu Habibi Cendrawasih Solosa, S.Tr.K., S.I.K., dan perwakilan Propam Polres Nabire, serta sejumlah awak media. Jumpa pers juga menghadirkan korban, seorang pendeta berinisial SJT bersama istri, YY, yang juga menjadi pelapor dalam kasus tersebut. Diawali ucapan syukurKapolres Nabire membuka acara tersebut.
Advertisement
“Malam ini kita boleh bertemu dalam pelaksanaan jumpa pers terkait dengan penangkapan pelaku penganiayaan berat dan curas yang berhasil diungkap oleh Satuan Reskrim Polres Nabire,” ujar Kapolres. Menurut Kapolres, keberhasilan ini berkat kerja keras tim Satreskrim di bawah pimpinan Kanit Resmob dan jajaran yang terus melakukan penyelidikan intensif. Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LPB/141/III/2025/SPKT/Polres Nabire tanggal 28 Maret 2025, kejadian bermula ketika korban, seorang pendeta, menjadi sasaran pembacokan saat mempertahankan kendaraannya dari upaya perampasan. Lanjutnya, pada Jumat, 28 Maret 2025 sekitar pukul 06.30 WIT, pelaku berinisial NT alias KT bersama rekannya TY mengonsumsi minuman keras di kawasan Pasar Karang Tumaritis. Setelah itu, pelaku memutuskan untuk mencari uang dengan cara melakukan pencurian.
“Pelaku bersama rekannya mengambil sebilah parang dari rumah saudaranya di Jalan Baduda, lalu berkeliling menggunakan sepeda motor mencari sasaran. Mereka berhenti di Jalan Legari ketika melihat seorang warga sedang memarkirkan sepeda motor,” ungkap Kapolres. Pelaku langsung mendekati korban dan memaksa menyerahkan kunci motor. Saat korban menolak, pelaku mengayunkan parang hingga menyebabkan luka sobek di bagian leher belakang dan luka di punggung telapak tangan kanan korban. Melihat warga berdatangan, pelaku kabur meninggalkan korban yang bersimbah darah.
Korban kemudian dibawa oleh anaknya ke klinik terdekat untuk mendapat perawatan, sementara sang istri melapor ke Polres Nabire. Dalam kesempatan itu, Kapolres Nabire juga membeberkan identitas pelaku dan korban. Pertama, pelaku 1: NT alias KT, warga Jalan Yapis Auri, Kelurahan Karang Mulia, Nabire. Kedua pelaku 2: TY, warga Jalan Pam, Kelurahan Karang Mulia, Nabire. Ketiga, korban: Pendeta SJT (Sir John Christos Tom), mengalami luka bacok serius. Keempat, pelapor adalah Istri korban YY.
Kapolres menjelaskan bahwa korban hadir langsung dalam jumpa pers untuk menguatkan identifikasi pelaku dan memastikan kebenaran kasus. Hasil interogasi mengungkap fakta mengejutkan. Pelaku NT alias KT ternyata bukan sekali ini saja beraksi. Ia sudah terlibat dalam sedikitnya lima kasus curas di wilayah Nabire.
Beberapa kasus yang berhasil diidentifikasi di antaranya : 1. 13 Desember 2024 di Jalan Kalemboite, Kelurahan Wonorejo. 2. 31 Desember 2024 di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tumaritis. 3. 15 Juli 2025 di Jalan Kendari, belakang Korem, Kelurahan Kalisusu. 4. Dua kasus lain masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Nabire. “Pelaku ini punya rekam jejak kejahatan yang cukup panjang. Mereka selalu menggunakan parang, menghadang korban di lokasi sepi, lalu merampas barang-barang milik korban untuk dijual dan membeli miras,” tutur Kapolres Tatiratu. Dalam pengungkapan kasus ini, sejumlah barang bukti berhasil diamankan oleh aparat kepolisian, di antaranya: • 1 unit motor Yamaha XR155 • 1 unit HP Samsung Galaxy A03 • 1 unit HP Nokia warna biru • 1 bilah samurai • 1 buah tang potong • 1 buah pisau • 1 buah kunci L • 1 buah obeng warna kuning • 2 buah kalung hasil rampasan Barang bukti ini diperlihatkan langsung dalam press release di depan awak media dan masyarakat. Kapolres Nabire membeberkan detail penangkapan yang berlangsung dramatis pada Jumat, 5 September 2025 sekitar pukul 16.00 WIT. Saat tim Resmob berpatroli di sekitar Jalan Perintis, mereka melihat pelaku NT melintas bersama istrinya, Melince Gubai, dan rekannya ST dengan menggunakan sepeda motor. “Tim langsung melakukan pengejaran hingga ke perempatan lampu merah Wonorejo. Dalam proses penangkapan, pelaku sempat melakukan perlawanan dengan membawa senjata tajam sehingga aparat terpaksa melumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur,” jelas Kapolres. Akhirnya, NT dan ST berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti. Kondisi di lapangan tetap aman dan terkendali. Kapolres menjelaskan, modus pelaku cukup konsisten. Mereka biasanya beroperasi di pagi atau malam hari, memilih lokasi yang sepi, lalu menghadang korban dengan parang. Jika korban melawan, pelaku tak segan-segan melukai hingga nyawa terancam. Barang hasil rampasan seperti motor kemudian dijual ke luar daerah, antara lain ke kawasan Padiayu. Uang hasil kejahatan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli minuman keras.
Atas perbuatannya terhadap pelaku NT alias KT, polisi menjerat dengan: • Pasal 355 ayat (1) KUHP jo Pasal 354 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan berat berencana. Sementara pelaku ST dikenakan: • Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2, karena kedapatan membawa senjata tajam tanpa izin. Kapolres menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan curas lain yang kemungkinan terhubung dengan kedua pelaku. Di akhir konferensi pers, Kapolres Nabire menyampaikan apresiasi kepada tim Satreskrim yang berhasil mengungkap kasus ini, serta ucapan terima kasih kepada korban yang berani melapor. Kapolres juga berpesan agar masyarakat tidak mudah percaya pada narasi liar yang beredar di media sosial sebelum ada klarifikasi resmi dari pihak berwenang.
“Kami meminta kepada masyarakat, setiap informasi tolong kroscek terlebih dahulu ke petugas. Jangan langsung disebar ke media atau grup WhatsApp yang bisa menimbulkan salah tafsir. Polres Nabire selalu terbuka untuk memberikan klarifikasi,” pintanya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak untuk menciptakan keamanan di Nabire. “Kalau hari ini mereka tidak kami amankan, mungkin sudah ada korban berikutnya. Mari kita bersama-sama putus mata rantai kejahatan di Nabire,” tegas Kapolres. Jumpa pers malam itu menjadi bukti nyata keseriusan Polres Nabire dalam memberantas tindak kriminalitas. Kehadiran korban di acara tersebut semakin memperkuat legitimasi penegakan hukum yang dilakukan aparat. Dengan pengungkapan kasus ini, diharapkan masyarakat Nabire merasa lebih aman dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum semakin meningkat. (red)
Sekda Papua Tengah Silwanus Sumule menutup Musrenbang Otsus dan RKPD 2027 di Nabire, Kamis (30/4/2026). Dok·Humas PPT
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan RKPD Tahun 2027 di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (30/4/2026).
Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, mewakili Gubernur Meki Nawipa, memimpin penutupan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Ia menegaskan bahwa Musrenbang menjadi forum strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah secara terukur dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, pemerintah menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yaitu penguatan ekonomi lokal dan daya saing daerah berbasis potensi wilayah.
Tema ini menjadi dasar untuk mendorong pembangunan yang bertumpu pada sumber daya lokal, kearifan budaya, serta potensi alam Papua Tengah.
Advertisement
Selanjutnya, pemerintah merumuskan berbagai prioritas melalui forum tersebut, mulai dari identifikasi permasalahan pembangunan, penyusunan program, hingga penetapan arah kebijakan daerah.
Silwanus menekankan bahwa hasil Musrenbang tidak boleh berhenti pada dokumen perencanaan.
Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan implementasi program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Apa yang kita sepakati harus menjadi kerja nyata dan hasil nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) secara optimal.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya Orang Asli Papua, melalui sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur dasar.
Di sisi lain, pemerintah mengakui masih adanya sejumlah tantangan pembangunan di Papua Tengah, seperti kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, serta akses layanan dasar dan konektivitas wilayah.
Advertisement
Karena itu, Pemprov Papua Tengah mendorong penguatan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, DPR, MRP, serta seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.
Pemerintah juga mengajak seluruh pihak menjaga konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan program, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan penutupan ini, seluruh hasil Musrenbang akan menjadi dasar penyempurnaan dokumen RKPD Tahun 2027 dan pedoman pelaksanaan program pembangunan di Papua Tengah. (*)
Pemprov Papua Tengah menggelar rapat koordinasi TPID di Nabire untuk membahas lonjakan harga pangan. Dok_Humas PPT
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Rabu (29/4/2026).
Rapat ini membahas lonjakan harga pangan di sejumlah wilayah, terutama di daerah pegunungan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan memimpin langsung rapat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis.
Mereka merespons kenaikan harga kebutuhan pokok yang dinilai signifikan.Kabupaten Intan Jaya menjadi perhatian utama dalam rapat tersebut.
Advertisement
Data menunjukkan harga beras di wilayah itu naik hingga 9,33 persen.
Selain itu, harga minyak goreng, telur, dan daging ayam juga tercatat melampaui rata-rata nasional.
Pemerintah menilai kondisi geografis yang sulit, hambatan distribusi, serta ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi faktor utama kenaikan harga.
Karena itu, Pemprov Papua Tengah menyiapkan langkah cepat untuk mengendalikan inflasi.
Selanjutnya, pemerintah menjalankan enam langkah konkret sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri.
Langkah tersebut meliputi operasi pasar, pengawasan distribusi, hingga pencegahan penimbunan bahan pokok.
Advertisement
Di sisi lain, Pemprov juga menyiapkan strategi jangka panjang. Pemerintah mendorong peningkatan produksi pangan lokal, memperkuat peran TPID kabupaten, serta membangun sistem pemantauan harga berbasis data secara real-time.
Selain itu, pemerintah memperluas program gerakan pangan murah dan gerakan menanam sebagai upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan menegaskan bahwa seluruh intervensi harus tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya langkah yang cepat, spesifik wilayah, dan berbasis data.
“Tujuan utama kami adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan gejolak harga tidak mengganggu stabilitas sosial ekonomi,” ujarnya.
Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut mampu mengendalikan inflasi, terutama menjelang periode meningkatnya permintaan masyarakat di Papua Tengah. (*)
Asisten I Setda Papua Tengah Alanthino Wiay membuka seminar wawasan kebangsaan di Aula RRI Nabire, Rabu (29/4/2026). Dok_Humas PPT
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah membuka kegiatan wawasan kebangsaan di Aula RRI Nabire, Rabu (29/4/2026), sebagai upaya memperkuat nasionalisme dan menjaga persatuan menjelang momentum 1 Mei.
Asisten I Sekretaris Daerah Papua Tengah, Alanthino Wiay, mewakili Gubernur Meki Nawipa, memimpin langsung pembukaan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa seminar ini memiliki nilai strategis karena bertepatan dengan refleksi sejarah 1 Mei 1963.
Menurutnya, momentum tersebut menandai awal tanggung jawab pembangunan yang terus berjalan hingga saat ini.
Advertisement
Pemerintah daerah terus mendorong pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Tengah.
“Tema yang kita angkat hari ini menjadi refleksi sejarah sekaligus komitmen kebangsaan. Persatuan yang kita rasakan saat ini lahir dari perjuangan panjang,” ujar Alanthino.
Ia kemudian menekankan tiga poin utama dalam kegiatan ini. Pertama, peserta perlu menjaga ingatan kolektif tentang sejarah perjuangan bangsa.
Kedua, generasi muda harus memahami sejarah secara utuh agar tetap memiliki identitas kebangsaan yang kuat.
Ketiga, seluruh elemen masyarakat perlu memperkuat semangat nasionalisme di tengah keberagaman.
Selain itu, Alanthino mengajak generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam forum diskusi.
Advertisement
Ia mendorong peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga berpikir kritis dan menggali pengetahuan secara mendalam.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pimpinan organisasi, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, hingga pelajar dan mahasiswa.
Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolaborasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, forum seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran kolektif.
Para peserta tidak hanya mengikuti seminar, tetapi juga membangun pemahaman bersama tentang pentingnya menjaga Papua tetap damai dan bersatu.
Advertisement
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap nilai-nilai sejarah dan cinta tanah air terus tumbuh, sekaligus menjadi fondasi dalam mendorong pembangunan yang lebih maju dan sejahtera. (*)
Eliezer Yogi Kepala Bapperida Papua Tengah saat diwawancarai awak media di aula ballroom setelah mengikuti Musrenbang hari kedua. Rabu (29/4/2026). Dok-Alvi
Share berita :
Nabire, PT | Papuatengah.info – Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang Otonomi Khusus dan RKPD Tahun 2027 digelar selama tiga hari.
Pada hari kedua, agenda difokuskan pada pembahasan usulan program dari delapan kabupaten di Papua Tengah yang akan dibiayai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus). Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebutuhan daerah dengan kebijakan pembangunan provinsi.
“Hari ini kami fokus membahas program kegiatan dari kabupaten-kabupaten yang akan dibiayai melalui dana Otonomi Khusus. Ini penting agar kebutuhan masyarakat di daerah bisa terakomodasi dengan baik,” ujar Eliezer Yogi di Aula Ballroom, Nabire.
Advertisement
Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan telah dibuka oleh Gubernur Papua Tengah dan diisi pemaparan materi dari sejumlah narasumber nasional maupun lokal, seperti Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Keuangan, BPKP, perguruan tinggi, hingga Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).
Menurut Eliezer, kehadiran para narasumber tersebut bertujuan memberikan masukan strategis sesuai kondisi Papua Tengah saat ini, termasuk persoalan kesehatan, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan daerah.
“Materi yang disampaikan para narasumber sangat bermanfaat dan mendapat apresiasi dari peserta kabupaten karena sesuai dengan kebutuhan pembangunan Papua Tengah saat ini,” katanya.
Eliezer menambahkan, pada hari kedua pihaknya juga mengundang DPR Papua Tengah jalur pengangkatan Otsus serta Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk menyampaikan aspirasi hasil kunjungan lapangan dan reses.
Hal itu dilakukan agar program yang disusun benar-benar menjawab persoalan masyarakat sesuai kewenangan pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Advertisement
Sementara pada hari ketiga, agenda akan dilanjutkan dengan Musrenbang RKPD yang membahas usulan program dari sumber pendanaan lain di luar dana Otsus.
“Kami ingin ke depan ada kolaborasi yang lebih baik antara pemerintah provinsi, kabupaten, DPR, dan MRP agar persoalan daerah bisa diselesaikan bersama sesuai kemampuan anggaran dan kewenangan masing-masing,” tutupnya. (*)
Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info — Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, menegaskan pentingnya sinkronisasi program pembangunan dan penguatan ekonomi lokal dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 28–30 April 2026, di Aula Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan berbasis kebutuhan dan potensi wilayah.
Dalam pembukaan, Eliezer Yogi menekankan bahwa tema “Penguatan Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah Berbasis Potensi Wilayah” mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
“Pembangunan harus dimulai dari potensi daerah sendiri. Karena itu, sinkronisasi program menjadi kunci agar setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, mulai dari unsur pemerintah pusat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, akademisi, hingga mitra pembangunan.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan pembangunan.
Musrenbang ini diikuti sekitar 600 peserta yang berasal dari delapan kabupaten di Papua Tengah, termasuk perwakilan pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, organisasi perempuan dan pemuda, serta media. Namun, Bupati Mimika dilaporkan tidak hadir dalam pembukaan kegiatan.
Lebih lanjut, forum ini bertujuan menyelaraskan usulan program prioritas dari tingkat kabupaten ke provinsi, sekaligus memastikan pembangunan berjalan inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga menetapkan sepuluh program prioritas yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.
Dalam hal ini, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama untuk mendorong ekonomi kerakyatan.
Untuk memperkaya pembahasan, sejumlah narasumber dari kementerian, lembaga pengawasan, akademisi, dan mitra pembangunan turut memberikan paparan.
Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai tantangan pembangunan di Papua Tengah.
Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam arahannya menekankan pentingnya kehadiran seluruh pemangku kepentingan, termasuk anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), dalam forum strategis tersebut.
Ia juga mendorong agar pembangunan difokuskan pada sektor pangan dan peternakan, serta memperhatikan kondisi geografis wilayah, khususnya di daerah pegunungan.
Menurutnya, penyelarasan program antarwilayah menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan merata dan berkeadilan di seluruh Papua Tengah.
Di tengah dinamika yang berkembang, Musrenbang ini diharapkan tidak hanya menjadi forum perencanaan, tetapi juga ruang untuk menyatukan komitmen bersama dalam membangun Papua Tengah yang mandiri, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*)
Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda di situs kami. Dengan menggunakan situs kami, Anda menyetujui penggunaan cookies.
Situs web ini menggunakan cookie
Situs web menyimpan cookie untuk meningkatkan fungsionalitas dan mempersonalisasi pengalaman Anda. Anda dapat mengelola preferensi Anda, tetapi memblokir beberapa cookie dapat memengaruhi kinerja dan layanan situs.
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
Name
Description
Duration
Cookie Preferences
This cookie is used to store the user's cookie consent preferences.
30 days
These cookies are needed for adding comments on this website.
Name
Description
Duration
comment_author_url
Used to track the user across multiple sessions.
Session
comment_author
Used to track the user across multiple sessions.
Session
comment_author_email
Used to track the user across multiple sessions.
Session
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Google Analytics is a powerful tool that tracks and analyzes website traffic for informed marketing decisions.
Used to monitor number of Google Analytics server requests when using Google Tag Manager
1 minute
_ga_
ID used to identify users
2 years
_gid
ID used to identify users for 24 hours after last activity
24 hours
_gali
Used by Google Analytics to determine which links on a page are being clicked
30 seconds
__utmx
Used to determine whether a user is included in an A / B or Multivariate test.
18 months
_ga
ID used to identify users
2 years
__utmz
Contains information about the traffic source or campaign that directed user to the website. The cookie is set when the GA.js javascript is loaded and updated when data is sent to the Google Anaytics server
6 months after last activity
__utmv
Contains custom information set by the web developer via the _setCustomVar method in Google Analytics. This cookie is updated every time new data is sent to the Google Analytics server.
2 years after last activity
__utmc
Used only with old Urchin versions of Google Analytics and not with GA.js. Was used to distinguish between new sessions and visits at the end of a session.
End of session (browser)
__utmb
Used to distinguish new sessions and visits. This cookie is set when the GA.js javascript library is loaded and there is no existing __utmb cookie. The cookie is updated every time data is sent to the Google Analytics server.
30 minutes after last activity
__utmt
Used to monitor number of Google Analytics server requests
10 minutes
__utma
ID used to identify users and sessions
2 years after last activity
_gac_
Contains information related to marketing campaigns of the user. These are shared with Google AdWords / Google Ads when the Google Ads and Google Analytics accounts are linked together.