Connect with us
IMG-20250812-WA0016

Daerah

Sambut 4 Pejabat Negara, Kadistrik Nabar Terjun Langsung Bersihkan Akses Jalan Menuju Titik Sasaran Tinjauan

Published

on

Share berita :

Kadistrik Nabar Anang Subekti Bersihkan Akses Sepanjang Jalan Menuju Titik Tinjauan 4 Pejabat Negara

NABIRE – centralmedianews- Empat Pejabat Negara dari lintas Kementerian dan Badan segera turun di Nabire Papua Tengah, tepatnya di Demplot Tanaman Jagung Kampung Bumi Raya (SP 1) Distrik Nabire Barat.
Mereka adalah Menteri Desa, Badan Gizi Nasional, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), dan Menteri Koperasi.
Central Media mencoba turun langsung dilokasi yang akan menjadi titik kunjungan 4 Pejabat Negara itu, dan ternyata untuk mencapai titik kumpul kunjungan sepanjang jalan masih sangat memprihatinkan karena masih bentuk tanah yang di sejumlah titik masih ber lubang-lubang dan tergenang air.
Panjang jalan menuju Demplot sebagai titik kunjungan kurang lebih 2 kilometer.

Dilokasi, di sepanjang jalan menuju titik kunjungan Kepala Distrik Nabire Barat Anang Subekti terjun langsung melakukan pemotongan dan pembersihan.
Kadisrik berjibaku dengan rumput-rumput liar sepanjang dua kilometer dan mempekerjakan lima orang warga guns membantunya membersihkan lahan sampai titik Demplot (titik kunjungan).
Disamping berjibaku dengan rumput liar sepanjang 2 kilometer, Kadisdik jugabharus berjibaku dengan waktu, mengingat 4 Pejabat Negara dijadwalkan berkumpul dan menggelar acara di tempat Kelompok Demplot Tani IPAIYEE pada Selasa tanggal 12 Agustus dua hari yang akan datang.

Advertisement

Kepada media, Kadistrik Nabire Barat Anang Subekti mengatakan pemotongan rumput dan pembersihan jalan sepanjang lebih kurang 2 kilometer, karena persiapan menyambut 4 Pejabat Negara dari kementrian dan badan utamanya Menteri Desa.
“Saya diperintah oleh Kepala Badan Pemberdayaan dan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Nabire dan Dirjen Kementerian Desa untuk menyiapkan sarana jalan dan membersihkan akses jalan menuju titik kunjungan yaitu di giat TEKAD (Transforasi Ekonomi Kampung Terpadu) di Kelompok Demplot Tani IPAIYEE dengan pemotongan dan pembersihan rumput sepanjang jalan sampai titik sasaran,” tuturnya.

Diterangkan Kadistik Nabar, bahwa pada tanggal 12 Agustus besok sepanjang jalan ini akan dikunjungi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Gizi Nasional, dan Menteri Koperasi.
“Kegiatan ini dari Kementerian Desa dan sasarannya adalah Kelompok Tani OAP (Orang Asli Papua).Di wilayah kami yaitu Nabire Barat ada dua Lokus dan di sini di Kampung SP 1 Bumi Raya ada dua kelompok dan satu kelompok di Gerbang Sadu,” terangnya.
“Kunjungan dan tinjauan dari beberapa Kementerian itu di Kelompok Demplot Tani IPAIYEE,” imbuhnya.
“Sebagai Kepala Wilayah di Nabire Barat, ia bersama sejumlah warga terjun langsung untuk membersihkan akses jalan sepanjang dua kilometer yang akan dilalui para pejabat negara menuju titik tinjauan yakni Demplot Jagung Kelompok Tani IPAIYEE,” tuturnya.

Namun saat ditanya terkait sepanjang jalan yang banyak berlubang, Kadistrik Anang Subekti masih terus berkomunikasi dengan pihak BPMK dan juga pihak Biro Umum Setda Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, ada perintah dari Kepada BPMK Kabupaten Nabire untuk menimbun lubang, namun ia tidak menampik bahwa ini berususan dengan biaya sementara distrik Nabire Barat tidak memiliki anggaran untuk kebutuhan itu.
“Terkait biaya kami tentu keberatan seraya berharap pihak terkait, seperti dari OPD apa yang diberikan tanggungjawab oleh Pemprov Papua Tengah sehingga bisa berkolaborasi dilapangan menimbum lubang-lubang sepanjang akses menuju titik sasaran tinjauan,” paparnya.
Terkait pembiayaan kegiatan termasuk pembersihan dan penataan akses jalan, Kadistrik Nabar mengatakan bahwa kegiatan ini versifat spontan alias dadakan sehingga tidak ada perencanaan sebelumnya baik dari Pemkab, Pemprov, apalagi Pemdis sehingga terjadi kebingungan terkait biaya.
Namun demikian Anang Subekti masih berharap ada dari pihak terkait baik dari Pemkab maupun Pemprov yang turun dan melihat langsung kondisi lapangan sehingga ada dana yang dikucurkan.

Melihat kondisi jalan, Kadistrik berharap cuaca dilokasi tidak turun hujan.
“Mudah-mudahan mulai sekarang sampai waktu datang rombongan meninjau sasaran tidak hujan, karena kalau sampai hujan ya sepanjang jalan pasti sangat becek, lebih parah dan lebih sulit dilalui kendaraan,” harapnya.

Melihat banyaknya lubang sepanjang akses jalan, menurut Kadistrik, solusinya harus ditimbun.
“Mudah-mudahan penimbunan bisa kita lakukan dan sebelum kesini tadi saya,di telepon Kepala BPMK Kabupaten Nabire yang ajan turun melihat langsung.Dan saya juga dengar informasi dari Pemprov Papua Tengah telah menginstruksikan Biro Umun Setda untuk juga turun lapangan,” tuturnya.
“Saya berharap itu akan menjadi solusi, dan hari ini bisa ada kiriman material sehingga kita bisa lakukan penimbunan,” tandasnya.
“Masih ada waktu dua hari untuk kita lakukan yang terbaik.Yang pasti saya selaku pimpinan wilayah disini akan berbuat semampu dan semaksimal mungkin untuk menyukseskan agenda pemerintah ini,” tegasnya.

Untuk diketahui bahwa Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal saat ini di jabat oleh Yandri Susanto, Menteri Koperasi Budi Ari Setiadi, Kepala Badan Gizi Nasional Dr.Ir.Dadan Hindayana, dan Kepada Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra. (ing elsa)

Advertisement

Advertisements
Ad 3
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Daerah

Musrenbang Papua Tengah 2027 Resmi Ditutup, Fokus Ekonomi Lokal

Published

on

Sekda Papua Tengah Silwanus Sumule menutup Musrenbang Otsus dan RKPD 2027 di Nabire, Kamis (30/4/2026). Dok·Humas PPT
Share berita :

Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan RKPD Tahun 2027 di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Kamis (30/4/2026).

Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, mewakili Gubernur Meki Nawipa, memimpin penutupan kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut.

Ia menegaskan bahwa Musrenbang menjadi forum strategis dalam menyusun arah pembangunan daerah secara terukur dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, pemerintah menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yaitu penguatan ekonomi lokal dan daya saing daerah berbasis potensi wilayah.

Tema ini menjadi dasar untuk mendorong pembangunan yang bertumpu pada sumber daya lokal, kearifan budaya, serta potensi alam Papua Tengah.

Advertisement

Selanjutnya, pemerintah merumuskan berbagai prioritas melalui forum tersebut, mulai dari identifikasi permasalahan pembangunan, penyusunan program, hingga penetapan arah kebijakan daerah.

Silwanus menekankan bahwa hasil Musrenbang tidak boleh berhenti pada dokumen perencanaan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan implementasi program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Apa yang kita sepakati harus menjadi kerja nyata dan hasil nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) secara optimal.

Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya Orang Asli Papua, melalui sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur dasar.

Di sisi lain, pemerintah mengakui masih adanya sejumlah tantangan pembangunan di Papua Tengah, seperti kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, serta akses layanan dasar dan konektivitas wilayah.

Advertisement

Karena itu, Pemprov Papua Tengah mendorong penguatan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, DPR, MRP, serta seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan.

Pemerintah juga mengajak seluruh pihak menjaga konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan program, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan penutupan ini, seluruh hasil Musrenbang akan menjadi dasar penyempurnaan dokumen RKPD Tahun 2027 dan pedoman pelaksanaan program pembangunan di Papua Tengah. (*)

Advertisement

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

Daerah

TPID Papua Tengah Bahas Strategi Kendalikan Inflasi Daerah

Published

on

Pemprov Papua Tengah menggelar rapat koordinasi TPID di Nabire untuk membahas lonjakan harga pangan. Dok_Humas PPT
Share berita :

Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Rabu (29/4/2026).

Rapat ini membahas lonjakan harga pangan di sejumlah wilayah, terutama di daerah pegunungan.

Wakili gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Asisten II Tumiran, S.Sos., M.AP., memimpin langsung rapat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Nabire dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) strategis.

Mereka merespons kenaikan harga kebutuhan pokok yang dinilai signifikan.Kabupaten Intan Jaya menjadi perhatian utama dalam rapat tersebut.

Advertisement

Data menunjukkan harga beras di wilayah itu naik hingga 9,33 persen.

Selain itu, harga minyak goreng, telur, dan daging ayam juga tercatat melampaui rata-rata nasional.

Pemerintah menilai kondisi geografis yang sulit, hambatan distribusi, serta ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi faktor utama kenaikan harga.

Karena itu, Pemprov Papua Tengah menyiapkan langkah cepat untuk mengendalikan inflasi.

Selanjutnya, pemerintah menjalankan enam langkah konkret sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri.

Langkah tersebut meliputi operasi pasar, pengawasan distribusi, hingga pencegahan penimbunan bahan pokok.

Advertisement

Di sisi lain, Pemprov juga menyiapkan strategi jangka panjang. Pemerintah mendorong peningkatan produksi pangan lokal, memperkuat peran TPID kabupaten, serta membangun sistem pemantauan harga berbasis data secara real-time.

Selain itu, pemerintah memperluas program gerakan pangan murah dan gerakan menanam sebagai upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan menegaskan bahwa seluruh intervensi harus tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya langkah yang cepat, spesifik wilayah, dan berbasis data.

“Tujuan utama kami adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan gejolak harga tidak mengganggu stabilitas sosial ekonomi,” ujarnya.

Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut mampu mengendalikan inflasi, terutama menjelang periode meningkatnya permintaan masyarakat di Papua Tengah. (*)

Reporter: Alvi

Advertisement

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

Daerah

Seminar Kebangsaan di Nabire, Tekankan Sejarah dan Identitas Bangsa

Published

on

Asisten I Setda Papua Tengah Alanthino Wiay membuka seminar wawasan kebangsaan di Aula RRI Nabire, Rabu (29/4/2026). Dok_Humas PPT
Share berita :

Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah membuka kegiatan wawasan kebangsaan di Aula RRI Nabire, Rabu (29/4/2026), sebagai upaya memperkuat nasionalisme dan menjaga persatuan menjelang momentum 1 Mei.

Asisten I Sekretaris Daerah Papua Tengah, Alanthino Wiay, mewakili Gubernur Meki Nawipa, memimpin langsung pembukaan kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa seminar ini memiliki nilai strategis karena bertepatan dengan refleksi sejarah 1 Mei 1963.

Menurutnya, momentum tersebut menandai awal tanggung jawab pembangunan yang terus berjalan hingga saat ini.

Advertisement

Pemerintah daerah terus mendorong pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Tengah.

“Tema yang kita angkat hari ini menjadi refleksi sejarah sekaligus komitmen kebangsaan. Persatuan yang kita rasakan saat ini lahir dari perjuangan panjang,” ujar Alanthino.

Ia kemudian menekankan tiga poin utama dalam kegiatan ini. Pertama, peserta perlu menjaga ingatan kolektif tentang sejarah perjuangan bangsa.

Kedua, generasi muda harus memahami sejarah secara utuh agar tetap memiliki identitas kebangsaan yang kuat.

Ketiga, seluruh elemen masyarakat perlu memperkuat semangat nasionalisme di tengah keberagaman.

Selain itu, Alanthino mengajak generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam forum diskusi.

Advertisement

Ia mendorong peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga berpikir kritis dan menggali pengetahuan secara mendalam.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pimpinan organisasi, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, hingga pelajar dan mahasiswa.

Kehadiran mereka mencerminkan semangat kolaborasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, forum seperti ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran kolektif.

Para peserta tidak hanya mengikuti seminar, tetapi juga membangun pemahaman bersama tentang pentingnya menjaga Papua tetap damai dan bersatu.

Advertisement

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap nilai-nilai sejarah dan cinta tanah air terus tumbuh, sekaligus menjadi fondasi dalam mendorong pembangunan yang lebih maju dan sejahtera. (*)

Reporter: Alvi

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

Daerah

Hari Kedua Musrenbang, Fokus Program Otsus dari Delapan Kabupaten

Published

on

Eliezer Yogi Kepala Bapperida Papua Tengah saat diwawancarai awak media di aula ballroom setelah mengikuti Musrenbang hari kedua. Rabu (29/4/2026). Dok-Alvi
Share berita :

Nabire, PT | Papuatengah.info – Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang Otonomi Khusus dan RKPD Tahun 2027 digelar selama tiga hari.

Pada hari kedua, agenda difokuskan pada pembahasan usulan program dari delapan kabupaten di Papua Tengah yang akan dibiayai melalui dana Otonomi Khusus (Otsus). Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebutuhan daerah dengan kebijakan pembangunan provinsi.

“Hari ini kami fokus membahas program kegiatan dari kabupaten-kabupaten yang akan dibiayai melalui dana Otonomi Khusus. Ini penting agar kebutuhan masyarakat di daerah bisa terakomodasi dengan baik,” ujar Eliezer Yogi di Aula Ballroom, Nabire.

Advertisement

Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan telah dibuka oleh Gubernur Papua Tengah dan diisi pemaparan materi dari sejumlah narasumber nasional maupun lokal, seperti Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Keuangan, BPKP, perguruan tinggi, hingga Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Menurut Eliezer, kehadiran para narasumber tersebut bertujuan memberikan masukan strategis sesuai kondisi Papua Tengah saat ini, termasuk persoalan kesehatan, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan daerah.

“Materi yang disampaikan para narasumber sangat bermanfaat dan mendapat apresiasi dari peserta kabupaten karena sesuai dengan kebutuhan pembangunan Papua Tengah saat ini,” katanya.

Eliezer menambahkan, pada hari kedua pihaknya juga mengundang DPR Papua Tengah jalur pengangkatan Otsus serta Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk menyampaikan aspirasi hasil kunjungan lapangan dan reses.

Hal itu dilakukan agar program yang disusun benar-benar menjawab persoalan masyarakat sesuai kewenangan pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Advertisement

Sementara pada hari ketiga, agenda akan dilanjutkan dengan Musrenbang RKPD yang membahas usulan program dari sumber pendanaan lain di luar dana Otsus.

“Kami ingin ke depan ada kolaborasi yang lebih baik antara pemerintah provinsi, kabupaten, DPR, dan MRP agar persoalan daerah bisa diselesaikan bersama sesuai kemampuan anggaran dan kewenangan masing-masing,” tutupnya. (*)

Reporter: Alvi

Advertisement

Advertisements
Ad 3
Continue Reading

Daerah

Eliezer Yogi Tekankan Sinkronisasi Program dan Ekonomi Lokal di Musrenbang Papua Tengah 2027

Published

on

Share berita :

Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info — Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, menegaskan pentingnya sinkronisasi program pembangunan dan penguatan ekonomi lokal dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 28–30 April 2026, di Aula Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan berbasis kebutuhan dan potensi wilayah.

Dalam pembukaan, Eliezer Yogi menekankan bahwa tema “Penguatan Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah Berbasis Potensi Wilayah” mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

“Pembangunan harus dimulai dari potensi daerah sendiri. Karena itu, sinkronisasi program menjadi kunci agar setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.


Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir, mulai dari unsur pemerintah pusat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, akademisi, hingga mitra pembangunan.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan pembangunan.

Musrenbang ini diikuti sekitar 600 peserta yang berasal dari delapan kabupaten di Papua Tengah, termasuk perwakilan pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, organisasi perempuan dan pemuda, serta media. Namun, Bupati Mimika dilaporkan tidak hadir dalam pembukaan kegiatan.

Lebih lanjut, forum ini bertujuan menyelaraskan usulan program prioritas dari tingkat kabupaten ke provinsi, sekaligus memastikan pembangunan berjalan inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah juga menetapkan sepuluh program prioritas yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.

Dalam hal ini, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama untuk mendorong ekonomi kerakyatan.

Untuk memperkaya pembahasan, sejumlah narasumber dari kementerian, lembaga pengawasan, akademisi, dan mitra pembangunan turut memberikan paparan.

Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai tantangan pembangunan di Papua Tengah.

Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam arahannya menekankan pentingnya kehadiran seluruh pemangku kepentingan, termasuk anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), dalam forum strategis tersebut.

Ia juga mendorong agar pembangunan difokuskan pada sektor pangan dan peternakan, serta memperhatikan kondisi geografis wilayah, khususnya di daerah pegunungan.

Menurutnya, penyelarasan program antarwilayah menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan berjalan merata dan berkeadilan di seluruh Papua Tengah.

Di tengah dinamika yang berkembang, Musrenbang ini diharapkan tidak hanya menjadi forum perencanaan, tetapi juga ruang untuk menyatukan komitmen bersama dalam membangun Papua Tengah yang mandiri, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*)

(Reporter Alvi)

Advertisements
Ad 3
Continue Reading
Advertisement
Advertisements
Ad 3

Daerah

Daerah1 hari ago

Musrenbang Papua Tengah 2027 Resmi Ditutup, Fokus Ekonomi Lokal

Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus dan RKPD Tahun...

Daerah1 hari ago

TPID Papua Tengah Bahas Strategi Kendalikan Inflasi Daerah

Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Rapat...

Daerah2 hari ago

Seminar Kebangsaan di Nabire, Tekankan Sejarah dan Identitas Bangsa

Nabire, PT | Papuatengah.info – Pemerintah Provinsi Papua Tengah membuka kegiatan wawasan kebangsaan di Aula RRI Nabire, Rabu (29/4/2026), sebagai...

Daerah2 hari ago

Hari Kedua Musrenbang, Fokus Program Otsus dari Delapan Kabupaten

Nabire, PT | Papuatengah.info – Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang Otonomi Khusus dan RKPD...

Daerah3 hari ago

Eliezer Yogi Tekankan Sinkronisasi Program dan Ekonomi Lokal di Musrenbang Papua Tengah 2027

Nabire, Papua Tengah | Papuatengah.info — Kepala Bapperida Provinsi Papua Tengah, Eliezer Yogi, menegaskan pentingnya sinkronisasi program pembangunan dan penguatan...

Daerah3 hari ago

Ketua MRP Absen di Musrenbang, Ini Penjelasan Wakil Ketua I MRP PT

Paulina Marey Wakil Ketua I MRP Papua Tengah saat diwawancarai awak media depan aula ballroom. Selasa (28/4/2026)- /Dok. Alvi

Daerah3 hari ago

Musrenbang 2027 Papua Tengah Resmi Dibuka, Ini Fokus Utamanya

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa membuka Musrenbang RKPD dan Otsus 2027 di Nabire, Senin 28/4/2026. (Dok. Humas PPT)

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa meresmikan Pondok Pesantren Riyadhul Qur’an di Distrik Wanggar, Nabire Barat, Sabtu (25/4/2026). (Dok Humas PPT) Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa meresmikan Pondok Pesantren Riyadhul Qur’an di Distrik Wanggar, Nabire Barat, Sabtu (25/4/2026). (Dok Humas PPT)
Daerah5 hari ago

Gubernur Resmikan Pesantren Riyadhul Qur’an dan Launching SMP-SMA di Nabire

Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa meresmikan Pondok Pesantren Riyadhul Qur’an di Distrik Wanggar, Nabire Barat, Sabtu (25/4/2026). (Dok Humas...

Daerah6 hari ago

23 Pengurus Paguyuban Pasundan Se-Papua Dilantik Serentak di Nabire

Asisten III Bidang Administrasi umum, Viktor fun Saat membacakan sambutan gubernur Papua Tengah. (Dok. Nabireterkini)

Daerah1 minggu ago

Dari Bandung ke Nabire, PB Paguyuban Pasundan Siap Lantik Pengurus se-Tanah Papua

Penjemputan rombongan Pengurus Besar Paguyuban Pasundan di Bandara Udara Douw Aturure, Nabire, Kamis (23/4/2026). Rombongan tiba pukul 09.05 WIT menggunakan...

Advertisement
Advertisements
Ad 1

Trending